Jumat, 04 Desember 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAAT PENGGEMAR BUS BERKAMPANYE AJAK MASYARAKAT NAIK BUS
 
17 April 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Bulan Dirgantara Indonesia yang digelar TNI-AU diisi beragam kegiatan, umumnya kegiatan yang terkait dunia aviasi. Namun kegiatan tahun ini sedikit meriah dengan keterlibatan komunitas pehobi. Ada beragam hobi yang ditampilkan lebih dari 20 komunitas selama tiga hari, 15-17 April 2016 di Apron Militer Lanud Halim Perdanakusuma.


Ada komunitas pehobi sepeda motor yang menggelar sirkuit mini, pehobi mobil-mobil klasik dengan beragam koleksinya, hingga pehobi panah lengkap dengan alat dan target panahnya. Yang tak kalah menariknya adalah komunitas penggemar bus yang diwakili Raya Fans Community dan haltebus.com yang menggelar dua unit bus.

Raya Fans Community (RFC) menghadirkan bus PO. RAYA yang unik. Operator bus yang bermarkas di Sukoharjo, Jawa Tengah itu sangat dekat dengan kedirgantaraan. Setidaknya ada dua ciri khas yang melekat pada armada bus perusahaan ini. Warna livery bus yang mirip Garuda Airways di tahun 1980-an dan kursi penumpang yang merupakan modifikasi kursi bekas pesawat DC-9. “Hanya armada bus PO. RAYA satu-satunya PO yang menggunakan kursi pesawat untuk melayani penumpangnya. Penumpang fanatiknya juga banyak,” kata koordinator RFC, Guntur Ari Purwanto

Guntur mengaku senang ikut terlibat dalam kegiatan komunitas yang diadakan TNI-AU. Menurut dia, kegiatan ini bisa menjadi ajang sosialisasi kecintaan RFC pada bus sekaligus membantu memperkenalkan salah satu fasilitas dari sekian banyak fasilitas yang disediakan operator bus. Sebagai pelanggan setia PO. RAYA, Guntur dan teman-temannya sangat antusias memperkenalkan bus yang mereka pamerkan pada pengunjung.

Tidak sedikit pengunjung yang tertarik mencoba bus PO. RAYA dan menanyakan jurusan serta cara memesan tiketnya. Bahkan beberapa anggota TNI sempat menanyakan asal-muasal kursi pesawat ini. “Kok bisa ya dapat kursi pesawat? Dapatnya dari mana? Menarik ini fasilitasnya,” kata Pelda Cahyo. Wahyu Suseno dari RFC hanya menjawab, “Hanya manajemen yang tahu asal kursinya pak, yang jelas banyak yang senang dengan kursi pesawatnya.”

Bus yang paling menyedot perhatian pengunjung di stand penggemar bus adalah bus tingkat Highlander. Banyak pengunjung yang belum mengetahui bahwa bus tingkat itu dibuat oleh Karoseri New Armada, asal Magelang. Bersama Karoseri New Armada, haltebus.com memamerkan bus tingkat ini. Menurut Manager Marketing Karoseri New Armada Cabang Magelang, Joko Susiloa, mereka sangat berterima kasih bisa ikut terlibat dalam acara komunitas. “Acara ini sangat baik, kami senang bisa memperkenalkan bus tingkat Highlander pada masyarakat luas,” ujarnya.




Antusiasme pengunjung cukup tinggi. Joko dan timnya harus mengatur pengunjung yang masuk ke dalam bus secara bergantian. Walau hanya duduk tak lebih dari 10 menit pengunjung banyak yang tertarik. “Kapan nih pak busnya bisa kita naiki di Jakarta? Busnya untuk rute mana? Saya pengen naik. Begitulah kira-kira pertanyaan dan pernyataan yang umumnya mereka lontarkan.


Pendiri www.haltebus.com, A.M. Fikri menjelaskan, pihaknya sengaja menggandeng Karoseri New Armada dan Raya Fans Community dalam ajang Multi Community Bulan Dirgantara Indonesia. Memamerkan bus dengan segala fasilitas dan keunggulannya adalah salah satu cara yang ditempuh haltebus.com untuk mendekatkan bus pada masyarakat luas. “Sebagai situs berita dan informasi tentang bus yang dimotori penggemar bus kami ingin ikut terlibat menyosialisasikan bus sebagai sarana transportasi masyarakat,” kata dia.

Menurut Fikri, pameran ini adalah pameran kedua yang diikuti haltebus.com di tahun 2016. Sebelumnya pada akhir Maret lalu, lanjut dia, bersama lima komunitas penggemar bus, mereka juga ikut memamerkan enam bus klasik dan unik berumur di atas 10 tahun. Dua unit bus menjadi ikon pameran, yakni bus pertama PO. Lorena dan bus PPD yang dibuat tahun 1973. Dia berharap melalui pameran bus, ajakan agar bus menjadi pilihan transportasi masyarakat bisa semakin menyebar dan program pemerintah mengurai kemacetan yang sudah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia bisa segera terealisasi. (naskah : mai/foto : mai/tri nugroho-RFC)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013