Minggu, 25 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
CURITIBA LANJUTKAN PROGRAM BUS HIBRIDA ELEKTRIK
 
11 Juli 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Kota Curitiba, Brazil menjadi kota pertama yang menggunakan bus Hibrida Elektrik dari Volvo. Kamis (7/7/16) Volvo mengumumkan ujicoba pertama bus Hibrida Elektrik generasi kedua di Amerika Latin sebagai bagian kampanye mereka terhadap isu transportasi massal berbahan bakar terbarukan. “Kami ingin mengembangkan kerjasama teknologi baru dan menekan tingkat polusi akibat emisi gas buang. Kami memikirkan sebuah solusi yang mengarah pada keuntungan untukorang banyak di atas kepentingan individu (trasportasi massal),” ujar Walikota Curitiba, Gustavo Fruet seperti dalam rilis yang diterima haltebus.com.

Kerja sama Volvo dan kota Curitiba telah berlansung sejak 2011 lalu dan ditandai dengan meluncurkan 60 unit bus Hibrida Elektrik generasi pertama Volvo di tahun 2012. Seperti dikutip dari curitibainenglish.com.br, kota itu menghabiskan R$600,000 untuk satu unit busnya, 60 persen lebih mahal dari bus diesel konvensional.

Teknologi listrik yang digunakan pada bus Volvo Hibrida Elektrik merupakan bagian dari kerja sama global antara Volvo dan Siemens. Kedua perusahaan itu tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan pengisian batere secara cepat selama operasional bus untuk mereduksi penggunaan bahan bakar fosil. Batere yang menggerakkan motor listrik, selain diisi melalui stasiun pengisian listrik, juga bisa diisi melalui energi yang dihasilkan saat bus mengerem.

Sementara Volvo 7900 Hibrida Elektrik yang dioperasikan adalah generasi kedua bus dengan emisi gas buang yang rendah atau tak ada sama sekali. Generasi kedua bus Hibria Elektrik ini diluncurkan di Eropa pada 2014 dan sudah dioperasikan di Gothenburg, Hamburg, Luxemburg dan Stockholm. Bus berapasitas 91 penumpang dengan desain moderen yang mengutamakan kenyamanan dan dilengkapi WiFi.

“Bus ini menjadi penanda langkah baru kami untuk terus mengkonsolidasikan Volvo electro-mobility project di Amerika Latin. Kami memiliki sejarah kerja sama yang panjang dengan kota Curitiba, yang menjadi markas Volvo di Amerika Latin ini,” demikian President Volvo Bus America Latin, Luis Carlos Pimenta mengungkapkan.

Bus Volvo 7900 Hibrida Elektrik ini diujicobakan di jalur Juvevê-Agua Verde untuk enam bulan. Rute yang ditempuh untuk jalur Juvevê-Agua Verde, terbentang sepanjang 11,2 kilometer dan mengangkut penumpang sekitar 2.200 orang per harinya. Bus yang ditawarkan Volvo memiliki fleksibilitas operasional, bisa dioperasikan 100 persen menggunakan tenaga listrik. Jika pemerintah kota Curitiba menginginkan, bus bisa diatur dalam posisi motor listrik yang bekerja saat melalui daerah yang menjadi area bebas polusi udara dan suara di sepanjang rute.

Volvo menyebut, penggunaan teknologi yang tengah dikembangkan itu mereduksi konsumsi bahan bakar minyak hingga 60 persen. Sementara pengurangan polusi udara akibat emisi gas buang bisa mencapai 75 persen dibandingkan menggunakan bahan bakar minyak. “Ini merupakan langkah baru dari kota Curitiba untuk menatap masa depan terkait isu energi terbarukan,” kata Fruet lagi.

Teknologi yang diggunakan bus adalah teknologi plug-in untuk pengisian batere listrik yang aman dilakukan saat penumpang naik dan turun di titik keberangkatan atau tujuan akhir. Stasiun pengisian batere ada di Jalan Menezes Dória, Distrik Hugo Langue tak jauh dari Agrarian Sciences Sector Universitas Federal Paraná. Stasiun pengisian listrik berkekuatan tinggi dibangun sepenuhnya oleh Siemens.

”Kami memiliki catatan sejarah demonstrasi dan pengembangan teknologi untuk solusi di bidang transportasi dengan kualitas yang tinggi dalam sistem transportasi, di satu sisi, dan mengarah pada permintaan global dan komitmen untuk mereduksi emisi gas buang di sisi yang lain,” ujar Pimenta menambahkan.

Selama ujicoba data kendaraan akan dimonitor secara telematik menggunakan Volvo Fleet Management System. Sistem yang digunakan akan memberikan informasi terkait konsumsi bahan bakar, emisi gas buang yang dihasilkan, jarak tempuh saat bus menggunakan 100 persen tenaga listrik dan saat bus menyerap energi listrik dari sistem pengereman. Data dan informasi kinerja bus juga dilengkapi dengan catatan tentang jumlah penumpang, dan data standar seperti pengereman dan akselerasi serta kurva kecepatan.

Bagian yang menarik dari ujicoba ini adalah, bus juga akan dipantau dengan Zone Management. Di wilayah tertentu yang sudah ditetapkan bus yang terhubung dengan Fleet Management System, akan beroperasi sepenuhnya dengan motor listrik. Daerah yang dilalui dengan mode motor listrik penuh seperti daerah yang padat pejalan kaki. Di daerah yang sudah ditentukan akselerasi bus dibatasi secara otomatis oleh sistem yang sudah diprogram sebelumnya. Pengemudi tidak akan bisa memacu bus dengan kecepatan maksimal, cukup 40 km/jam.

Ujicoba terhadap bus Hibrida Elektrik dari Volvo yang dilakukan di Curitiba sudah memasuki fase ketiga pengembangan teknologi bus hibrida elektrik. Program Volvo electro-mobility selain dikembangkan di Eropa juga dilakukan di Amerika Latin. Fase pertama saat Volvo menyiapkan produksi dan penjualan bus hibrida konvensional di Brazil. Fase kedua saat Volvo mendemonstrasikan bus gandeng hibrida untuk Curitiba. (naskah : mai/foto : Volvo Bus/curitibainenglish.com.br)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013