Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SWEDIA CARI PELUANG BISNIS TRANSPORTASI DI INDONESIA
 
06 Oktober 2016


(Jakarta – haltebus.com) Pemerintah Swedia siap mengingkatkan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia di sektor transportasi. Menteri Perdagangan Swedia, Ann Linde, awal pekan ini mengunjungi beberapa pejabat terkait dalam lawatannya ke Jakarta. “Saya kira pertemuan ini untuk mencari peluang kerja sama lebih erat, khususnya dalam keberlanjutan transportasi dan infrastruktur,” ujar dia usai bertemu dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Kantor Kemenhub, Selasa (4/10/2016) seperti dikutip dari detik.com.

Menurut Linde, selama berada di Jakarta dia melihat banyak bus buatan pabrikan Swedia yang lalu-lalang. Menurut dia sejumlah perusahaan juga tertarik menawarkan solusi dalam rangka mengatasi kemacetan di Jakarta. Perusahaan yang bergerak di bidang manajemen transportasi Swedia menawarkan solusi seperti Electronic Road Pricing (ERP) dan sudah mengikuti proses tender Pemprov DKI Jakarta.

Anna mengungkapkan, pihaknya melihat peluang untuk memperkuat kerja sama bisnis. Mereka melihat komitmen Presiden Joko Widodo mengejar ketertinggalan di sektor transportasi dan infrastruktur. “Saat ini ada beberapa bus Swedia di Jakarta seperti Scania, saya pikir ini akan lebih banyak kesempatan bisnis dan kerja sama. Ini kabar baik,” katanya.

  

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam kesempatan pertemuan itu langsung meminta Pemerintah Swedia mendorong pabrikan bus membangun pabriknya di Indonesia. “Swedia punya banyak hubungan baik dengan Indonesia, dan saya harap hubungan baik ini jangan hanya terbatas kita sebagai user (pembeli). Tadi saya sampaikan kalau ada Scania dan Volvo, kalau bisa suatu hari ini nanti bisa bangun pabrik di sini,” kata Budi.

Pemerintah Swedia cukup aktif menawarkan solusi mengatasi masalah transportasi. Di India misalnya, dua pabrikan asal Swedia (Scania dan Volvo) mendirikan pabrik pembuatan chassis bus dan truk di sana. Scania dan SwedFund membuat skema kerja sama dengan pemerintah India untuk penataan transportasi di sejumlah kota di negeri itu. Akhir Maret 2015, saat peresmian fasilitas produksi Scania di Narasapura juga diresmikan Pilot Project Bus Kota Berbasis Biogas Untuk Karnataka. Ada fasilitas produksi biogas juga yang diresmikan saat itu. Volvo juga tak kalah sigapnya, mereka gencar memasarkan bus kota berbasis tenaga listrik maupun bus hibrida di beberapa negara Eropa.

Sementara itu, saat berkunjung ke Balaikota Jakarta, Senin (3/10/16) Ann Linde juga menyampaikan hal yang sama. Menurut dia, kedatangannya ke Jakarta bersama sejumlah pengusaha yang bergerak dibidang solusi transportasi ingin mendekatkan Jakarta dan Stockholm. Dia berharap kerja sama korporasi asal Swedia bisa memberikan solusi terbaik untuk Jakarta. “Kami mendengar dari bapak Gubernur bahwa Jakarta sedang mengembangkan Smart City, digitalisasi, transparansi dalam rangka memerangi korupsi dan membuat kualitas hidup warga Jakarta lebih baik. Semoga bisa sesuai dengan apa yang kami tawarkan,” katanya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku, sudah lama mendambakan bus kelas dunia hadir di jakarta. Dia memamerkan bus low deck (berlantai rendah) yang masih dalam proses pembelian oleh PT. Transjakarta. Scania K250UB/4x2 berkelir biru dengan corak baru PT. Transjakarta. “Kita akan beli bus seperti ini, bus berstandar dua. Seharusnya kita sudah punya bus seperti ini sejak dulu, saya gak habis pikir mengapa kita beli bus harus naik-naik,” kata dia.

Menurut Direktur Utama PT. Transjakarta, pihaknya tengah memproses pembelian bus berlantai rendah sebanyak 300 unit. Rencananya bus-bus itu akan dioperasikan di rute-rute non Koridor Transjakarta yang sudah ada saat ini. Akun media sosial PT. United Tractors, Tbk menyebut bus-bus berlantai rendah siap dioperasikan dalam waktu dekat untuk rute yang menghubungkan Taman Suropati, Tugu Tani, Jl. Juanda dan Bundaran HI (SuTan JuHI). “Penyertaan Modal Perusahaan (dari Pemprov DKI Jakarta) untuk pengadaan totalnya Rp. 2,5 triliun. Bus ini per unitnya hampir Rp. 2,5 miliar, jadi kalo 300 unit kira-kira (habis) Rp. 750 miliar. Sisanya untuk membeli bus-bus lain,” ujar Budi.




Sinyal untuk membuka peluang kerja sama yang luas sudah disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan Swedia Anna Linde. Jika pemerintah daerah di Indonesia jeli, maka peluang kerja sama transportasi dan alih teknologi bisa diambil dari perusahaan-perusahaan besar dari Swedia. Dua pabrikan besar bus di negeri itu, Volvo dan Scania sama-sama mengusung tema besar transportasi masa depan yang efesien, berkelanjutan dan sistemik. India sudah memulainya dengan pengembangan bus kota berbahan bakar biogas. Seperti yang ditekankan Budi Karya, Indonesia jangan hanya menjadi pengguna, tetapi ikut membuat. (naskah : mai/foto : detik.com/@unitedtractorsofficial/mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013