Senin, 21 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PANORAMA YANG LUAS DI DALAM JETBUS 2+ SKYVIEW
 
31 Agustus 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Inovasi selalu menghasilkan produk-produk yang memanjakan konsumen. Inovasi yang dilakukan karoseri pembuat bus tentu dinanti konsumen mereka baik operator bus maupun penumpang bus. Prinsip ini yang dianut oleh Karoseri Adiputro, Malang, dalam setiap model terbaru yang mereka rilis. “Kami ingin menghadirkan sensasi untuk penumpang dengan atap bus berlapis kaca,” kata David Jethrokusumo kepada haltebus.com di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2016 di International Convention Exhibition, Tangerang Selatan, Kamis (18/8/16).

Aplikasi kaca pada atap bus, pernah dibuat oleh Karoseri Morodadi Prima untuk model New Patriot milik PO. Safari Dharma Raya. Sayangnya produk yang unik itu tidak berlanjut pada produksi massal. Kini Karoseri Adiputro membuat terobosan dengan menyiapkan produk bus beratap kaca sebagian untuk diproduksi secara massal. Setidaknya selama pameran, David mengaku mendapat beberapa pesanan bus Jetbus 2+ Super High Deck (SHD) varian Skyview, sebutan untuk bus beratap kaca sebagian.

Banyak hal menarik pada atap kaca yang diaplikasikan pada Jetbus 2+ SHD yang dibangun di atas chassis Scania K410IB/6x2*4 milik PO. Bintang Sempati, Medan. Ada pengatur elektrik yang memungkinkan kru bus mengatur tingkat kebeningan kaca yang membujur di sepajang koridor di kabin penumpang. Hanya dengan memencet satu tombol, kaca bisa diatur dengan dua pilihan, bening atau putih seperti susu. Di kala cuaca panas dan matahari terik, kru bus bisa mengaktifkan mode yang mengubah kaca yang bening menjadi seperti putih susu, sehingga mengurangi cahaya yang masuk.

 

Manager R & D Karoseri Adiputro Eko Widianto mengungkapkan, pihaknya memasang pengatur cahaya elektrik panoramic untuk mengurangi cahaya yang masuk. Menurut dia, pengaturan ini diperlukan agar suhu di kabin penumpang bisa tetap terjaga. “Sepanjang perjalanan dari Malang ke Jakarta untuk ke GIIAS ini tidak ada masalah. Biasanya kalo bus terasa panas yang paling cerewet ya pengemudinya, nah kemarin saya tanya, dia bilang gak ada perubahan, sama dinginnya dengan bus lain,” ujarnya.

Aplikasi atap kaca pada Jetbus 2+ Skyview cukup menantang tim desain dan produksi Karoseri Adiputro. Tingkat kesulitannya dua kali lebih tinggi dari pengerjaan bus biasa. Setidaknya ada dua tantangan yang kasat mata. Pertama, menjaga suhu kabin penumpang tetap sejuk. Kedua, komponen AC yang dipasang di bagian belakang bus, tepat di atas ruang mesin. Selain harus menjaga suhu tetap sejuk, pemindahan komponen AC ini baru pertama kalinya dilakukan untuk selain bus tingkat.




Selama pameran AC bus dan atap kaca ini yang paling “menjual” diantara produk yang ditampilkan Karoseri Adiputro. Beberapa pelanggan melihat cara kerja atap panoramic elektrik itu. Begitu pula dengan bagian AC yang berpindah ke belakang. “Puji syukur, kami gak mengira tanggapan pelanggan cukup lumayan. Tahun ini sepertinya SPK (surat perintah kerja untuk memulai produksi) lebih banyak dari tahun lalu,” katanya.

Kemasan bus yang sudah terjual ke PO. Bintang Sempati menarik. Meski eksterior dan tampilan bus tak banyak berubah, pemilihan warna dan postur tinggi dengan kaca depan ganda banyak menarik perhatian orang. Masih banyak pengunjung yang rupanya belum pernah melihat bus berkaca depan ganda. “Waaah tampilannya memang beda, kayak bus di luar negeri,” ujar Wisnu Krisnanto yang spontan langsung berfoto bersama temannya.



Di kabin penumpang, selain atap kaca, deretan kursi putih senada dengan warna plafon dan bagasi atas bus yang tertutup rapi sedap dipandang. Ada empat meja berhadap-hadapan di bagian belakang bus. Ruang istirahat kru bus di atas mesin, di bagian dalam bus, disulap menjadi mini bar. Seluruh kursi bus dilengkapi dengan monitor LCD yang menjadi sarana hiburan penumpang. “Nantinya setelah pameran kira-kira kursinya sama seperti ini, hanya kursi yang berhadapan dirombak menghadap depan, untuk melayani penumpang reguler,” begitu David menjelaskan.

Ruang istirahat kru bus yang biasanya ada di bagian paling belakang kabin penumpang, dipindah tepat di samping pengemudi. Inilah salah satu perubahan desain interior yang diperkenalkan Karoseri Adiputro dalam GIIAS 2016. Tangga masuk dari pintu depan dibuat berbelok, dan kursi asisten pengemudi difungsikan seperti pintu di jalur keluar-masuk penumpang.

Dua perubahan besar dilakukan Karoseri Adiputro di usianya 43 tahun. Inovasi ini semata-mata dilakukan untuk memberikan pelayanan pada pelanggannya. Menurut David, perubahan-perubahan produk yang dilempar PT. Adiputro Wirasejati sudah diperhitungkan baik secara produk maupun waktunya. Strategi itulah yang membuat karoseri yang dibangun di Malang dari sebuah bengkel kerja kecil menjadi salah satu pemimpin pasar di transportasi bus. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013