Kamis, 22 Agustus 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MENYICIPI BUS MERCEDES-BENZ BERMESIN DEPAN MELAHAP PUNCAK
 
09 Mei 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Mercedes-Benz Indonesia menggelar program pengenalan bus baru mereka kepada sejumlah pelanggan. Beberapa dealer mendapat kesempatan mengundang pelanggannya merasakan bus Mercedes-Benz bermesin depan. Salah satunya PT. DIPO Mandiri Motor (DMM), Jakarta.
Acara hari ini santai saja, kami ingin mengajak pelanggan untuk menikmati maupun mengendarai busnya, kata Manager Commercial Vehicle PT. DMM, Abdul Hamid Fahrizal, Senin (24/4/16) sebelum road test dimulai.

Tidak banyak rombongan yang ikut dalam bus, karena kapasitas bus tak lebih dari 40 kursi. Rute yang dilalui, Rawasari-Tol Dalam Kota-Tol Jagorawi-Gadog dan Puncak Pass. Perwakilan bus pariwisata LAKS, Luthansa, PO. Marita, PO. Manhattan dan Darunnajah Travel ikut dalam acara ini. Separuh lebih kursi bus terisi tim PT. DMM dan perwakilan operator bus.

Model road test-nya cukup menarik. Keluar dari kantor PT. DMM, bus berjalan santai menuju SPBU Rawamangun di Jalan Ahmad Yani, beberapa ratus meter sebelum pintu tol dalam kota. Jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam tangki dicatat, begitu pula angka yang tercatat di odo meter yang menunjukkan jarak yang sudah ditempuh bus juga dicatat. Penumpang diajak menikmati perjalanan sambil mengecek efesiensi bahan bakar yang tercapai.



Lalu-lintas yang cukup lengang membuat bus bisa melaju tanpa hambatan berarti. Hanya membutuhkan waktu satu jam sejak keluar dari gerbang PT. DMM hingga tiba di gerbang tol Ciawi. Di sini Edy, pengemudi LAKS, mulai mencoba duduk di balik kemudi. Tanjakan pertama setelah lampu merah Gadog dilalui tanpa hambatan berarti, begitu juga tanjakan tinggi yang panjang sekitar satu-dua kilometer dari Gadog juga dilalui dengan mulus. Tenaga mesin mampu mengatasi tanjakan yang dikenal curam itu. “Tenaga dan handling (pengendalian), serta pengereman bus ini mumpunilah, menurut saya terbaik dikelasnya,” ujar Edy sambil tersenyum.

Acara santap siang dan diskusi santai dimulai saat bus tiba di sebuah rumah makan di kawasan Puncak. Ramah tamah yang berjalan hangat itu diisi dengan obrolan seputar pengendalian bus dan hasil yang dicapai untuk konsumsi bahan bakar. Saat dicek, ternyata konsumsi bahan bakar mencapai 1 liter : 5 Km.



Di luar rencana, rombongan bergerak ke PO. Marita, Cianjur. Dalam situasi lalu-lintas yang padat sepanjang Puncak-Cipanas-Cianjur penumpang masih merasakan kenyamanan. Jalan menurun juga tidak menjadi kendala berarti.

Bus medium berukuran besar ini adalah penerus Mercedes-Benz OF-8000. Sempat diragukan kemampuannya, Mercedes-Benz OF-8000 belakangan justru banyak dicari operator karena dianggap tangguh. Sayangnya meski sudah ditest ke sejumlah pelanggan, belum ada keterangan resmi dari Mercedes-benz Indonesia tentang bus barunya ini. Sementara nama tipe aslinya yang diproduksi oleh Daimler India Commercial Vehicle disebut dengan OF-9t.










Penasaran dengan kehandalannya, seorang pengemudi PO. Marita mencoba membawa bus dengan ukuran lebih besar dari bus sedang pada umumnya. Hafal dengan kondisi sehari-hari Cianjur – Ciawi, tentu membuat dia lebih lincah dari pengemudi-pengemudi sebelumnya. Kemampuan bus semakin teruji. “Busnya tidak limbung, tenaganya terasa dan nyaman,” ujar Deden pemilik PO. Marita.

Menurut Hamid, pengenalan produk lebih dekat untuk pelanggan adalah bagian dari strategi baru yang diterapkan oleh PT. DMM. Dia mengungkapkan, dengan cara seperti ini pelanggan bisa ikut menilai secara faktual produk yang mereka pasarkan. Ketatnya persaingan antar pabrikan maupun antar dealer, menyebabkan ujung tombang pemasaran harus mencari cara agar target mereka tercapai. “Alhamdulillah responnya (pelanggan) positif. Sekarang tugas kami menjemput bola dan memastikan mendukung terutama di masa perawatan yang berjalan,” kata Hamid.

PT. DMM tidak sendiri, beberapa dealer Mercedes-Benz yang menjual kendaraan niaga juga melakukan perubahan. Mereka mulai mengetuk satu per satu pintu pelanggannya dan menawarkan pelayanan terbaik yang mereka miliki. Kesadaran akan tumbuhnya infrastruktur jalan dan kebutuhan transportasi seperti bus, dirasakan Hamid dan jajarannya. Tanpa kesiapan yang memadai, mereka bisa tertinggal dibandingkan yang lain. “Kami mengajak pelanggan merasakan keunggulan produk yang kami tawarkan, setelah itu kami baru membicarakan prospek bisnisnya,” ujar Hamid.(naskah : bay/foto : bay)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013