Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ADA BUS BARU RASA JADUL DI JAKARTA
 
25 Oktober 2016


(Jakarta – haltebus.com) PT. Transjakarta kembali melakukan terobosan dengan menampilkan bus-bus yang ikonik. Jika sebelumnya ada bus-bus tingkat berwarna-warni dan bus khusus perempuan berwarna merah muda, kini Jakarta memiliki bus dengan livery bus yang beredar di tahun 1970-an. Dua unit bus Transjakarta Mercedes-Benz OH-1526 lansiran Karoseri Tentrem dicat seperti bus PPD yang beroperasi 40 tahun silam. “Kami sengaja membuat dua bus ini dengan livery khusus. Selain agar terlihat berbeda, juga untuk mengingat sejarah transportasi di Jakarta. Intinya kami ingin mengajak masyarakat untuk naik bus yang sekarang sudah nyamanlah,” ujar Direktur PT. Transjakarta Budi Kaliwono, saat peluncuran 100 unit bus baru Transjakarta di Balaikota, Rabu (19/10/16).

Menurut Budi, pihaknya terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk mencapai target 1 juta pelanggan per-hari di Jakarta. PT. Transj akarta, kata dia, menempuh beragam inovasi untuk terus menarik pelanggan. Tak hanya menambah jumlah armada dan memperluas jaringan, tetapi juga membuat naik bus terlihat menarik. Namun, kenyamanan pelanggan menjadi hal utama yang tetap mereka perhatikan.

Dalam kesempatan ini, Budi mengungkapkan, suatu saat kelak ada monumen sejarah transportasi Jakarta. Bukan dalam arti bangunan peringatan, melainkan Budi bercita-cita mengumpulkan kembali moda transportasi umum, terutama bus sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa angkutan umum yang pernah melayani warga Jakarta. “Jas merah lah. Jangan kita melupakan sejarah, sampai tahun 1980-1990 bus kota menjadi andalan masyarakat Jakarta, sekarang pun harus seperti itu,” kata dia bersemangat.



Menurut Budi proses pembuatan livery PPD tidak mudah, terutama dalam hal mencari referensi warna yang pas. Maklumlah, bus yang sudah berumur hampir 40 tahun mungkin catnya pun suda berbeda. Dia dan tim Transjakarta mengumpulkan beragam referensi sampai akhirnya diimplementasikan. Itu pun saat jadi, masih ada perubahan-perubahan warna yang perlu disesuaikan lagi.

Pernyataan Budi dibenarkan oleh Yohan Wahyudi, dari Karoseri Tentrem. Menurut dia, dua kali pengecatan harus dilakukan untuk menyamakan warna sesuai dengan bus PPD yang lama. Dia mengaku agak sedikit gugup karena proses pengecatan harus sesuai dengan apa yang diinginkan PT. Transjakarta. Padahal ada perbedaan bahan cat antara warna bus yang lama dengan bus sekarang ini. “Livery dan warna dikomando sendiri oleh pak Budi Kaliwono, karena beliau ingin sekali menampilkan dan mengenang sejarah PPD jaman dulu,” ujar Yohan.

Yohan mengungkapkan, konsep PT. Transjakarta dengan bus yang digarapnya adalah masyarakat Jakarta tak sekedar naik bus, tetapi juga bisa mengenang memori masa lalu. Tak sekedar cat yang disesuaikan dengan warna bus di tahun 1970-an, tetapi juga lagu-lagu nostalgia di masa bus itu beroperasi juga diperdengarkan. Bus ini dilengkapi dengan peralatan tata suara untuk menambah kenyamanan penumpang kembali ke masa lalu.

Warna yang dipilih Budi Kaliwono mengacu warna bus PPD Mercedes-Benz O 302 yang beroperasi hingga akhir 1970-an. Dari sisi sejarah, bus tipe ini menjadi bus tipe ketiga yang dibuat Mercedes-Benz sejak pabrikan itu mengeluarkan bus integral pertama Mercedes-Benz O5500. Seri O 302 juga menjadi bus bermesin belakang kedua dari perusahaan otomotif yang bermarkar di Stuttgart ini. Sepanjang sejarahnya, seri O 302 termasuk yang paling diingat pemerhati bus di seluruh dunia. Wajahnya yang khas, bentuknya yang panjang dengan buritan meruncing mengingatkan kita pada roti tawar.

Salah satu armada yang tersisa dari PPD, dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah. Kelak, Budi mengungkapkan, museum khusus transportasi Jakarta bisa terwujud. “Semoga nanti bisa ada Museum khusus ini yang semua kendaraannya masih dalam kondisi bisa beroperasi. Jadi nanti bisa kita operasikan di waktu tertentu supaya bisa jadi atraksi untuk warga Jakarta,” katanya sambil tersenyum lepas.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sangat gembira dengan hadirnya bus yang dicat dengan warna berbeda itu. Bus yang berlabel Bus Vintage. Menurut dia, tahun 1960-an bus-bus Mercedes-Bens sudah bersliweran di kota Jakarta, “Jaman dulu itu bus-bus kelas dunia sudah banyak di Jakarta, saya gak habis pikir kenapaa dulu bisa bagus sekarang gak?,” kata dia.

 

Basuki berharap adanya bus-bus Vintage ini bisa mengembalikan kenangan warga Jakarta untuk naik bus. Tidak hanya itu, penumpang yang dulunya naik bus ini yang kini sudah berumur juga diberi fasilitas naik bus Transjakarta gratis. Mereka, kata Basuki, bisa mengajak serta anak atau cucunya karena di beberapa titik ada akses penyandang disabilitas dan warga lanjut usia.

Saat menaiki bus berkeliling kawasan Monas, Basuki beberapa kali menunjukkan kegembiraannya. Dia menaiki kedua bus yang dicat serupa bus tahun 1970-an. Sebelum masuk dia sempat melihat warna dan logo PPD lama yang khas. Begitu pula saat turun dari bus, Basuki masih menyempatkan melihat lagi ke arah bus mengamatinya sambil ditemani Budi Kaliwono. “Kita bisa menghadirkan bus-bus kelas dunia untuk Jakarta, gak apa-apa harga mahal sedikit tetapi kualitasnya bagus,” begitu dia menjelaskan dengan bersemangat.(naskah : mai/foto : mai/IG : @basukitp)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013