Sabtu, 23 September 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS ALUMUNIUM KAROSERI NEW ARMADA YANG TERSISA
 
21 Juni 2016


(Jakarta – haltebus.com) Jambore Nasional Penggemar bus yang tergabung Bismania Community di Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, (14/5/16) sangat meriah. Tidak kurang dari 45 unit bus hadir membawa sedikitnya 1.500 peserta. Sudah pasti beragam jenis dan model bus berkumpul memenuhi lahan parkir lokasi acara.

Di antara bus-bus yang tergolong baru terselip bus minoritas tapi memiliki kharisma tersendiri. Salah satunya bus berwarna abu-abu metalik. Terparkir di antara bus-bus baru yang berjejer rapi. Kemilau abu-abunya mampu menarik perhatian siapapun yang mengaku pencinta bus. Ya, bus yang unik, klasik dan berbeda dari yang lain. “Kami sengaja membawa bus lawas karena kami ingin penggemar bus juga tahu bus jaman dahulu,” kata Ignatius Rendy dari Bismania Community (BMC) D.I. Yogyakarta kepada haltebus.com.

Rendy dan teman-temannya datang dengan menggunakan dua unit bus yang terbilang langka. Satu unit Scania K124IB dan satu unit lagi Mercedes-Benz OH-1521 buatan Karoseri New Armada model Grand Cruiser tahun 1993. Keduanya merupakan armada pariwisata PO. Putera Remaja, Yogyakarta.

 
 

Menurut Rendy BMC Yogyakarta memang sudah menggariskan akan menampilkan bus-bus lawas yang unik sebagai bus yang membawa mereka ke arena Jambore Nasional BMC yang digelar tiap tahunnya. Tahun lalu mereka berangkat dengan Mercedes-Benz OF-1113 milik PO.Maju Lancar. “Kalo teman-teman lain menampilkan bus-bus baru, kami memilih bus klasik saja,” katanya lagi.









Apa istimewanya bus PO. Putera Remaja yang dibawa BMC Yogyakarta kali ini? “Ini bus alumunium yang dibuat Karoseri New Armada untuk diekspor, kami mendapat informasi bus model ini hanya ada dua satu di PO. Putera Remaja, satu lagi di Jawa Timur.”

Bus berbodi grand cruiser itu memang cukup klasik. Interiornya masih terjaga, tidak berubah sejak pertama dibeli PO. Putera Remaja. Dari aspek interior ini, kita bisa melihat ciri khas interior di era tahun 1990-an, yakni plafon yang dilapisi bahan kain. Lampu kabin, louver AC dan lampu di atas penumpang sangat kental dengan nuansa interior di masa itu.

Bersihnya interior bus menggambarkan bus cukup terawat. Maklumlah, menurut Rendy, bus ini adalah bus kesayangan pemilik PO. Putera Remaja, Sutikno. Dia mengaku senang mendapatkan kesempatan bisa menyewa bus yang sejak tahun lalu diincar BMC Yogyakarta untuk dibawa ke arena Jamnas BMC. “Tidak sengaja kami bertemu owner, setelah kami jelaskan maksud dan tujuan kami beliau senang dan kami dapat harga khusus,” kata Rendy tanpa mau menjelaskan lebih jauh yang dimaksud dengan harga khusus itu.

Bagaimana dengan ekseteriornya? Dua headlamp asli Bosch menghiasi wajah model bus yang menjadi tren di masanya itu. Kualitas lampu utama yang sangat baik membuat lampu masih terlihat jernih. Dinding lampu dari bahan kaca juga mendukung keawetannya. Di bagian belakang lampu mobil Mercedes-Benz yang dikenal dengan sebutan Mercy Tiger menempel di area bawa bodi. Bentuknya mirip kue lapis.

Dari sekian banyak detil yang identik dengan ciri khas bus klasik yang melekat pada bus itu, satu hal yang paling menarik. Apa ya? Kaca samping bus yang melengkung di bagian atasnya, yang jarang ditemukan sekarang! Kaca samping seperti ini sempat menjadi tren di tahun 1990-an, saat Mercedes-Benz mengeluarkan model Tourismo di Eropa. Satu lagi, konfigurasi AC nya cukup unik. Mesin pendingin yang bekerja berdasarkan kompresor itu ditempatkan di atap, namun untuk penempatan filter udara di dalam kabin letaknya tak umum. Jika biasanya diletakkan tepat di bawah mesin pendinginnya yang diletakkan di atas atap bus, pada bus ini diletakkan di bagasi kabin, di atas kursi penumpang. Bagasi kabin pun diberi penutup, sekilas penampilannya seperti bagasi pesawat.

 

Di tengah-tengah hiruk-pikuk beragam hal yang terkait dengan transportasi bus masa kini, masih ada pemerhati bus yang menaruh perhatian pada bus lawas. Rendy dan teman-temannya di BMC Yogyakarta berharap, dengan menghadirkan bus lawas mereka bisa memberikan wawasan pada penggemar bus yang kini jumlahnya demikian banyak. Selain BMC Yogyakarta, ada BMC Solo Raya dan BMC Masdusel yang juga menghadirkan bus lawas. Tren menggemari bus lawas ini membawa mereka untuk menggali cerita bus-bus masa lalu yang pernah berjaya di masanya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013