Sabtu, 19 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ORGANISASI BARU DAIMLER DI ASIA TENGGARA RESMI BEROPERASI
 
04 Maret 2016


(Jakarta – haltebus.com) Daimler terus mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan komersial dan struktur organisasinya di sejumlah kawasan, salah satunya di Asia Tenggara. Pabrikan Jerman itu mengumumkan organisasi baru untuk penjualan di kawasan Asia Tenggara yang berpusat di Singapura. “Di Asia Tenggara kami menjual lebih dari 40 ribu kendaraan niaga tahun lalu. Itu menggambarkan betapa pentingnya kawasan ini bagi kami,” demikian pernyataan Member of the Board of Management of Daimler AG yang bertanggungjawab untuk Daimler Truk dan Bus, Dr Wolfgang Bernhard, dalam rilis yang diterima haltebus.com, Rabu (2/3/16)

Peresmian kantor baru Daimler di kawasan Asia Tenggara, yang mulai beroperasi 2 Maret 2016 ini, ditandai dengan penyerahan unit ke-1000 Mercedes-Benz Citaro untuk SBS Transit. Kantor di Singapura itu bertanggungjawab atas 18 pasar di kawasan Asia Tenggara di bawah bendera Daimler South East Asia Pte Ltd (DSEA) regional center. Aktifitas penjualan dan pelayanan kendaraan niaga DSEA mencakup truk, bus dan van Mercedes-Benz serta FUSO mulai kelas minibus hingga truk dengan tonase besar.

Menurut Bernhard, Singapura dipilih karena memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara. Memiliki inovasi dan jaringan logistik yang baik menjadi salah satu alasan dipilihnya negara kota yang terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan dunia. Dia mengacu pada posisi Singapura yang memiliki salah satu bandara terbaik dunia dan pelabuhan terbesar kedua di dunia. Selain itu, Mercedes-Benz telah beroperasi selama 50 tahun lebih di sana.

“Dan kami akan terus meningkatkan penjualan (kendaraan niaga) di tahun-tahun mendatang. Di beberapa negara di Asia Tenggara permintaan bus, truk dan van akan meningkat terus dan kami juga akan terlibat di dalam pertumbuhan itu. Hal inilah yang menjadi alasan kami untuk kantor pusat kawasan yang baru,” ujar Bernhard.

Di Singapura, pasar bus untuk Mercedes-Benz juga cukup signifikan. Penyerahan unit ke-1000 menjadi salah satu bukti penting posisi negara yang memiliki kepadatan pendudukan yang tinggi. Kebutuhan akan transportasi massal yang besar bisa dilihat dari bus yang dioperasikan SBS Transit mencapai 3 ribu unit beroperasi di 250 rute, melayani 75 persen kebutuhan 5 juta orang. Negara pulau itu tercatat sebagai basis terbesar Mercedes-Benz Citaro, yang ada di jaringan Mercedes-Benz di seluruh dunia.

Hal lain yang lebih penting lagi, semua bus yang digunakan di sana didatangkan langsung dari fasilitas produksi EvoBus di Mannheim, Jerman. Daimler menyebut, bus Mercedes-Benz telah menyusuri jalan-jalan di Singapura selama 15 tahun. Bernhard menyebut, pengiriman unit ke-1000 bus Mercedes-Benz Citaro untuk Singapore menjadi bukti mengesankan sejauh mana potensi kemitraan kedua belah pihak. “Singapura menyiapkan kota masa depan, sedangkan Daimler menyiapkan mobilitas masa depan. Bersama kami mendefinisikan standar inovasi yang tinggi untuk sistem transportasi kelas dunia,” kata dia.

