Rabu, 28 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TARGET BUS WISATA KURANG 12 UNIT LAGI!
 
22 Juni 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Lima unit bus Wisata Transjakarta sumbangan Tahir Foundation akhirnya selesai. Tahir Foundation mengganti bus-bus itu sesuai spesifikasi yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. “Tahir Foundation luar biasa, kasih lima bus gak boleh jalan. Dibongkar lagi diganti sama yang baru. Kami berharap bisa tambah lima lagi,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Jumat (17/6/16).

Bus-bus ini melengkapi armada bus tingkat wisata Transjakarta menjadi 13 unit. Basuki menargetkan, tahun 2016 Jakarta sudah memiliki 40 unit bus lagi. Menurut dia, masih kurang 12 unit lagi mencapai target pengadaan bus wisata. Dalam catatan haltebus.com ada delapan unit bus tingkat yang tengah dipersiapkan oleh Agung Sedayu Grup di Karoseri New Armada. Targetnya bisa diserahkan sebelum Juli mendatang. Jika sekarang sudah ada 13 unit bus dan akan ditambah delapan unit lagi, sudah 21 unit bus yang sudah dan siap dioperasikan.

Menurut Basuki Jakarta membutuhkan banyak bus sebagai bagian mengubah sistem transportasi kota. Dia berharap pengusaha-pengusaha bisa ikut terlibat mendukung program pembenahan Jakarta. Gubernur yang akrab disapa Ahok ini mengaku tak segan meminta bantuan pengusaha untuk menggunakan program Coorporate Social Responsibility (CSR) membantu program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Provinsi bisa dikembalikan ke rakyat.



Dia mengungkapkan tahun 2016, dana Public Service Obligation (PSO) yang diberikan untuk PT. Transjakarta mencapai Rp. 3,2 triliun untuk mewujudkan angkutan murah. Karena itu, kata dia, tarif bus Transjakarta, jauh-dekat hanya Rp. Rp. 3.500 saja. “Kalau ada CSR dari pengusaha anggaran DKI Jakarta bisa dialihkan untuk rakyat. Tahu ini Transjakarta dapat Rp. 3,2 triliun, mungkin tahun depan bisa Rp. 4 triliun, tahun berikutnya bisa sampai Rp. 5 triliun,” kata dia lagi.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono menyebutkan, bus-bus wisata akan melayani tiga wisata yang sudah ada. Rute Art and Cullinary, rute History of Jakarta, rute Modern Jakarta. Menurut dia, ada 15 unit bus wisata yang masih dalam proses. “Ada 28 unit yang sudah dan akan beroperasi, 13 unit sudah diserahkan dan 15 unit lagi menyusul. Saya tidak hafal dari mana saja,” ujar Budi menjelaskan perkembangan pengadaan bus tingkat Jakarta.










Mercedes-Benz Indonesia juga menyambut baik program pengadaan bus di Jakarta ini. Menurut Managing Director Marketing, Sales and After Sales Commercial Vehicle Mercedes-Benz Indonesia, Ralph Kraemer, pihaknya siap menyediakan bus sesuai kebutuhan PT. Transjakarta. “Kami siap kapan saja, tergantung kebutuhan Jakarta. Kami memiliki beberapa tipe chassis yang bisa digunakan untuk bus kota,” katanya.

Dalam penyerahan pertama Desember 2014 lalu, Dato Sri Tahir pemilik Mayapada Grup sekaligus pendiri Tahir Foundation menyebutkan akan menyumbang 10 – 15 unit bus. Dia bersama pengusaha yang siap menyisihkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR). Saat itu mereka telah menyerahkan lima unit bus tingkat yang dibangun di atas chassis Mercedes-Benz O 500 R-1836, karena terbentur peraturan, akhirnya bus-bus yang sudah jadi harus diganti. Sekarang berbasis Mercedes-Benz OC 500 R-2442 Tahir Foundation menyerahkan kembali bus yang sudah sesuai aturan.



Basuki berharap niat Tahir, sebelum bus-bus wisata Tahir Foundation dibongkar ulang, masih terus berlanjut. Tahir sendiri mengaku bangga bisa terlibat dalam membangun Jakarta. “Sebagai warga Jakarta kami bahagia dan bangga bisa ikut berpartisipasi untuk kebaikan kota ini. Kami tidak hanya menikmati kota Jakarta tapi ikut berkontribusi. Mungkin mulai besok, pengusaha bisa menyumbang lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Basuki mengungkapkan, pembangunan sistem transportasi mendatang akan mempertimbangkan aspek keberimbangan. Warga Jakarta yang ingin naik transportasi umum mendapat subsidi Pemprov DKI Jakarta, sedangkan yang menggunakan kendaraan pribadi akan dikenai tarif yang tinggi. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji penerapan ERP (Electronic Road Pricing).










Sementara ini, di Indonesia, hanya di Jakarta yang bisa berkeliling kota dengan Rp. 3.500 per orang. Penambahan rute Transjakarta hingga Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi dan Depok membuat warga di daerah penyangga Jakarta bisa ikut menikmati murahnya transportasi umum. Jika bus Wisata Jakarta yang gratis itu bertambah jumlah dan rutenya, pengguna angkutan umum pun akan semakin dimanjakan. Masih mau bermacetan di Jakarta naik kendaraan pribadi dan siap-siap merogoh kocek untuk ERP? (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013