Kamis, 14 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PEMERINTAH : PERUM DAMRI HARUS BERUBAH
 
21 Maret 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Sugiharjo mengingatkan Perum DAMRI segera berbenah diri. Menurut dia, di saat perubahan global terjadi seperti sekarang ini, masyarakat kritis akan pelayanan dan kompetisi di antara operator angkutan sangat tinggi. “Harus ada perubahan mindset, masyarakat kita makin kritis dan kompetisi adalah keniscayaan. Tanpa bisa mengikuti kompetisi, tanpa mengikut perubahan pastilah akan tertinggal,” kata Sugiharjo di depan peserta Rapat Dinas Perum DAMRI 2016 di Jakarta, Senin (21/3/16).

Perum DAMRI menggelar Rapat Dinas selama empat hari 21 – 24 Maret 2016 untuk merumuskan langkah kerja di tahun 2016 agar mencapai target yang ditetapkan. Rapat ini dihadiri oleh Komisaris, Dewan Pengawas, Direksi, Senior Manager, General Manager dan Kepala Cabang di 32 Provinsi di Indonesia.

Sugiharjo menyoroti pentingnya Perum DAMRI berubah mulai sekarang. Menurut dia, sejak beberapa tahun silam perusahaan plat merah ini mengandalkan DAMRI Bandara Soekarno-Hatta dan DAMRI Lampung. Kedua unit usaha itu, menjadi primadona pendapatan Perum DAMRI. “Kalau masih polanya seperti itu maka menurut saya DAMRI belum berubah, kalau berubah seharusnya pendapatannya sudah lebih besar dari itu, DAMRI lebih berkembang,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kemenhub ini juga menyebut, unit-unit usaha lain yang belum berkembang. Di saat bisnis e-commerce (perdagangan online) berkembang, kata Suhiharjo, unit usaha paket DAMRI tidak ikut berkompetisi. Dia juga menyayangkan unit usaha pariwisata yang belum dikenal masyarakat. Bus-bus wisata DAMRI belum jadi pilihan untuk teman perjalanan wisata.

Karena itu, Sugiharjo mendorong agar Perum DAMRI mulai berbenah diri untuk menjalankan manajemen yang efesien dan transpraran. Dia percaya, jika jajaran Perum DAMRI berkomitmen untuk melaksanakan manajemen berbasis Teknologi Informasi (TI). “Sudah tidak bisa ditawar lagi dengan TI pelayanan bisa lebih baik dan transparan. Semua harus pakai TI masyarakat bisa terlayani lebih baik lagi,” kata dia bersemangat.

Deputy Menteri BUMN Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan, Pontas Tambunan menyebut Teknologi Informasi bisa menciptakan efesiensi. Di tempat yang sama, dia menegaskan, saat ini Badan Usaha Milik Negara harus membantu program pemerintah. “Sekarang ini anggaran pemerintah di diupayakan sebesar mungkin untuk pembangunan infrastruktur, energi dan pangan. Sebisa mungkin jika menghindari penggunaan APBN untuk BUMN,” ujarnya.

Penggunaan TI, menurut Pontas, bisa mengawasi banyak pekerjaan. Dengan sistem yang disusun sesuai arah yang diinginkan manajemen, sebagian besar TI yang mengerjakannya, sumber daya manusia yang ada hanya bertugas menginput informasi. Pengawasan pekerjaan bisa lebih tertata dalam sistem TI dan transpransi bisa tercapai.

Masalah penggunaan TI memang menjadi tema utama Rapat Dinas Perum DAMRI tahun ini. Pelaksana Tugas Direktur Utama Perum DAMRI, Sarmadi Usman menyatakan, pihaknya menargetkan sistem TI bisa meningkatkan citra perusahaan. “Dengan TI efisensi dan pelayanan bisa ditingkatkan, jika pelayanan lebih baik otomatis citra perusahaan bisa lebih baik lagi,” kata dia.
Menurut Sarmadi, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya sudah merestrukturisasi sejumlah elemen manajemen. Ada perubahan manajemen SDM, ada penggunaan TI untuk pengadaan serta efesiensi mulai bisa dirasakan. Dia optimis, ada hasil yang signifikan dalam Rapat Dinas Perum DAMRI. Tiga isu strategis perusahaan akan dibahas sebagai target tahun ini, yakni TI, Efesiensi serta Pelayanan dan Keselamatan.

Dalam kesempatan itu, Sarmadi juga memaparkan sejumlah sinergi yang dilakukan bersama BUMN lain sebagai bagian dari program pemerintah. Kerja sama dengan BUMN lain di berbagai sektor, menurut dia, untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. “Kami sudah bekerja sama dengan PT. Telkom, PT. POS, PT KA, BRI, Mandiri, BNI, BTN dan BUMN lainnya,” ujar dia.

Baik Sugiharjo maupun Pontas memberi pesan yang sangat kuat agar Perum DAMRI berubah dan bisa mengikuti kompetisi di dunia transportasi darat. Menurut Sugiharjo, fenomena layanan transportasi onlie yang kini menjadi pro-kontra sebetulnya bukan pada jenis layanannya, melainkan pada sisi legalitasnya. Jika pelaku usaha yang memiliki bisnis utama berbasis TI masuk ke dunia transportasi, maka bisa menjadi pesaing berat pelaku utama bisnis transportasi darat. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013