Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS ALUMUNIUM YANG MASIH BERTAHAN DI JAKARTA
 
30 Juli 2011


(Jakarta – haltebus.com) Senin (18/7/11) tiga unit bus terlihat terparkir rapi di terminal Kampung Melayu, Jakarta. Setiap datang satu bus, bus yang parkir terdepan berangkat. Begitu seterusnya hingga jumlahnya tidak melebihi tiga unit saja. Tak terasa sudah 20 tahun sejak didatangkan ke Indonesa, bus-bus reguler itu melayani penumpang di Jakarta. “Saya ikut bus ini dari sejak pertama kali datang ke Indonesia tahun 1991,” ujar Sugito pengemudi bus PPD 213 saat ditemui haltebus.com.


Bus yang dikemudikan Sugito adalah bagian dari bus-bus yang didatangkan dari Australia, yang dibuat perusahaan Karoseri Volgren. Bus-bus ini secara khusus didatangkan ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bus yang layak untuk melayani tamu-tamu negara saat KTT Gerakan Non Blok di Jakarta tahun 1991. Ada yang didatangkan dalam bentuk Completely Built Up (CBU) ada pula dalam bentuk Completely Knock Down
(CKD)



Sugito terlihat sumringah saat diminta menceritakan pengalamannya mencari nafkah bersama bus ini. “Bus ini bisa bertahan hingga 20 tahun karena memang kualitasnya bagus, dan kedua perawatannya,” ujar pria kelahiran Kutoarjo 49 tahun silam ini.


Bus-bus berkaroseri Volgren menggunakan plat alumunium yang ringan dan tahan korosi. Saat bus didatangkan, bodi bus Mercedes-Benz yang beredar di Indonesia adalah OH 306 Prima berbasis chasis Mercedes-Benz OH 1518. Sedangkan bodi bus Volgren ini berserial produk OH 408 dengan basis chasis OH-1518/51.
“Waktu baru beroperasi, bus ini pokoknya gak kalah sama sedan. Tarikannya enteng, koplingnya juga enteng. Bawanya nyaman,” kata Sugito lagi.

Inilah era baru bus kota Jakarta. Untuk bus reguler, kabin penumpangnya hanya untuk 42 penumpang duduk, dengan konfogurasi kursi 2 di sisi kiri dan 2 di sisi kanan memanjang enam baris. Dengan konfigurasi demikian ruang di tengah bus, yang diapit jajaran kursi lebih lapang. Belum lagi masih ada ruang lowong tepat di depan kursi deretan belakang bus. Bus buatan Volgren ini bisa menampung penumpang berdiri lebih banyak dibandingkan bus pada umumnya saat itu.


Sementara untuk bus Patas AC, kabin penumpang didesain hanya untuk penumpang yang duduk. Gang antara deret kursi di sisi kanan-kiri bus dengan konfigurasi kursi 2-3 sangat sempit. Agar bisa berjalan, tak jarang penumpang harus berjalan menyamping melewati gang.






Selain bus bernomor rute 213, ada bus bernomor rute 916, P-45, P-37,P-AC 11, P-AC 17 yang masih menggunakan bodi Volgren. Saat baru datang ke Indonesia, bus-bus berbodi Volgren menjadi favorit penumpang, seperti di rute Reguler 10,11 dan 12. Ada pula bus P-42, P-43, P-44 dan lain-lain, serta masih ada lagi P-AC 01, P-AC 08, P-AC-12 dan seterusnya. Tak ketinggalan pula bus Sekolah Pasar Baru - Blok M dengan kode RMB (rute model baru). Ternyata jika dirunut-runut ada juga ya nilai sejarah sebuah bus....(mai-bay/foto: mai-bay)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013