Senin, 21 September 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PILIHAN BARU OPERATOR BUS DI MASA SULIT
 
10 Maret 2016


(Jakarta – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mantap memfokuskan target penjualan untuk produk-produk busnya. Tahun ini, Hino Bus FC 190, primadona baru Hino Indonesia, menjadi produk dengan segmen baru di kelas medium-large yang berkapasitas 40 kursi. Bus Hino FC 190 mengisi segmen antara bus besar berkapasitas 59 kursi dan bus sedang 30 kursi. “Customer bus juga sangat antusias dengan FC 190, bus terbaru kita,” ujar President Director PT. HMSI Hiroo Kayanoki
saat Media Gathering di Jakarta, Selasa (8/2/16).

Keseriusan ini diwujudkan dengan Road Show Hino FC Bus dari Denpasar, Surabaya, Semarang-Yogyakarta dan Bandung. Antusiasme pelanggan Hino terlihat dari keikusertaan dalam acara yang digelar selama sebulan itu. Tanggapan dari pelanggan pun cukup positif. Di Jawa Timur misalnya, ada dua unit bus yang disiapkan. Acara pun digelar selama dua hari. Peserta yang terlibat sedikitnya seratus orang. Sementara selama Road Show total peserta tercatat ada 300 orang.

PT. HMSI menyasar operator bus potensial yang menjadi target pasarnya. Kayanoki mengakui, beberapa waktu terakhir adalah masa yang sulit karena penurunan penjualan. Dia tak mau memprediksi lebih jauh target penjualan Hino di tahun ini.

Namun, meski di saat sulit, Hino Indonesia tetap optimis mempertahankan penjualannya. Director Sales and Promotion PT. HMSI Santiko Wardoyo mengungkapkan Hino masih menguasai pasar kendaraan komersial kategori II dan III. Dia menyebut ada kenaikan penjualan, walaupun secara global pasar kendaraan komersial di Indonesia tengah melemah.

Letak optimisme Santiko terhadap penjualan bus ada pada tawaran baru PT. HMSI untuk operator bus. Menurut Santiko, hadirnya Hino FC 190 menjadi solusi alternatif untuk operator bus dalam menjalankan roda bisnis mereka. “Bus ini dirancang mengisi segmen yang baru, antara bus besar dan bus kecil. Mereka bisa mengoperasikan untuk jarak menengah, seratusan kilometer lah. Ukuran bus ini juga menjawab kelesuan pasar penumpang bus. dengan bus yang ukurannya tidak terlalu besar, tetapi bisa mengangkut 40 orang,” ujarnya.

Santiko menjelaskan, di saat penumpang susut seperti beberapa waktu belakangan ini, operator bisa lebih kompetitif. Ongkos operasional Hino FC 190 lebih efesien dibandingkan bus besar. Dari sisi penumpang, akan segera diminati, karena bus tidak perlu lama menunggu penumpang. “Bandingkan dengan bus besar dengan 50 penumpang, pasti ngetemnya lebih lama bus besar,” kata dia.

Di tempat yang sama, Executive Officer Service and Spareparts PT. HMSI, Irwan Supriyono menambahkan, Hino FC 190 dihadirkan atas permintaan sejumlah operator bus. menurut dia, banyak operator bus meminta Hino Indonesia menyediakan bus yang lebih ramah dari sisi operasional, tetapi bisa tetap menguntungkan operator. “Bus Hino FC 190 ini atas permintaan pengusaha, mereka mencari bus yang berukuran ideal untuk mengatasi okupansi penumpang yang menurun,” kata Irwan.

Soal okupansi diakui Firmansyah Mustafa dari PO. Menggala, Malang. Operator bus yang sehari-hari melayani Surabaya – Malang itu, cukup merasakan dampak melemahnya perekonomian Indonesia. Okupansi penumpang di jalur yang pernah menjadi primadona operator bus Malang ini, mulai susut. Kepada haltebus.com dia mengaku bisa hemat hingga 50 persen jika menggunakan rasio operasional yang ditawarkan Hino FC 190. “Kalo yang saya dapat infonya bus ini bisa 1 liter berbanding 5 km. Bus kami, yang melayani rute Surabaya – Malang dengan empat kali PP (Pergi-Pulang) sehari bisa menghabiskan 130 liter, setara dengan 1 : 2,5 Km. Tawarannya cukup menggiurkan,” ujar Firman.

Sementara untuk PO. Luragung Termuda, Hino FC 190 bisa menjadi alternatif untuk menjaring penumpang di rute baru yang akan mereka buka. Menurut pimpinannya Yayan Irman Suryana, bus di jalur baru dirintis belum seperti bus yang sudah berjalan di trayek yang sudah lama dilayani. Selain untuk menarik minat penumpang, jumlah kapasitas penumpang yang bisa diangkut juga menjadi penawaran menarik.

“Rencana untuk trayek ke Jakarta langsung via Tol Cipali. Yang kita butuhkan sekarang adalah bagaimana mengedukasi masyarakat untuk menggunakan angkutan umum yang legal. Di Kuningan angkutan illegal sudah menjamur,” begitu alasan Yayan yang mengaku tengah mempertimbangkan Hino FC 190 masuk dalam daftar pilihannya.

Dengan rentang produk yang disediakan Hino Indonesa, Santiko juga masih optimistis bus-bus mereka akan laku di pasaran pada 2016 ini. Ada Hino RN-285 yang dilengkapi suspensi udara, ada Hino R-260, masih ada Hino AK di segmen bus besar. Sementara masih ada Hino FB dan Dutro untuk bus sedang dan microbus. Dia mengaku, meski hanya membukukan penjualan tujuh hingga delapan persen setiap tahunnya, Hino masih menguasai pasar bus di Indonesia.

Santiko berharap pengadaan barang dan belanja infrastruktur pemerintah bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, pertembuhan itu penting agar berbagai sektor bisa bergerak naik. Banyak produk Hino bergerak di saat proyek infrastruktur pemerintah menggeliat.(naskah : mai/Foto : mai/dok PT. HMSI)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013