Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS PELOPOR KESELAMATAN DAN KENYAMANAN DILUNCURKAN
 
28 September 2016


(Jakarta – haltebus.com) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencanangkan program Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (24/9/16). Program ini adalah rangkaian program pembenahan transportasi bus yang tengah dilakukan Kementerian Perhubungan. “Kita tahu jalan itu tetap, tidak tambah, tapi penduduk bertambah, ada kecenderungan rakyat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Nah kami ingin semua saudara kita itu menggunakan bus,” kata Budi Karya seperti ditulis tempo.co saat pencanangan program.

Kementerian Perhubungan tidak sendiri, ada Organisasi Angkutan Darat (Organda), Pengusaha otobus dan Korps Lalu-lintas Polri yang juga ikut hadir dalam upacara pencanangan ini. Menurut Budi, program Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan penting untuk kenyamanan penumpang.

Karena itu Budi menegaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan operator bus, seperti kondisi bus seperti ban, rem, sabuk pengaman, speedometer dan kaca sebagai salah satu indikator keselamatan. Juga adanya pelatihan pengemudi dan kru bus baik terkait keselamatan maupun saat menangani situasi darurat. Budi mengungkapkan, dari program ini akan ada pemeringkatan perusahaan bus. Tahun ini Bus Pelopor Keselamatan sifatnya masih anjuran. Statusnya akan ditingkatkan menjadi wajib bagi setiap operator bus di tahun depan.

Dia berharap, program ini bisa menurunkan angka kecelakaan lalu-lintas dan memperbaiki kualitas pelayanan moda transportasi umum semakin baik dengan tarif yang terjangkau. Menurut Budi, masyarakat bisa naik bus sambil berwisata menikmati perjalanan. Dia berharap program Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan juga bisa mendorong pengusaha memperbaiki armadanya.

Ada sembilan perusahaan bus yang berpartisipasi sebagai Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan ini. Ada PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, PT. Big Bird Pusaka, PT. SAN Putra Sejahtera, PT. Anugrah Mas (Agramas), PT. Majulancar Prima, PT. Gunung Harta Transport Solution, PT. Efesiensi, PT. Bintang Sempati, DAMRI dan PPD.

Dalam kesempatan itu Budi melihat dari dekat armada bus yang juga ikut dipajang di tempat upacara pencanangan. Menhub menyempatkan “Saya lihat busnya oke banget. Bahkan ada yang dari Pekanbaru sampai ke Jogja dengan tarif yang murah, Rp 560 ribu. Dan bila naik bus yang bagus kan kita sambil berwisata,” katanya seperti dikutip dari jawapos.com.



Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Pudji Hartanto menuturkan program Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan mengajak pengusaha angkutan, pengemudi dan pihak terkait lainnya menyadari penting keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan angkutan umum dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan menurunkan tingkat pelanggaran," ujar Pudji seperti dikutip dari antaranews.com.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen. Agung Budi Maryoto menambahkan, program bus pelopor keselamatan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. “Harapannya moda transportasi masyarakat berubah dari mobil pribadi ke angkutan umum,” kata jenderal berbintang dua itu.

Pengamat Transportasi Publik dari Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Soetijowarno menyambut baik langkah Kemenhub ini. Namun, dia menekankan pentingnya Kementerian Perhubungan memperhatikan Rencana Strategis Jangka Menengah dan Panjang. Menurut dia, yang terpenting adalah memperhatikan isu sentral transportasi di darat. “Dalam Rencana Strategis Kemenhub hanya ada dua isu strategis, konektivitas dan transportasi umum,” ujarnya.

Apa yang dimaksud konektivitas dan transportasi umum? Menurut Djoko, pembangunan tidak akan berhasil secara maksimal tanpa ada konektivitas antar daerah. Sarana transportasi mengambil peran penting dalam konektivitas.

Dalam pandangan Djoko sangat penting pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana transportasi umum. Di pedesaan, kata dia, rakyat dibiarkan mencari jalannya sendiri untuk bepergian tanpa disiapkan sarana dan prasarana transportasinya. Yang terjadi kemudian, kata dia, mereka memilih kendaraan pribadi, khususnya roda dua dan angkutan pedesaan dibiarkan mati perlahan. Ketika transportasi umum hilang dari peredaran, maka konektivitas masyarakat yang menjadi tanggungjawab pemerintah dalam kewenangan transportasi menjadi tidak relevan. Djoko menyebutkan, di pedesaan kini banyak ditemui angkutan barang digunakan untuk mengangkut orang.

Dia mengungkapkan, ada rencana pemerintah untuk membangun transportasi massal perkotaan berbasis rel di 10 kota. Ada rencana pembangunan bus rapid transit di 34 kota dengan skema subsidi pemerintah pusat. “Sistem kelembagaan, penguatan SDM penyelenggara transportasi umum dan busisness plan perlu diajarkan kepada Pemda yang akan menata transportasi umum melalui BRT, sayangnya program transportasi umum bukan program yang seksi bagi kepala daerah. Pasalnya tidak banyak memberi manfaat langsung bagi kepala daerah,” katanya.

 

Sementara itu, Direktur PT. Maju Lancar Mandiri, Adi Prasetya berharap program Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan bisa berlanjut dan tak menjadi slogan semata. Menurut dia, kegiatan semacam ini menjadi momentum pengusaha bus untuk memperbaiki pelayanan dan memperhatikan keselamatan penumpang. “Untuk PO. Maju Lancar, kami berharap dengan ikut program ini kepercayaan masyarakat terhadap kami bisa meningkat. Dari sisi kru bus, mereka juga ikut menaruh perhatian karena perusahaan kami ikut sebagai pelopor keselamatan,” kata pria yang akrab disapa Didit.

PT. Majulancar Prima, menurut Didit, sangat mendukung program pemerintah untuk perbaikan transportasi bus. Karena itu, dia berharap, sosialisasi program Bus Pelopor Keselamatan bisa berjalan dengan baik. Sehingga, kata dia, prinsip reward and punishment bagi perusahaan yang sudah menjalankan dan yang tidak menjalankan juga jelas.(naskah : mai/foto : mai/jawapos/pikiran-rakyat.com/istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013