Kamis, 19 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
LIMA HARI DI BUS DEMI HADIRI JAMBORE NASIONAL
 
19 Mei 2016


(Banyumas – haltebus.com) Hobi dan kesenangan terkadang bisa menimbulkan militansi yang tinggi. Apalagi jika banyak teman sehobi yang berkumpul dalam jumlah besar. Begitu pula yang dilakoni panjang Mulyadi Azka, ayah tiga anak yang menempuh perjalanan darat dari Banda Aceh ke Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah demi mengikuti Jambore Nasional Bismania Community ke-7. “Ini pertama kali saya ikut Jambore Bismania Community, senang bisa berkumpul dengan teman-teman di sini,” ujar pria yang akrab disapa Azka kepada haltebus.com di arena Jambore, Sabtu (14/5/16).

Azka berangkat dari Banda Aceh Senin (9/5/16) sore. Sendiri dia mengarungi perjalanan estafet dari Banda Aceh – Medan – Jambi – Jakarta. Dia menumpang tiga bus untuk sampai ke Jakarta. Dari Banda Aceh – Medan dia memilih PO. Pusaka. Sesampainya di Medan, bus PT. Raja Perdana Inti (RAPI) yang mendapat giliran ditumpanginya sampai ke Jambi.

“Etape terakhir saya ke Jakarta, saya naik Qitarabu bus jurusan Jambi – Bandung. Berangkat Rabu sore dari Jambi, sampainya di Jakarta Kamis sore,” kata Azka mengingat perjalanannya.

Di Jakarta menginap semalam, sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya bersama teman-teman dari Bismania Community Kordinatoriat Daerah Sumatera. Satu unit bus PO. Rosalia Indah mereka sewa untuk pergi bersama-sama ke Ajibarang, Banyumas.

Pria yang sehari-hari berdagang di Banda Aceh itu meminta ijin keluarganya sebelum berangkat. Dia rela meninggalkan aktifitas berdagang demi bisa berkumpul dengan teman-temannya sesama penggemar bus yang banyak dikenal hanya melalui internet. “Ya saya gak berdagang selama pergi, saya sudah perhitungan, lagi pula nanti sepulangnya dari Jambore saya sekalian belanja beberapa barang,” kata dia sambil tersenyum.

Selama di arena Jambore Azka terlihat mondar-mandir. Sesekali dia masuk ke dalam bus yang digunakan sebagai bus rombongan Bismania Community pengurus daerah. Tak banyak berpikir satu-dua foto diambilnya melalui telepon seluler miliknya yang berkamera. Pria murah senyum ini sangat menikmati kebersamaannya dengan teman-teman se-hobi dari berbagai daerah.

Bus-bus yang lumayan populer di kalangan anggota Bismania Community menjadi sasaran foto Azka. Ada bus PO. Marissa Holiday Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 balutan Karoseri Nusantara Gemilang, PO. BeJeU modifikasi model Jetbus2+ ala Karoseri Adiputro, PO. Efisiensi Hino R-260 Jetbus2+ Super High Deck (SHD) Karoseri Adiputro, PO. Satria Muda dengan Scania K410IB/6x2*4 juga dengan Jetbus2+ SHD.

Azka tak sendiri, ada beberapa temannya dari Pekanbaru yang juga ikutan hadir. Mereka naik pesawat dan berkumpul di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus dalam satu rombongan. Ketua Koordinatoriat Daerah Bismania Community, Shohipuddin Ochip yang ikut berangkat bersama rombongan mendadak tak bisa mengikuti Jambore karena orang tuanya meninggal dunia. Padahal, dia bersama lima orang lainnya sudah menyiapkan waktu khusus untuk bisa bertemu rekan-rekan yang lain di Jambore Nasional.

Ochip mengaku bangga dengan teman-temannya anggota Bismania Community asal Koordinatoriat Daerah Sumatera yang dibawahinya. Banyak perwakilan wilayah hadir, mulai dari Banda Aceh, Medan, Sumatera Barat, Pekanbaru, Lampung dan Bengkulu. “Semoga kita tetap bisa menjaga kekompakan di Sumatera,” ujarnya.

Anggota Bismania Community asal Lampung hadir dengan 10 orang. Meski terpisah jarak yang jauh antara satu sama lain, kebersamaan selama perjalanan Jakarta – Ajibarang sangat terasa. Mereka saling bertukar informasi tentang bus di daerahnya masing-masing. Yang berdomisili di seputar Medan dan Banda Aceh bercerita tentang kompetisi bus-bus bagus, juga tak kalah serunya diskusi di jalur baru persaingan Medan – Pekanbaru yang kini diramaikan bus maxi bersumbu tiga.



 
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka, anggota Bismania Community Korda Sumatera menyiapkan kenang-kenangan khusus untuk memeriahkan acara. Mereka mempersembahkan souvenir untuk Bupati Banyumas Achmad Husein. M. Kahar Sam dan Ego Bastanta Sembiring menyerahkan kain Ulos khas Sumatera Utara. Sementara Azka menyerahkan Rencong Aceh. Tentu saja pemberian itu disambut antusias oleh sang Bupati, yang secara spontan langsung mengenakan semua atribut cendera mata yang diberikan.

Melihat kemeriahan itu, Azka mengungkapkan harapannya. Dia bercita-cita agar Korda Sumatera bisa menjadi panitia Jambore Nasional kelak, sehingga penggemar bus di Sumatera juga bisa menunjukkan eksistensinya. Dia bertekad merinstis Bismania Community di Banda Aceh supaya bisa ikut mendorong kemajuan komunitas dan transportasi bus di daerahnya. (naskah : mai/foto : mai/dok. Mulyadi Azka)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013