Rabu, 14 April 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MENGUJI KOLABORASI TIGA S DI PENGUNUNGAN BUKIT BARISAN
 
08 September 2016


(Bengkulu – haltebus.com) Peluncuran bus baru PT. SAN Putra Sejahtera ditandai dengan berbagai acara yang menarik. Selain pengenalan kepada pelanggan lewat kontes foto dan melihat langsung bus terbaru buatan Karoseri Rahayu Santosa model S-Liner High Deck di atas chassis Scania K360IB/4x2 Opticruise, ada pula tes jalan di dalam kota Bengkulu dan keluar kota sejauh sekitar 60 Kilometer.

“Kepada para tamu undangan dipersilahkan memilih armada untuk keliling kota atau ke perbatasan Kepahiang untuk ikut mencoba bus terbaru PO. SAN,” ujar Buyung Bontal pembawa acara peluncuran bus PO. Siliwangi Antar Nusa, di Rawa Makmur, Bengkulu, Senin (15/8/16).

Peluncuran itu menandai bergabungnya dua armada baru Scania K360IB/4x2 Opticruise dari lima unit bus yang direncanakan. Bus milik PT. SAN Putra Sejahtera berbodi S-Liner itu menjadi dua unit pertama yang dibuat Karoseri Rahayu Santosa sebagai bagian kerjasama pengembangan model terbaru mereka berbasis Jetliner.



Jajaran Pegunungan Bukit Barisan yang membatasi Provinsi Bengkulu dengan provinsi-provinsi lain di sekitarnya tak menghalangi Scania K360IB/4x2 Opticruise milik operator bus berlabel Siliwangi Antar Nusa (SAN) itu. Kelincahan bodi S-Liner yang bongsor dengan tinggi 3,9 meter dan panjang 12,8 meter itu teruji saat haltebus.com ikut menyicipi pegunungan di sisi Timur Kota Bengkulu.

Hasanudin Siregar, pengemudi pertama yang menghela mesin Scania DC13 108 enam silinder segaris, berkapasitas 13 ribu CC dan bertenaga 360 HP, tak mengalami kesulitan menghadapi medan yang menanjak, sekitar 20 Km lepas Kota Bengkulu. Tangannya sesekali memijit tombol dengan panah ke atas dan bawah untuk menyesuaikan posisi persneling menjaga akselerasi mesin agar stabil saat menanjak.

Posisi persneling gigi tertinggi saat melahap tanjakan ada di angka 5 dan 3 saat bus harus melalui kelokan yang menanjak curam atau mengurangi kecepatan secara ekstrem akibat berpapasan dengan kendaraan besar lain di ruas jalan yang sempit dan berliku itu. “Mengemudikan bus Scania Opticruise ini tidak mudah capek fisik, tetapi kita harus konsentrasi penuh, jadi pikiran kita yang bekerja keras,” kata pria yang akrab disapa Regar, saat ditanya haltebus.com di sela-sela rehat tentang bagaimana mengemudikan bus barunya.

Regar yang baru pertama kali dipilih menjadi pengemudi pertama bus Scania K360IB/4x2 Opticruise itu mengaku, beban kerjanya secara fisik lebih ringan, tidak seperti saat mengemudikan bus dengan transmisi manual. Transmisi Opticruise dari Scania memudahkannya mengontrol akselerasi karena sifatnya yang automated transmission (semi-otomatis). Ada tujuh percepatan maju dan satu percepatan mundur dilengkapi retarder untuk membantu mengurangi kecepatan.

Lalu bagaimana dengan bodi bus? Regar sangat senang dengan bus model baru Karoseri Rahayu Santosa. Secara penampilan bus sangat terlihat berbeda dengan model-model bus dalam jajaran armada yang dimiliki PO. SAN. Meski berbadan bongsor, dia mengaku tak kesulitan dalam bermanuver. Hanya dia harus memperhatikan ketinggian pohon dan ranting-rantingnya yang menjorok ke jalan, agar tak tersambar. “Busnya enak dikemudikan, lewat tanjakan, tikungan, tak ada masalah. Lumayan untuk bus yang tinggi, tetapi rasanya tidak ada bedanya dengan bus yang saya bawa sebelumnya,” ujarnya.

