Senin, 21 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SISA KEJAYAAN BUS INDONESIA DI TAHUN 1990-AN
 
18 Juli 2016


(Jakarta – haltebus.com) Tahun-tahun di awal hingga pertengahan dekade 1990-an menjadi masa kejayaan transportasi bus di Indonesia. Banyak Perusahaan Otobus (PO) menangguk untung dan berkembang pesat. Berbagai model bus pun lahir selama rentang sepuluh tahun. Sebut saja Jetliner, Patriot, Grand Cruiser hingga Panorama banyak lalu-lalang di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, Mercedes-Benz Indonesia saat itu ikut melahirkan produk bus jadi yang juga masyhur di periode yang sama.

Adalah Mercedes-Benz OH 306 dan OH 306 Prima yang menjadi model yang banyak dikenang pelanggan bus di tahun 1990-an. Bus yang dibuat German Motor Manufacturing, Divisi Body Builder bus Mercedes-Benz di Indonesia, banyak digunakan oleh perusahaan bus terkemuka. Ada PO. Lorena, PO. Kramatdjati, PO. Merdeka, PO. Parahyangan, PO. Safari Dharma Raya, PO. ALS, PO. Bintang Kedjora, PO. Sabar Subur dan lain-lain. Di tengah-tengah eksistensi karoseri pembuat bus, PT. GMM juga menghadirkan bus-bus dengan standar kualitas yang terjaga. Beberapa unit model bus yang diproduksi mereka masih ada hingga saat ini.

Dalam Pameran Indonesia International Bus and Truck 2016 di Kemayoran, akhir Maret lalu, ada dua unit bus produksi PT. GMM yang ditampilkan, Mercedes-Benz O 508i dan Mercedes-Benz OH 306. Berbalut warna dasar putih, Mercedes-Benz OH 306 menarik perhatian banyak orang. Dalam catatan haltebus.com bus model ini yang masih terlihat dan terawat betul ada tiga unit, satu unit dikoleksi pribadi, satu untuk sewa wisata dan satu dimiliki Insept Holiday yang dipamerkan dalam Pameran IIBT 2016 itu.

Bus milik Insept Holiday sebenarnya punya saudara. Bus dengan gambar Banteng besar di dinding bagiang tengah hingga ke belakang itu diadopsi dan menjadi bus kesayangan Aris Irwanto dari DPR RI. Sehari-hari, bus digunakan untuk melayani anggota DPR yang bertugas kunjungan dinas di daerah seputar Jakarta. Ada tiga bus milik DPR, satu Starliner dan dua OH 306. Awal tahun 2016, Aris yang juga pemilik Insept Holiday ini mendapat peluang membeli bus-bus DPR yang dilelang. Satu unit digunakan sendiri, sementara masing-masing satu unit Starliner dan OH 306 lainnya berpindah tangan lagi ke kolega Aris.

Aris mengaku senang bisa mendapatkan bus yang legendaris ini. Saat dibeli bus dalam kondisi sangat terawat luar dan dalam. “Jarak yang ditempuh bus hanya 34 ribu kilometer, padahal bus keluaran tahun 1990. Istimewa bus ini,” ujar Aris saat menceritakan busnya.



Tak menunggu waktu lama, bus itu langsung dimodifikasi. Di bagian eksterior Aris hanya mengubah warna busnya. Warna putih dipilih agar bus terlihat lebih Elegan. Warna ini juga menjadi warna dasar Mercedes-Benz OH 306 saat dilahirkan pertama kali. Tidak ada yang diubah di bagian luar bus yang masih mulus bodinya itu. Dia sengaja mempertahankan tampilan luar, agar bus mudah dikenali dan bisa dilihat versi orisinalnya oleh siapapun yang senang bus.

Bagian yang paling banyak diubah Aris ada di interior bus. Perubahan dilakukan pada semua kursi, bahan beludru yang melindungi kursi digantinya dengan kulit sintetis. Kursinya sendiri masih kursi asli bawaan bus. Warna kursi diubah dari abu-abu menjadi kombinasi krem dan merah bata. Kursi menghadap ke depan hanya disisakan lima baris saja di bagian depan dan lima kursi lainnya di bagian belakang tepat di atas mesin. Aris menempatkan dua sofa untuk duduk tak lebih dari 10 orang di bagian kursi yang dilepasnya. “Saya mengubahnya supaya lebih fresh. Cuma kursi dan karpet yang saya ganti selebihnya masih seperti aslinya,” ujarnya.

Begitu senangnya Aris dengan bus yang dijuluki bua Banteng ini, keluarga besarnya kerap diajak bepergian dengan busnya. Hanya beberapa minggu setelah selesai dimodifikasi, bersama keluarganya dia membawa busnya ke Bandung. Begitu juga saat Bismania Community menggelar Jambore Nasional 2016 di Ajibarang, Banyumas. Istri Aris, Intan Septika, yang diajak ikut dalam perjalanan berkomentar, “AC-nya dingin sekali, selama di perjalanan dari Jakarta sebagian ada yang tidur di lantai bus menghindari lubang AC di atas kepala.”



Sejak selesai dimodifikasi hingga saat ini, bus Banteng milik Aris kerap jadi obyek foto. Di sejumlah akun media sosial, tidak sedikit foto yang diunggah pemilik akun mendapat banyak acungan jempol. Aris yang juga punya usaha jual-beli bus itu mengaku belum punya rencana apapun untuk busnya. Dia ingin menikmati sendiri bus yang sudah sangat jarang ditemukan di jalan raya. “Sementara saya rawat dululah, kayaknya gak akan dijual. Sayang banget, keluarga saya juga senang dengan bus ini,” katanya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013