Senin, 21 September 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
CEO SCANIA AB HENRI HENRIKSSON : JAKARTA PENTING BAGI KAMI
 
11 Maret 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Baru saja duduk sebagai President & Chief Executive Officer Scania AB, Henrik Henriksson menyambangi Jakarta, di bulan ketiga kepemimpinannya. Setelah bertemu PM India dua pekan lalu, bersama Executive Vice President Sales and Marketing Scania AB Christian Levin, Henriksson menawarkan kembali produk busnya untuk warga Jakarta. “Kota Jakarta sangat penting bagi kami, kami menawarkan produk yang cocok untuk mobilitas warga kota ini yang modern, dinamis dan berteknologi tinggi,” kata dia usai diterima Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jumat (11/2/16).


Henriksson dan Levin yang ditemani Director of Head Representatif Scania Indonesia, Claes Nqvyst dan Presdir PT. United Tractors (Agen Pemegang Merk Scania di Indonesia), Gideon Hasan, terlihat bersemangat saat mendampingi Gubernur yang akrab disapa Ahok mencoba bus berlantai rendah Scania K250UB-4x2.

Dua tahun lalu, Scania memperkenalkan dua chassis yang ramah lingkungan untuk transportasi di Indonesia, bus gandeng Scania K340IA-6x2*2 yang berubah versi menjadi K340IA-6x2*2 dan bus berlantai rendah Scania K250UB-4x2. Meski memiliki proyek bus berbahan bakar biogas di India, pabrikan Swedia itu memilih meluncurkan bus berbahan bakar gas berstandar Euro 6 pertama mereka di Jakarta. Sementara untuk bus berlantai rendah, baru kali ini ditawarkan langsung oleh PT. United Tractors dan Scania pada Pemprov DKI Jakarta melalui PT. Transjakarta.

Henriksson menilai, teknologi yang ditawarkan Scania bisa menjadi salah satu solusi transportasi kota yang tepat. Menurut dia, Scania telah membantu memberikan solusi untuk transportasi kota di berbagai belahan dunia. Jakarta lanjut dia, bisa menjadi contoh yang tepat. Seperti diketahui, saat di jam-jam sibuk ada 12 juta orang di Ibukota negara ini. Bus yang ramah lingkungan, berkapasitas besar dan teruji ketahanannya menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Henriksson.

Sementara itu, saat berbincang santai, Christian Levin mengungkapkan, mereka melihat peluang perkembangan penataan kota yang lebih baik di Jakarta. Sekarang ini, dari sisi investor, kota-kota besar di negara tetangga lebih menawarkan fasilitas yang kompetitif dibandingkan Jakarta. Namun, melihat aspek demokratisasi dan prospeknya ke depan, Scania memandang ada peluang mereka untuk menawarkan sistem transportasi kota yang lebih baik untuk Jakarta.

“Memang tantangan terbesarnya adalah mendidik warga untuk mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. Kami melihat jika Jakarta berhasil kami akan ikut andil dalam kerberhasilan itu. Yang pertama datang tentu akan mendapat kesempatan untuk maju bersama,” begitu pandangan pria yang banyak mengikuti perkembangan transportasi kota di berbagai belahan dunia ini.

Gubernur Ahok pun tak kalah bersemangat. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta serius menata ulang sistem transportasi massal di kota dengan tingkat kepadatan tertinggi di Indonesia ini. “Ada yang salah saat menata transportasi kota. Sebelum ini, kami terlalu fokus menyediakan angkutan yang bagus di Tranjakarta, sementara angkutan pendukungnya tidak diperhatikan. Mulai sekarang kami tata lagi. Ini nanti bisa menggantikan Metromini yang sudah tak layak itu,” ujarnya.

Menurut Ahok, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kepada setiap operator bus yang mampu, untuk ikut mengoperasikan bus bagus kelas dunia. Dia menyatakan, di negara-negara maju bus-bus yang digunakan kebanyakan berasal dari Eropa, ada Mercedes-Benz, Volvo, MAN dan Scania. Siapapun operatornya, sejauh mampu, lanjut dia, akan dibayar per kilometer. Dia berharap sistem seperti itu bisa membuat operator bisa membayar pengemudinya dengan layak, minimal dua kali Upah Minimum Provinsi.

Ketika mencoba bus Cityline 2 buatan Karoseri Laksana, Ahok tampak kagum. “Ini baru bus kelas dunia, kita mau yang seperti ini. Lihat aja lega, nyaman, bagus kan,” katanya sambil mencoba duduk, berdiri dan mondar-mandir di beberapa di bagian bus.

Ahok juga menyempatkan diri mencoba berkeliling Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Kebon Sirih-Jalan Medan Merdeka Selatan, beberapa kali Ahok menunjukkan kekagumannya. Sebentar berdiri berpegangan pada tiang, sebentar duduk, tak berapa lama berdiri lagi hingga bus berhenti di depan Balikota. Salah satu fitur yang dikagumi Ahok adalah Electronic Level Control pada suspensi udara. Fitur ini memudah penumpang naik dan turun, terutama untuk difabel karena ketinggian bus di sisi kiri bisa diturunkan menyesuaikan tinggi trotoar.

Sejak pertama menjabat, bersama Gubernur Joko Widodo yang kini menjadi Presiden, Ahok berjanji memperbaiki transportasi kota. Salah satu janjinya saat kampanye adalah menyiapkan peremajaan untuk 6 ribu unit bus. Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta melalui PT. Transjakarta baru membeli 51 unit bus gandeng Scania dan 51 unit lainnya masih dalam proses pengadaan oleh PT. Primajasa Perdanaraya. Sementara untuk bus sedang sudah diisi oleh 135 unit bus Kopaja baru dan bus Transjakarta mulai diisi sedikitnya 50 dari 600 unit bus PPD yang diserahkan oleh Kementerian Perhubungan. “Penumpang kami naik 20 persen, padahal kemarin bus-bus Transjakarta yang tua sudah kami stop operasinya,” ujar Dirut PT. Transjakarta, Budi Kaliwono kepada haltebus.com.

Budi berharap, Scania melalui PT. UT bisa mendaftarkan spesifikasinya ke katalog elektronik, sehingga memudahkan PT. Transjakarta untuk pengadaan busnya. Nah, kini tinggal Pemprov DKI Jakarta dan PT. Transjakarta bekerja keras dan konsisten menghadirkan transportasi berkelas dunia, agar kemacetan di kota tersibuk di Indonesia ini bisa terurai. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013