Selasa, 16 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KAROSERI ADIPUTRO PERKENALKAN MODEL TERBARU UNTUK HINO
 
20 Maret 2016


(Jakarta – haltebus.com) Karoseri Adiputro, Malang, memperkenalkan varian baru Jetbus2+ yang diberi label Super High Deck (SHD) yang dibangun di atas chassis Hino RK8JSKA-NHJ (R-260). Bus milik PO. Subur Jaya itu menjadi bus Hino yang masuk gelombang pertama di jalur produksi bus SHD di Karoseri Adiputro. “Terima kasih kepada pak Santiko dan PT. HMSI atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk memperkenalkan bus model Super High Deck ini. Kita sama-sama coba bagaimana rasanya naik bus ini,” ujar David Jethrokusumo dari PT. Adiputro Wirasejati di kantor PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Jakarta, Jumat (18/3/16).

Sejumlah pengusaha dan perwakilan dari operator bus diundang untuk mengikuti acara ini. Ada Pimpinan Suryaputra Adipradana, Bandung, Budi Sumawijaya, Manager Operasional Hiba Utama Grup, Ossy S, Pimpinan PO. New Shantika M. Nur Salim, dan PO. Anugerah Mas diwakili Temmy Ario. Ada pula Andrew Arristianto CEO CitiTrans dan beberapa perwakilan operator bus lainnya.

Bus Subur Jaya keluar dari jalur produksi akhir Februari lalu. Bus pertama berlantai tinggi milik operator bus pariwisata asal Rembang ini cukup menarik perhatian peserta Road Show. Warna-nya yang merah muda dengan yang menggemaskan membuat hampir seluruh peserta mengangkat telepon genggamnya dari memotret secara spontan. Sales & Promotion Director PT. HMSI Santiko Wardoyo, juga tak kalah cekatan mengangkat teleponnya untuk memotret. “Saya sengaja meluangkan waktu untuk mencoba bus model baru ini,” kata dia.



Menurut Santiko, pangsa pasar bus di Indonesia mulai bergerak naik seiring dengan perkembangan infrastruktur jalan. Beberapa daerah yang sudah mulai dilewati tol jarak jauh seperti di Sumatera Selatan dan Jawa, serta rencana pembangunan tol di Sulawesi, Kalimantan dan Papua bisa menjadi pasar baru penjualan bus.

Dia menyambut baik model terbaru Karoseri Adiputro yang bisa diaplikasi di chassis Hino. Dia yakin, dengan kerja sama antara Hino dan karoseri Adiputro, pasar bus di negeri ini bisa bergairah. Santiko mengapresiasi bus berlantai tinggi yang menurutnya nyaman dan sangat ramah penumpang. “Pemandangan ke luar sangat leluasa sehingga bus terkesan lapang karena posisi penumpang yang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, David menjelaskan, produk Jetbus2+ SHD yang berlantai tinggi masih aman digunakan pada chassis Hino RK8JSKA-NHJ (R-260). Dengan tinggi 3,85 meter, bus masih stabil dikendarai. Sebagai salah satu varian untuk melengkapi beragam chassis yang beredar di pasaran, menurut dia, bodi Jetbus2+ SHD ini cocok digunakan untuk bus wisata. “Bedanya hanya 250-an kilogram dengan model non-SHD, jadi masih aman untuk chassis 16 ton,” katanya.



Saat bus dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol yang, lurus tidak ada kendala yang berarti. Bus mengambil kantor PT. HMSI – Sentul, Bogor. Kecepatan bus mencapai 120 Km/jam saat ujicoba itu. Praktis dalam kondisi arus lalu-lintas ramai lancar, tak sampai satu jam rombongan tiba di tujuan. Salah satu penumpang yang menolak disebutkan namanya setengah berbisik berkata, “Untuk bus pariwisata bolehlah bodi setinggi ini, kalau untuk bus AKAP harus diganti dengan suspensi udara supaya tidak limbung. Tadi saya duduk di bagian depan sempat merasakan agak sedikit limbung.”

Salah satu peserta Road Show yang lain, Nur Salim dari PO. New Shantika menjelaskan, bus berlantai tinggi seperti Jetbus2+ SHD memang membutuhkan modifikasi tambahan agar tidak limbung. Dia mengaku, menambahkan peredam kejut di bagian belakang untuk bus-busnya yang ketinggiannya melebihi 3,8 meter. Dia menyatakan, sejauh ini bus yang sudah dimodifikasi jauh lebih nyaman untuk pengendalian di saat berbelok maupun manuver saat kecepatan tinggi. “Memang harus ditambahi (peredam) biar nyaman, supaya keseimbangan bodi bisa terjaga. Kalau mau lebih enak lagi, ya pakai suspensi udara, dan saya sudah membuktikan suspensi udara (rakitan) Adiputro lebih cocok,” ujar dia dengan bersemangat.

Head of Product Planning Division PT. HMSI Prasetyo Adi Yudho mengaku, saat ini pihaknya baru merekomendasikan penggunaan bodi tinggi di atas chassis RK8JSKA-NHJ (R-260). Sementara untuk chassis RK8JSKA-SJJ (RN-285) masih belum direkomendasikan. Dia mengaku memantau pembuatan bodi berlantai tinggi untuk chassis R-260. “Memang untuk yang RN-285 karena posisi suspensi udara di bawah chassis, kami melihat belum bisa diaplikasikan untuk bodi bus tinggi,” kata dia.

Aplikasi pada bus berlantai tinggi pun, menurut Prasetyo, masih terbatas untuk bus pariwisata. Menurut dia, karakter bus pariwisata yang menjaga kecepatannya untuk kenyamanan penumpang sangat pas dengan desain bus yang membuat pandangan keluar sangat leluasa. Jumlah kursi penumpang yang disarankan untuk karoseri, lanjut dia, adalah 40 kursi. Selain karena ketentuan kapasitas beban chassis, juga agar penumpang lebih nyaman dengan jarak kursi yang pas untuk perjalanan wisata.

Bagasi yang lebih tinggi dari model-model bus terdahulu juga membuat penumpang yang berwisata bisa membawa barang dalam jumlah besar. Karena itu, dia menilai, kondisi bagasi bus yang kosong bisa menjadi faktor yang menyebabkan bus terasa limbung saat mereka naiki. “Kalau tidak kosong bagasinya, bisa menjadi faktor yang bisa ikut menambah beban sehingga lebih stabil jalannya,” ujar dia.

Manager R & D Karoseri Adiputro Eko Widianto menjelaskan, walau ada yang berpendapat busnya terasa limbung, produk yang mereka keluarkan sangat aman. Mereka juga mengikuti ketentuan pabrikan dalam mengembangkan produknya. Dia mencontohkan, ketentuan tentang GVW (Gross Vehicle Weight) yang mereka rancang disesuikan dengan kapasitas chassis. “Untuk Jetbus2+ SHD kami mengikuti ketentuan jumlah kursi yang dianjurkan Hino,” katanya.

Model-model terbaru Karoseri Adiputro selalu ditunggu operator bus. Tahun ini mereka mengandalkan varian SHD sebagai ujung tombak meraih pasar bus di Indonesia. Nur Salim menyebut, model terbaru dari karoseri yang dibangun keluarga Jethrokusumo menjadi salah satu syarat bagi pelaku usaha transportasi bus agar dilirik pelanggan. “Tahun ini saya membuat bus SHD, juga dengan chassis Hino,” kata pengusaha eksentrik yang selalu ingin menampilkan bus berbeda untuk pelanggannya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013