Sabtu, 23 September 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS SEMI OTONOM PERTAMA DI EROPA UNTUK AMSTERDAM
 
19 Juli 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Kemajuan teknologi dari hari ke hari demikian pesatnya. Isu otomatisasi kendaraan atau kendaraan yang berjalan otonom yang mulai bergulir di Eropa mulai menjadi kenyataan untuk transportasi bus. Setelah tahun lalu mengujicoba fitur pengendalian otomatis pada truk, kini Daimler AG mengumumkan bus Mercedes-Benz yang mengarah pada fitur autopilot/otonom.

“Sekarang kami menanamkan teknologi yang kami kembangkan pada truk, hampir dua tahun lalu kami perkenalkan, menjadi CityPilot yang terpasang pada bus kota. Teknologi ini memungkinkan banyak orang bepergian dari titik A ke B dengan cepat, tepat waktu dan nyaman. Keuntungannya bisa dinikmati opertaor bus, pegemudi maupun penumpangnya,” ujar Direksi Daimler AG yang membawahi Bus dan Truk, dalam rilis yang diterima haltebus.com, Senin (18/7/16).

Bus pertama yang beroperasi dengan fitur semi-otonom, CityPilot, beroperasi di Amsterdam. Bus semi-otonom ini mengambil 20 Km dari 70 Km, rute Bus Rapid Transit (BRT) Airport Line 300. Rute itu menghubungkan Bandara Schiphol dengan kota Haarlem dan terkoneksi dengan jalur yang menghubungkan kota Amsterdam.

Bagaimana bus ini beroperasi? Cukup menekan tombol fitur CityPilot pengemudi bus sudah menyerahkan kontrol pengendalian jalannya bus pada sistem otomatis. Tetapi jangan salah, pengemudi tidak bisa sembarangan menekan tombol auto pilot itu. Sistem yang dikembangkan Mercedes-Benz bisa mengidentifikasi situasi di sekitar bus apakah memungkinkan difungsikannya CityPilot. Untuk bus yang dioperasikan secara otomatis di Amsterdam, kondisi lalu-lintas memungkinkan dengan jalur BRT yang terpisah. Saat fitur CityPilot berfungsi, pengemudi tidak boleh menyentuh sistem kemudi seperti pedal gas dan rem serta roda kemudi. Sebab, sistem CityPilot masih memungkinkan intervensi pengemudi, ketika sistem kemudi yang ada tersentuh maka bus akan beralih ke mode pengendalian manual oleh pengemudi.




Peralatan dan perlengkapan bus yang tertanam dalam fitur CityPilot kebanyakan sudah diaplikasikan pada bus-bus Mercedes-Benz seri terakhir yang dipadukan dengan sistem otonom yang diujicobakan pada Truk tahun lalu. Sistem beroperasi berbasiskan navigasi Global Positioning System (GPS). Ada radar yang mendeteksi kendaraan dalam jarak dekat maupun jarak jauh. Kamera yang terhubung ke satelit memantu pengendalian bus yang dipandu GPS. Kamera pintar yang terkoneksi dengan sensor radar memberikan gambaran presisi kondisi di sekitar bus.

Sistem kerja yang dibangun untuk CityPilot demikian canggih. Sensor yang terkoneksi kamera juga bisa membaca lampu lalu-lintas dengan spesifik. Memang lampu merah lalu-lintas yang dipasang khusus, yang bisa diidentifikasi oleh CityPilot. Misalnya dua lampu menyala merah akan diidentifikasi sebagai berhenti, dan dua lampu putih akan teridentifikasi sebagai tanda bus bisa melanjutkan perjalanan.

Semua komunikasi data dalam sistem CityPilot dihubungkan dengan jaringan internet nirkabel (Wi-Fi). Bus bisa berjalan dalam situasi lalu lintas normal, melewati dua jembatan dan satu terowongan, Daimler menyebutnya dengan green wave. Mekanisme yang dibangun membuat bus tetap berada dalam jalurnya dan bus bisa dipacu dalam kecepatan 70 km/jam.

Saat berada di halte untuk menurunkan atau menunggu naiknya penumpang ke dalam bus, sistem CityPilot juga aman difungsikan. CityPilot mengidentifikasi kondisi mulai pintu dibuka, saat penumpang turun dan naik, serta pintu ditutup untuk melanjutkan perjalanan. Yang menarik saat bus berada di jalur yang padat, CityPilot bisa “melihat” lampu merah dan mengurangi kecepatan sampai berhenti dengan pengereman yang halus. Meski lampu berubah hijau, bus tetap di tempat saat masih “melihat” ada orang yang masih menyeberangi jalan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

Head of Daimler Buses, Hartmut Schick, mengungkapkan, produk baru dengan teknologi CityPilot menjadi produk bus tertinggi dari yang pernah mereka buat. Karena itu, kata dia, Mercedes-Benz di bawah bendera Daimler tak pernah ragu mengklaim bahwa mereka menjadi pionir teknologi maju dalam bisnis transportasi bus. “Keuntungan yang bisa dirasakan pelanggan kami dari sistem CityPilot sangat jelas : Bus Masa Depan yang kami tawarkan sangat efesien dengan tingkat stres yang rendah pada mesin. Ada dampak positifnya untuk biaya operasional dan perawatan, umur pakai kendaraan dan ketersediaan operasional,” ujar Harmurt Schick lagi.

Karakter pengereman yang ada dalam sistem CityPilot mengingatkan kita ada Active Brake Assist 3 yang dikembangkan pada bus Mercedes-Benz di tahun 2014 dan diaplikasikan pada 2015. Daimler berjanji sistem CityPilot ini menjadi cikal bakal bus masa depan yang mereka kembangkan. Tidak hanya terfokus pada sistem otomatisnya saja, tetapi juga pada mesin yang bebas emisi. Pengembangan yang dilakukan juga akan mempertimbangkan aspek legal yang terkait infrastruktur dan koneksitas yang tersedia dalam sistem BRT.

Di luar sistem CityPilot yang diperkenalkan, Daimler juga menyebut bus model Citaro yang menjadi model pionir untuk teknologi semi-otonom itu juga sangat menarik. Ada konsep yang menarik yang ditawarkan, dengan tiga area berbeda di dalam bus low-floor sepanjang 12 meter ini. Area di depan di seputar pengemudi di sebut area pelayanan, area kedua di tengah disebut area ekspres dan area ketiga di bagian belakang disebut area lounge. Area ekspres ditujukan untuk penumpang dengan tujuan dalam jarak dekat, sementara area lounge untuk penumpang dengan jarak terjauh.










Konsep yang diusung menawarkan kenyamanan untuk pengemudi dan penumpang. Pengemudi bisa dengan leluasa mengemudikan bus yang didukung dengan layar informasi sistem saat perangkat elektronik bekerja. Penumpang tak kalah dimanjakan karena ada fasilitas pengisian batere handphone nirkabel.

Daimler menyebut potensi pengembangan sistem BRT yang merka tawarkan cukup menjanjikan. Ada 180 jaringan BRT di berbagai benua dengan total bus yang beroperasi 40 ribu unit dan 30 juta penumpang yang diangkut per harinya. Tak salah jika Daimler menginvestasikan dana khusus untuk pengembangan bus masa depan ini. “Beroperasinya bus Mercedes-Benz dengan fitur CityPilot untuk masa depan ini sekali lagi menunjukkan keunggulan kami dalam bisnis transportasi bus. Kami menginvestasikan € 200 juta (sekiar Rp. 290 miliar) untuk portofolio bus masa depan kami,” kata Hartmut Schick. (naskah : mai/ foto : dok. daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013