Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KOPI DARAT ALA PENGGEMAR BUS DI BANYUMAS
 
21 Mei 2016


(Banyumas – haltebus.com)
Perhelatan Jambore Nasional penggemar bus yang tergabung dalam Bismania Community di Ajibarang, Banyumas, Sabtu (14/5/16) berlangsung meriah. Tak kurang dari 45 bus yang mengangkut sedikitnya 1.500 orang anggota dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi lahan parkir lokasi acara. “Jambore kali ini temanya reuni, kita berkumpul untuk menjalin keakraban sesama anggota, seperti motto kami Sejatinipun Seduluran,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Bismania Community, Arief Setiawan kepada haltebus.com.


Sebelum menuju arena Jambore, peserta berkumpul di terminal Bulupitu, Purwokerto. Mereka dilepas Bupati Banyumas Achmad Husein dan berjalan beriringan menuju Ajibarang dengan pengawalan Satlantas Polres Banyumas. Riuh-rendah suara klakson bus mengiringi keberangkatan. Bunyi klakson yang kerap disebut klakson telolet itu juga terdengar sepanjang jalan hingga masuk ke arena Jambore.

Sejak pagi hingga pukul 23.00, arena Jambore Nasional Bismania Community di Dreamland Park Ajibarang terlihat ramai. Tak hanya lalu-lalang peserta Jambore, melainkan juga klakson telolet yang tak henti-hentinya saling bersahutan, meski hari telah beranjak malam. “Acaranya begitu meriah, bunyi klakson seperti tak putus dari tadi siang,” ujar Vice President Product and Strategy Tapp, Simo Salminen, yang mempresentasikan produk aplikasi jaringan pembayaran di arena Jambore.



Arief menjelaskan, acara Jambore Nasional Bismania Community di Banyumas adalah yang ke tujuh kalinya digelar. Kegiatan itu menjadi agenda rutin komunitas penggemar bus yang anggotanya tersedar di seluruh Indonesia. Menurut dia, berkumpulnya anggota Bismania Community menjadi ajang kopi darat bagi mereka agar keakraban di dunia maya selama ini. Maklum, organisasi yang kerap disebut BMC ini berawal dari berkumpulnya orang-orang yang menyenangi bus di dunia internet. Pertemuan di dunia maya itu pun berlanjut dengan kopi darat dan semakin membesar anggotanya hingga kini.

Apa saja acara yang digelar selama Jambore? Yang jelas, banyaknya bus yang dibawa peserta menjadi daya tarik tersendiri. Bus dengan klakson telolet paling mendapat perhatian, tidak sedikit dari peserta memotret busnya dan merekam bunyi klaksonnya. Bus baru yang jarang ditemui di jalan-jalan raya juga jadi sasaran kamera para peserta. Di sela-sela bus-bus bagus ada setidaknya lima bus yang berbeda. Bus Alumunium PO. Putera Remaja dari New Armada lansiran 1993, Bus Mistubishi RM PO. Raras Transport buatan Trijaya Union tahun 1993, bus Mercedes-Benz OF-1113 PO. Utama, serta beberapa bus medium yang dibawa peserta Jambore.










Di dalam areal kawasan wisata air itu ada beberapa kegiatan yang tak kalah menariknya. Ada tiga diskusi serius tetapi santai tentang transportasi bus yang diisi Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia, Kurnia Lesani Adnan. Ada juga diskusi hobi miniatur yang diisi oleh Sunarya Hadisaputra dari Segundo Automodel serta ada pula diskusi dan praktek fotografi dengan model. Di luar itu masih ada beberapa lapak yang menyediakan cendera mata terkait bus, baik kaos, gantungan kunci, juga papercraft. Di bus-bus rombongan tak sedikit juga transaksi kaos Jambore yang dibuat terbatas oleh beberapa pengurus daerah.


Kurnia Lesani Adnan sempat mengungkapkan kekagumannya acara yang diikuti lebih dari seribu orang itu bisa terselenggara dengan terkoordinir. Meski tidak disediakan tempat menginap oleh panitia, tak mengurangi semangat para peserta. Apalagi selain dari Sumatera ada pula yang datang dari Bali, Jawa Timur serta Merak dan Sukabumi. “Saya salut mereka bisa membuat acara semacam ini,” kata dia.



Kebersamaan di antara anggota yang hanya terhubung internet ternyata bisa menyambung tali persaudaraan di dunia nyata. Antusiasme peserta yang hadir bahkan tak terbayangkan sebelumnya. “Kami gak rencana ke sini, tadi malam tiba-tiba mau berangkat ya jadilah di sini,” kata Manager Marketing PO. BeJeU Rifqy Roosdani ditemui haltebus.com saat tengah beristirahat di dalam busnya.

Di penghujung acara, selain ada hiburan musik, panitia mengumumkan sejumlah hadiah. Dalam kesempatan itu bus PO. Marissa Holiday terpilih menjadi yang terbaik sepanjang Jambore. Bagi sebagian orang kegiatan yang diadakan penggemar bus dianggap unik dan mungkin tak lazim untuk masyarakat umum. Namun di Ajibarang mereka membuktikan kekeluargaan yang menyatukan mereka. Di kota kecil Kabupaten Banyumas itu mereka juga meluncurkan program keselamatan, Jalan Raya Milik Bersama. “Kami berharap program ini menjadi sumbangsih kami untuk masyarakat transportasi di Indonesia,” kata Arief Setiawan. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013