Selasa, 18 Juni 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KARAKTER BARU ALL NEW LEGACY : SR-2
 
13 Agustus 2016


(Tangerang Selatan – haltebus.com) Karoseri Laksana meluncurkan konsep baru desain bus. Mereka memperkenalkan model bus yang 100 persen asli dirancang sendiri, mulai desain eksterior hingga interior. “Kami ingin menghadirkan Model All New Legacy SR-2 menjadi model yang berani tampil beda, model desain karya bangsa Indonesia,” ujar Stevan Arman dari Karoseri Laksana, dalam sambutan peluncurannya, Jumat (12/8/16).

All New Legacy SR-2 adalah model generasi keempat dari keluarga Legacy yang pertama kali diluncurkan pada 2010. Saat itu, Karoseri Laksana mulai berani memunculkan produk premium dengan tampilan yang khas. Tradisi ini berlanjut hingga enam tahun kemunculan pertama kali model Legacy.

Apa yang menarik dari All New Legacy SR-2? Desain yang dinamis memiliki arti tersendiri bagi desainernya, Kus Ririn dan tim. Desain bus meliputi elemen : Kenyamanan dan Keamanan, Kestabilan Bodi, Kokpit yang terintergasi dan Pandangan keluar yang lapang. “Sebelum membuat model ini kami di internal Laksana sepakat membuat model yang beda secara keseluruhan,” kata dia mengungkap konsep dasar desainnya.











Berbeda namun tak meninggalkan karakter keluarga Legacy. Ada beberapa sudut pengamatan untuk anda yang ingin melihat ciri khasnya. Pertama lihat secara frontal dari depan, ikuti lekuknya maka akan terlihat garis yang mirip antara Legacy hingga All New Legacy SR-2. Titiknya ada di ujung lampu utama di kedua sisi, ada pembedaan permukaan. Begitu pula dengan pembedaan wajah atas dan bawah.


Kedua, lihatlah bagian belakang secara frontal. Garis garis bodi keluarga Legacy dengan mudah dilihat. Guratan pada kaca belakang All New Legacy SR-1 dan All New Legacy SR-2 masih memiliki garis yang sama. Ada sedikit perbedaan di bagian lambung atas di bawah kaca yang cenderung lebih menggelembung.



Nah ada lagi cara ketiga yang membutuhkan daya pengamatan ekstra. Coba amati sisi samping mulai dinding lambung sampai kaca bagian atas. Jika beruntung, akan terlihat bentuk tinggi kaca dan lambung sama dengan All New Legacy SR-1. “Kami banyak mengubah penampilan lewat perubahan dan permainan asesoris tambahan. Seperti di bagian luar di aksen pilar pertama yang mewakili huruf L. Pada atap kami buat bentuk baru berkesan mengambang, menambah gagah penampilan. Secara garis besar kami masih mempertahankan benang merah di antara model keluarga Legacy,” kata Riri, sapaan akrab Kus Ririn lagi.













Riri mengungkapkan, jargon 100 persen desan bangsa Indonesia buka pepesan kosong. Bisa dipastikan lampu depan dan lampu belakang tak ada di pasaran seperti saat ini. Dia menyebut, Karoseri Laksana mendesain lampu sendiri, bukan membeli lampu yang ada di pasaran.
Di bagian interior juga sepenuhnya dibuat di Ungaran. “Kami mendesain dan membuat louver AC lengkap dengan lampunya. Begitu juga dengan bagasi atasnya. Bukan hal yang mudah membuatnya,” katanya.

Untuk hal yang satu ini, Stevan menekankan, Karoseri Laksana bisa mencapainya berkat dengan kelengkapan peralatan yang mereka miliki. Dalam All New Legacy SR-2, kata dia, ada watermark produk Laksana yang kental. “Untuk atap kami mengusung konsep floating roof. Konsep baru. Nah di lampu belakang anda akan menemukan huruf L sebagai logo kebanggaan Laksana,” ujar dia mengungkapkan desain barunya.

Kemampuan Laksana membuat komponennya sendiri mengugah rasa penasaran Direksi PT. Metro Multi Transportasi. Selama dua hari pameran mereka mencermati satu per satu dua unit All New SR-2 yang dipajang. Yang satu di atas chassis Scania K360IB/4x2 dan satunya Hino RN-285. “Desain baru Laksana tipe SR-2 ini menurut saya sangat inovatif dan modern. (Secara) fisik berubah total kesan SR-1 sudah hilang,” kata salah satu Direksi PT. Metro Multi Transportasi, Ribby Raharto.

Dia dan tim PT. MMT cukup terkesan dengan inovasi Laksana. Berani tampil beda, bisa membuat kejutan untuk pelaku usaha transportasi bus melalui All New Legacy SR-2. Ribby menyatakan kekagumannya dengan konsep berbeda yang dianut Karoseri Laksana. Di tengah-tengah bus berkaca ganda yang sedang banyak menjadi perhatian orang, karoseri yang berbasis di Ungaran, Semarang ini yakin dengan desain berbeda. “Kalau masalah kaca ganda itu (soal) selera dan image,” kata dia.

Peluncuran All New Legacy SR-2 juga menandai era Karoseri Laksana kini mulai berani memproklamirkan busnya sebagai 100 persen karya bangsa Indonesia. Semoga kemajuan yang dicapai Karoseri Laksana ini bisa mendorong karoseri lain ikut memproklamirkan diri sebagai pembuat bus asli Indonesia. Jika semua karoseri bisa membuat komponen eksterior dan interior sendiri masyarakat akan semakin diuntungkan, investasi pengusaha untuk membuat bus jadi lebih murah dan ongkos naik bus juga bisa murah. Minimal bisa merasakan kenyamanan naik bus dengan ongkos terjangkau. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013