Kamis, 14 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TAMBAH ARMADA, PT. TRANSJAKARTA PERKUAT KORIDOR UTAMA
 
18 April 2016


(Jakarta – haltebus.com) Mulai Senin (18/4/16) PT. Transjakarta memperkuat armada di Koridor 1 jurusan Blok-M – Kota dengan 247 unit bus yang melintas. Dengan jumlah bus yang demikian besar diharapkan bisa menunjang program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengendalikan kemacetan di ibukota. “Kami operasikan 247 unit bus bermacam ukuran untuk melengkapi 122 unit bus yang memang dedicated di Koridor Blok-M – Kota. Jarak antar bus bisa diperpendek. Hanya 30 detik,” kata Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono kepada wartawan di kantornya, Senin (18/4/16) pagi.

Budi menyatakan, Jalan Jend. Sudirman hingga Jl. MH. Thamrin menjadi tulang punggung utama yang banyak digunakan warga yang beraktifitas di jam-jam sibuk. Dalam rangka mendukung Pemrov DKI Jakarta untuk mengujicoba penghapusan aturan 3 in 1 yang diperpanjang hingga bulan Mei. Beberapa bus yang disiapkan PT. Transjakarta adalah rute baru yang melintas di sebagian atau hampir semua Koridor 1 Blok-M - Kota. Ada 17 Rute yang dioperasikan secara bertahap hingga hari ini.

Menurut Budi, pihaknya menata ulang rute-rute bus Transjakarta dengan koridor yang sudah ada. Dia berharap, adanya rute-rute baru ini bisa menambah kapasitas dan memperbaiki pelayanan pada masyarakat. “Sekarang penumpang yang naik rute-rute lintas tidak perlu berganti bus hingga tempat tujuan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Budi menambahkan, selain mengoperasikan bus dengan rute lintas koridor, ada pula bus-bus pengumpan dari stasiun-stasiun kereta api. Setelah stasiun Tebet, hari ini dioperasikan bus pengumpan untuk stasiun Palmerah dan Pesing.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah menyatakan, pihaknya bersama PT. Transjakarta dan Polda Metro Jaya mengevaluasi langkah-langkah pengendalian kemacetan. Penambahan armada bus Transjakarta, kata dia, menjadi salah satu rekomendasi dari ujicoba penghapusan 3 in 1. “Kami tidak hanya rapat-rapat saja, tapi kami lakukan tindakan dan upaya konkrit untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal,” ujarnya.

Menurut Andri, langkah-langkah yang diambil bersama selalu dievaluasi. Dia bahkan menekankan, tanpa adanya kesadaran warga untuk menggunakan angkutan massal, sulit untuk mengendalikan kemacetan di Jakarta. Dia berpendapat, jika seluruh bus Transjakarta sudah bisa dioperasikan sesuai rute dan koridor yang ditargetkan, maka pengguna kendaraan pribadi bisa dipaksa naik angkutan massal. Tentunya, lanjut dia, segala persyaratan yang memudahkan warga dan kenyamanan angkutan massal bisa dipenuhi.

Direktur Lalu-Lintas Polda Metro Jaya, Kombes. Risyapudin N mengungkapkan, sejalan dengan rencana Pemprov DKI Jakarta pihaknya siap mendukung semua langkah yang diperlukan. Menurut dia, jika langkah mengendalikan kemacetan dengan memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal ini bisa berjalan, penegakan hukum bisa berjalan. Selama ini kekurangan personil Polda Metro Jaya dalam penegakkan hukum di jalan sangat dirasakan karena tidak sedikit personil yang dikerahkan untuk mengurai kemacetan.

“Dengan bantuan Dinas Bina Marga yang menyiapkan pembatas untuk jalur Transjakarta nantinya, kami bersama Dinas Perhubungan melakukan sterilisasi, sehingga headway yang diharapkan bisa tercapai dan ketepatan waktu bus sampai di tempat tujuan bisa mengurangi pengendara kendaraan pribadi,” kata Risyapudin.

Penataan jaringan transportasi kota yang melibatkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Polda Metro Jaya dan PT. Transjakarta, diharapkan bisa memperbaiki jaring transportasi kota yang tumpang-tindih. Secara perlahan, PT. Transjakarta mulai menyiapkan rute-rute dan model pengelolaannya agar warga dari pemukiman bisa langsung menuju pusat kota hanya dengan sekali membayar. “Kami sudah berkomunikasi dengan pihak KWK (Koperasi Wahana Kalpika), kami sudah membentuk tim. Sedang dikaji rute yang pas seperti apa. Minggu depan kami bekerja sama dengan salah satu pengembang perumahan di Bekasi yang sudah menyiapkan lahan parkir, dari sana kami menyiapkan armada bus untuk ke Jakarta,” kata Budi Kaliwono. (naskah : mai/foto : mai/dok. haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013