Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAAT KAROSERI MENYAMBUT PERUBAHAN POLA TRANSPORTASI DI INDONESIA
 
12 Agustus 2016


(Jakarta – haltebus.com) Karoseri Rahayu Santosa membuat dua gebrakan menarik di tahun 2016 ini. Setelah meluncurkan model Jetliner Semi High Deck hampir dua bulan lalu, kini mereka memperkenalkan varian baru Jetliner High Deck yang diberi label S-Liner. “Kami ingin menghadirkan produk yang terbaik demi mendukung perkembangan dunia transportasi bus di negeri ini,” kata Direktur Teknik PT. Rahayu Santosa, Soeyono dalam rilis yang diterima haltebus.com, Kamis (11/8/16).

Sama seperti Jetliner High Deck, model S-Liner ini dikhususkan untuk bus bertenaga 300 HP ke atas dan mesin berkapasitas 9 ribu CC ke atas yang membutuhkan ruang mesin dan berdaya angkut lebih besar. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012, bus bertenaga besar dan berkapasitas mesin besar dengan GVW 18 Ton, Tinggi maksimum 4,2 meter dan panjang 13,5 meter sudah diakomodir.

Menurut Soeyono, bus ini hadir sebagai manifestasi visi PT. Rahayu Santosa. Model bisnis baru yang mereka terapkan, menempatkan mitra kerja sebagai stake holder. S-Liner dibangun melibatkan pelanggan mereka, yakni PO. Siliwangi Antar Nusa (PO. SAN) dengan dukungan semua supplier dan jajaran produksi di PT. Rahayu Santosa. “Kami ingin berkembang bersama-sama dengan pelanggan,” ujarnya.



S-Liner yang menjadi model pengembangan Jetliner ini mewakili gaya fleksibilitas. Dengan kaca depan ganda lebih runduk dan konstruksi rangka bus yang disempurnakan. Penyempurnaan dilakukan dengan pertimbangan estetika dan fungsi. Kaca depan bagian atas menawarkan sensasi berkendara bagi penumpang. Selain pandangan yang lapang, kontur bagian depan yang seperti kapsul mengingatkan kita pada bus-bus mewah di daratan Eropa. Elegan dan kental dengan kesan mewah.

Penampilannya yang tinggi dengan kaca depan ganda, membuat sebagian orang yang baru pertama kali melihatnya akan mengira bus S-Liner dan Jetliner High Deck adalah bus tingkat. Bahkan mungkin ada yang mengira bus itu buatan luar negeri. “Kami ingin menyiapkan diri, manakala jalan tol sudah selesai dibangun dan bus menjadi salah satu tulang punggung transportasi di Indonesia,” kata Manager Marketing PT. Rahayu Santosa.

Terobosan Karoseri Rahayu Santosa membaca tren bus di masa mendatang cukup menarik. Mereka melihat tren bus bertenaga besar di Indonesia adalah keniscayaan, seiring dengan perkembangan infrastruktur di tanah air. Panjang jalan tol yang terus bertambah, membuat perjalanan bisa semakin singkat.

Mari kita asumsikan jika jalan tol sudah menghubungkan antara Jakarta dan Surabaya, yang berjarak 768,3 Km. Jika bus bertenaga besar bisa berjalan dengan kecepatan konstan rata-rata 100 km/jam maka akan waktu tempuh hanya sekitar 8 jam. Sangat jauh berbeda dengan kondisi waktu tempuh bus saat ini, yakni antara 15 – 17 jam. Jalan tol memangkas perjalanan hanya separuh waktu tempuh jika dibandingkan sebelum adanya jalan tol.

Kondisi seperti di atas mau tak mau menggeser tren dan pola pergerakan orang. Moda transportasi bus bisa bersaing kembali dengan moda transportasi kereta api. Untuk jarak Jakarta – Surabaya, saat ini kereta api memakan waktu 9 – 10 jam, itu artinya sama dengan perjalanan bus yang bisa konsisten di angka 70 – 80 km/jam. Peluang untuk bus berkapasitas mesin dan tenaga besar, semakin terbuka, karena dengan bus jenis ini, konsistensi kecepatan dalam rentang waktu yang panjang bisa dicapai.

Dalam rilisnya, PT. Rahayu Santosa mengklaim menjadi salah satu karoseri besar, pionir bus bertipe High Deck (lantai tinggi) bergenre coach (penjelajah) di tahun 2015. Saat itu mereka meluncurkan bus Maxi 3-axle Jetliner High Deck milik PT. Putra Pelangi Perkasa. Enam unit Jetliner HD Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 yang dioperasikan untuk jalur Medan – Banda Aceh, menjadi bus pertama di Sumatera yang berkaca depan ganda. Kaca ganda di bagian depan, saat ini tengah menjadi tren model bus di tanah air.

Chryst berharap inovasi PT. Rahayu Santosa untuk pengembangan model Jetliner ini bisa terserap pasar. Harapan itu didasari adanya keterlibatan pelanggan dalam penyempurnaan model untuk chassis bertipe besar yang belakangan juga mulai meningkat permintaannya. Menurut dia, salah satu filosofi bisnis PT. Rahayu Santosa adalah, berkembang bersama untuk kepuasan pelanggan. Pelanggan bisa ikut terlibat dalam proses desain produksi, tak hanya sekedar diposisikan menjadi mitra bisnis mereka.

Selain bus High Deck, PT. Rahayu Santosa memproduksi bus Semi High Deck yakni Jetliner. Jetliner varian Semi High Deck dibuat untuk memenuhi permintaan bus berkaca depan ganda yang bisa dipasang pada chassis bus dengan GVW 15 – 16 Ton. Pada model Jetliner Semi High Deck, bus bisa dibangun dengan panjang 12 meter dengan tinggi 3,7 meter. Bus juga bisa dioperasikan sebagai bus Antar Kota Antar Provinsi maupun Pariwisata. “Tren bus dengan kaca ganda sangat diminati. Inilah yang membuat kami memutuskan mengakomodir keinginan pasar yang cukup besar potensinya untuk varian Semi High Deck,” ujar Chryst lagi.

Sejauh ini menurut Chryst, sedikitnya delapan perusahaan bus sudah memesan lebih dari 60 unit bus berkaca ganda baik untuk Jetliner Semi High Deck sejak dilempar ke pasar kwartal pertama 2016. Sementara untuk S-Liner High Deck, dia berharap pemesanan dan produksi secara massal sudah bisa dilayani dengan maksimal di awal tahun depan. PT. Rahayu Santosa menargetkan, menjelang tutup tahun jumlah pemesanan Jetliner High Deck, S-Liner High Deck dan Jetliner Semi High Deck bisa bertambah.(naskah : mai/ foto : dok. Karoseri Rahayu Santosa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013