Senin, 21 September 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS MERCEDES-BENZ BERMESIN DEPAN SIAP MELUNCUR
 
14 Maret 2016


(Jakarta – haltebus.com) Sudah lebih dari satu tahun Mercedes-Benz Indonesia memendam satu tipe chassis bus bermesin depan yang akan dirilis di sini. Selama itu pula, banyak orang penasaran dengan bentuk dan kemampuannya. Maklumlah, pabrikan ini sudah tidak menjual chassis bus bermesin depan selama lebih dari 10 tahun. “Kami menunggu, kalau ada bus model baru Mercedes-Benz yang medium, kami siap mencobanya. Kapanpun busnya ada, segera tawarkan pada kami, maka kami akan melihat dan mencobanya. Sudah lama Mercedes-Benz tak mengeluarkan bus medium,” kata salah Direktur Blue Bird Grup, Sigit Purnawan Djokosoetono saat serah terima chassis Mercedes-Benz OH 1626, Senin (29/2/16) di Wanaherang, Bogor.

Harapan Sigit ini mungkin menjadi harapan banyak operator bus, mengingat bus seukuran Mercedes-Benz OF-8000 yang telah dihentikan penjualannya, tengah dinanti mereka. Pabrikan lain asal Jepang, Hino sudah meluncurkan Hino FC-190, sedangkan Isuzu masih malu-malu dengan Isuzu FRR-nya. Kini giliran Mercedes-Benz ditantang Blue Bird Grup untuk segera merilis produknya.

Tak lama setelah mengeluarkan pernyataan itu, Sigit diberi kesempatan mencoba bus baru di lingkungan fasilitas perakitan produksi Mercedes-Benz di Wanaherang. Bus dengan kapasitas 35 kursi ini dibawa keliling, termasuk di areal trek ujicoba semua produk Mercedes-Benz yang ada di pusat perakitan itu. Sigit dan jajaran manajemen Blue Bird Grup yang membawahi divisi bus terlihat antusias. “Lumayan busnya, kami tertarik,” ujarnya singkat.




Sayangnya meski sudah diperkenalkan ke operator bus secara terbatas pihak Mercedes-Benz Indonesia masih belum bersedia memberikan informasi apapun. “Pada saatnya nanti saya akan memberikan informasi dan akan menjadi cerita yang sangat menarik untuk anda,” kata Sales, Marketing and After Sales Managing Director of Commercial Vehicle Mercedes-Benz Indonesia, Ralf Kraemer kepada haltebus.com.

Ralf mengaku pihaknya masih mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan chassis bus terbaru ini. Menurut dia, ada beberapa perubahan-perubahan yang mereka lakukan terhadap chassis bus yang didatangkan dari Daimler India Commecial Vehicle (DICV), salah satu anak perusahaan Daimler di India. Berdasarkan informasi yang diperoleh haltebus.com, sejak bus selesai dibuat di Karoseri Adiputro, Mercedes-Benz Indonesia menguji ketahanan di beragam jalan yang ada di Jawa. Bus yang di tempat asalnya diberi nama Mercedes-Benz OF-9t ini telah menjalani serangkaian uji ketahanan hingga 66 ribu Km.

Argumentasi Ralf cukup masuk akal karena chassis bus model baru itu akan dijual secara Completely Built-Up. Daimler juga merencanakan bus OF-9t dipasarkan di Afrika Utara. Unit pertama chassis yang diproduksi di Chennai ini tentu membutuhkan adaptasi agar spesifikasinya cocok dengan medan jalan di Indonesia. Daimler yang memegang merek bus Mercedes-Benz menjadikan India sebagai pusat produksi chassis baru di luar Eropa dan Brasil.

Selain untuk kebutuhan pasar di India, produk (DICV) juga diproyeksikan untuk ekspor ke Afrika dan tidak menutup peluang ke berbagai negara di kawasan Asia. Indonesia menjadi negara kedua setelah Mesir yang memasarkan OF-9t. Mercedes-Benz Indonesia pun belum mengumumkan nama untuk chassis OF-9t yang masuk ke sini, walaupun di bodi bus lansiran Karoseri Adiputro sudah ada nama yang tertera.

Kompetisi di kelas baru medium-large, tak hanya memacu adrenalin pabrikan. Di kalangan operator bus, sejumlah pemilik armada bus mengaku tengah menimbang-nimbang produk pabrikan mana yang cocok untuk mereka. Firmansyah Mustafa dari PO. Menggala misalnya, dia mengaku tertarik dengan tawaran Hino FC-190 dengan efesiensi dan kenyamanan yang dia rasakan saat mencoba busnya. Tetapi, dia tetap ingin membandingkannya dengan Mercedes-Benz. “Saya dengar Mercedes-Benz juga akan mengeluarkan bus tipe yang sama (dengan Hino FC-190), saya mau lihat dulu,” katanya.

Secara terpisah, rekan sejawat Firmansyah, Yayan Irman S dari PO. Luragung Termuda mengaku tengah menjajaki jalur baru untuk layanan penumpang di daerahnya, Kabupaten Kuningan. Dia membutuhkan bus dengan kapasitas besar tetapi ukurannya tidak terlalu besar, sesuai dengan jalan-jalan yang akan dilalui. Walaupun selama ini sudah menggunakan produk Jepang, dia menyatakan masih mau menunggu spesifikasi menarik apa yang ditawarkan Mercedes-Benz. “Ini semua sedang saya pelajari, cari yang sesuailah,” katanya.

Triwulan pertama 2016, baik pabrikan maupun operator bus tengah berpacu menyusun rencana aksi setahun ini. Dia rencana aksi di tiga bulan pertama mereka, akan terlihat hasilnya di Semester pertama 2016. Melemahnya perekonomian Indonesia membuat seluruh pelaku usaha sektor transportasi bus harus mengetatkan neraca keuangannya, termasuk mencari produk yang tepat dengan mempertimbangkan efesiensi dan keuntungan yang maksimal. Di sisi lain, pabrikan juga berusaha keras membangun pasar yang baru di kelas medium-large, di tengah pasar bus yang tak sampai belasan ribu per tahunnya di Indonesia. Satu-satunya harapan mereka, infrastruktur jalan di negeri ini bisa semakin baik, agar transportasi darat bisa kompetitif dibandingkan moda transportasi lain.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013