Penetrasi Daimler tak sekedar pepesan kosong. Sejauh ini dengan mengusung dua merek, ada enam fasilitas perakitan di Asia Tenggara. Ada di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam dan dua fasilitas di Taiwan. Di Malaysia truk Mercedes-Benz yang dirakit di tahun 2015 sudah mencapai 25 ribu sejak fasilitas itu berdiri. Kantor Pusat Daimler di Singapura mengendalikan operasi di negara-negara seperti Brunei, Kamboja, Fiji, Polynesia (Perancis), Hongkong, Indonesia, Laos, Malaysia, Mongolia, Kaledonia Baru, Papua New Guinea, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vanuatu, Vietnam.

Pasar kendaraan komersial dalam grup Daimler di Asia Tenggara yang paling potensial mencakup Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Vietnam. Jumlah penduduk lebih dari 622 juta orang, kawasan ini sangat padat dibandingkan AS dengan penduduk di atas 30o juta orang dan Eropa lebih dari 500 juta orang. Daimler menyebut lebih dari 50 persen populasi adalah usia di bawah 30 tahun, cukup menjanjikan untuk prospek jangka panjang yang dinamis. Apalagi, di tahun 2015 10 negara di kawasan ini juga menyepakati perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara. Investasi asing yang masuk ke kawasan Asia Tenggara juga naik cukup tinggi, pada tahun 2007 ada USD 85 miliar dan pada 2014 meningkat menjadi USD 136 miliar. Indikator yang cukup menjadikan Alas Daimler juga fokus di Singapura.

Daimler juga melihat peluang pertumbuhan kebutuhan transportasi barang dan angkutan penumpang massal. Strateginya, menawarkan dua merek sekaligus untuk kawasan ini yakni, Mercedes-Benz and FUSO. Pasar truk di Vietnam pada 2015 naik 92 persen, sedangkat di Filipina naik 27 persen. Secara umum volume yang diserap pasar kendaraan komersial di Asia Tenggara sekitar 225 ribu unit di tahun 2015. Daimler sendiri menjual lebih dari 40 ribu unit.

Reorganisasi bisnis Daimler untuk kendaraan komersial diharapkan bisa membawa peningkatan penjualan dan makin mendekatkan produk untuk masing-masing pasar. Langkah ini dipantau langsung di kantor pusat Daimler di Stuttgart, Jerman. Hampir seluruh pabrikan kendaraan komersial terkemuka di dunia memulai langkah strategis untuk meningkatkan penetrasi pasarnya. Beragam cara dilakukan agar peningkatan kualitas produk dan penjualan bisa dicapai di masa mendatang.

Di Indonesia, sejak setahun terakhir, reorganisasi juga terjadi di Mercedes-Benz Indonesia. Untuk struktur kendaraan komersial diubah. Posisi baru dijawab Ralf Kraemer yang bertanggungjawab untuk dukungan pemasaran kendaraan komersial. Jabatan baru dalam struktur yang menjadi tugasnya adalah Sales, Marketing and After Sales Managing Director. Perubahan struktur ini diharapkan bisa lebih mendekatkan Mercedes-Benz dengan pelanggannya. Informasi yang diperoleh haltebus.com, perubahan struktur organisasi juga terjadi di Mitsubishi, khususnya untuk kendaraan niaga FUSO yang kini dikendalikan oleh Daimler.

Tak hanya di Asia Tenggara, Daimler memiliki kantor yang menjadi pusat operasional di lima kawasan lain. Daimler memfokuskan penjualan di enam kawasan dunia secara lebih terkoordinasi untuk pelanggan di masing-masing kawasan. Sejak Oktober 2015 Daimler memulai pembagian operasional bisnis di Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East & North Africa region – MENA) berpusat di Dubai. Februari 2016 dua kantor pusat kawasan diresmikan untuk Afrika (meliputi Afrika Timur, Afrika Tengah dan Afrika Barat) dan Afrika Selatan (meliputi Afrika Selatan, Namibia, Zimbabwe, Mozambique, Botswana, Malawi, Zambia, Lesotho dan Swaziland). Kedua kantor kawasan di Afrika itu bertanggungjawab untuk pasar di 50 negara di Benua Afrika.
(naskah : mai/foto : daimler.com/mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013