 

Akhirman, pengemudi dua, yang menggantikan Regar dalam perjalanan pulang juga terlihat santai saat melalui jalan yang terus menurun selama satu jam perjalanan. Posturnya yang lebih kecil dibandingkan Regar tak menghalanginya mengemudikan bus berpostur besar. Posisi duduknya nyaman dengan kursi dan roda kemudi yang bisa diatur ketinggiannya. Selama perjalanan retarder lima percepatan selalu dimainkan pria berkumis itu. Fitur Downhill Auto Speed Control (DASC) juga menjaga kecepatan bus pada posisi aman saat menuruni pegunungan.


Dalam satu kesempatan, pendiri PO. SAN, Hasanuddin Adnan pernah mengungkapkan, fitur downhill dan retarder yang ada pada bus Scania membantunya dalam menekan biaya perawatan. “Kanvas rem kami ganti setelah lewat 200 ribu Km, ban belakang pun lebih awet karena rem tak banyak bermain,” ujar dia.




Nilai positif perpaduan Scania dan S-Liner juga dirasakan Direktur Utama PT. SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan. Pada perjalanan perdana bus dari Jakarta ke Bengkulu, Selasa (9/8/16). Dia menempatkan diri mengemudikan bus dari kantor perwakilan PO. SAN di Pulomas hingga tempat peristirahatan Tol Jakarta - Merak di Karang Tengah, Tangerang. “Dipacu 100 Km/jam sangat smooth (halus), sampai saya gak sadar kecepatan sudah 100 Km/jam. Suara dari luar juga kedap,” kata pria yang akrab disapa Sani itu.

Sempat merasakan bus agak sedikit terasa membuang di belokan panjang, Sani menilai hal itu diakibatkan ketinggian suspensi udara yang masih harus disesuaikan. Ada catatan yang perlu diperhatikan pihak RS dari ayah tiga anak ini. “Interiornya masih perlu diperhatikan kerapiannya,” begitu dia menegaskan. Sementara itu, satu-satunya catatan pengemudi terhadap kendala yang mereka rasakan saat mengemudi adalah kacanya yang lebar di saat-saat tertentu membuat mereka kepanasan atau silau akibat sinar matahari. Meski sudah dipasang pelapis, hawa panas masih menembus.


 
 
Model S-Liner dengan tipe High Deck (Lantai Tinggi) yang dirancang untuk bus dengan Gross Vehicle Weight (GVW) bertonase 18 Ton ke atas. Stabilitas pengendalian saat bermanuver di jalan berkelok-kelok menjadi keunggulan yang dijual karoseri Rahayu Santosa. “Kami memang mempersiapkan varian High Deck ini untuk bus-bus bertenaga besar, keseimbangan tenaga bus dan bobot, menjadi kunci yang kami pegang,” kata Manager Marketing PT. Rahayu Santosa, Chrystianto Sutardy.

Populasi bus bertenaga di atas 300 HP dan GVW di atas 18 Ton meningkat dua tahun terakhir. Dua pabrikan bus, Scania dan Mercedes-Benz berlomba-lomba memberikan yang terbaik untuk pelanggan mereka di segmen ini. Karoseri pun tak ketinggalan pula menyiapkan bodi-bodi bus yang cocok dengan segala medan jalan yang dilalui pemilik armada bus. setidaknya di bulan Agustus 2016, tiga model bus terbaru diluncurkan, dua model lainnya meluncur pada Maret lalu. Nah, keuntungan terbesar dirasakan penumpang bus, perjalanannya menjadi nyaman. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013