Senin, 23 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
25 TAHUN SETRA MULTICLASS
 
30 Oktober 2016


(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan bus Setra merayakan 25 tahun salah satu model untuk keperluan transportasi kota dan daerah penyangganya, yakni Setra MultiClass. Tradisi untuk bus di perkotaan dengan segala bentuk varian keperluannya sudah dimulai Setra sejak 53 tahun lalu dengan kehadiran S 125 di tahun 1963. “Pendorongnya adalah serial model 100, yang menjadi bus di Jerman pertama yang didesain spesifik untuk operasional bus kota untuk layanan reguler yang modern,” demikian bunyi rilis tertulis yang diterima haltebus.com dari Daimler, Kamis (27/10/16).

Selama lebih dari enam dekade, Setra mengembangkan bus-bus untuk penjelajah jarak jauh. Setra juga menjadi brand internasional yang melekat dengan dunia industri bus dan coach di dunia. Tak hanya itu, pabrikan yang kini berbasis di Stuttgart itu juga mengembangkan desain, hal-hal baru serta kemampuan teknis untuk bus-bus kota dan bus untuk transportasi antara kota besar dengan kota penyangga dalam layanan rutin.

Nah kapan tepatnya model serial MultiClass dikembangkan? Meski sudah ada model bus yang mengawali tradisi bus perkotaan di tahun 1963 dengan S 125, namun Setra mulai merambah bus kota dengan melahirkan model MultiClass pada 1991. Saat itu model MultiClass dimulai dari seri 300. Kehadirannya menjadi tonggak bagi Setra untuk memisahkan model coach mereka dalam kelas ComfortClass dan TopClass untuk Touring Coach, serta MultiClass untuk bus reguler bus kota atau bus antar daerah penyangga.

Saat muncul perdana MultiClass adalah bus yang sama sekali baru yang belum pernah dibuat oleh Setra. Khususnya untuk bus reguler yang melayani warga kota dan daerah penyangganya. Ketika bus Touring Coach dari model seri 300 diluncurkan tahun 1991 dan sukses di pasaran Eropa, model MultiClass juga diluncurkan.

Seiring dengan perkembangannya, tiga tahun desain baru untuk seri 300 diluncurkan. Desain bus mengambil basis chassis yang sama, tetapi kompartemen penumpang dibuat berbeda. Ada tiga varian yakni, S 315 UL, S 315 H dan S 315 GT, semuanya berbasis chassis modular. Dua tipe, S 315 UL dan S 315 H memiliki karakter yang mirip untuk keperluan mobilitas warga kota dengan karakter penumpang yang mudah keluar dan masuk ke dalam bus. Sedangkan tipe S 315 GT mendekati karakter kompartemen Touring Coach dengan ciri khas pilar A yang ada pada model Touring Coach.

Ada model lain yang diluncurkan pada 1995 di IAA Commercial Vehicles Show di Hanover yang masuk dalam jajaran MultiClass. Setra S 313 UL dan model articulated SG 321 UL. Konsep model integral luggage compartment yang diusung seri 300 membuat bus memiliki dua opsi 69 penumpang atau opsional untuk 77 penumpang. Bus gandeng dengan basis pitch and pivot axles terpisah serta vibration-damped turntable membuat bus bisa berputar pada radius 52 derajat. Setra mengklaim bus gandeng mereka menjadi "king of the curves" dengan areal berputar 23 meter.

Sementara model S 315 NF low-floor bus yang juga diluncurkan di tahun 1995 meraih sukses di tahun 1996 dengan menyabet penghargaan internaasional "Bus of the Year 1996". Juri Bus of The Year menilai karakter low-floor yang ada pada S 315 NF sangat tepat untuk bus kota reguler dengan standar keamanan, desain yang menarik, funsional dan inovatif. Spesial fitur untuk 12 meter low-floor bus ada pada kemudi yang bisa diubah posisinya 6,5 derajat dan ditempatkan secara pas. Penempatan transmiso yang asimetris juga membuat area gerak yang bebas untuk penumpang di seputar gang. “Penumpang mengapresiasi kaca dari sisi dalam yang menawarakan pandangan yang selama perjalanan,” demikian Daimler menjelaskan salah satu fitur yang menarik pada S 315 NF.

Tak berhenti sampai disitu, tahun 1997 Setra merilis S 319 UL dengan tambahan empat baris kursi penumpang, yang membedakannya dari versi bus 12 meter. S 319 UL mengisi pangsa antara bus 12 meter dan bus gandeng. “Model itu menjadi bus 15 meter interurban untuk layanan bus kota reguler di Eropa. Panjang bus yang baru ini bisa dicapai berkat trailing axle dan rear axle steering (RAS), sistem yang dikembangkan Setra dan ZF Friedrichshafen,” begitu rilis tertulis Daimler.



Kini setelah 25 tahun, MultiClass tersedia dalam tiga karakter dasar yang berbeda yang sudah dikembangkan sejak pertama kemunculannya. Setra model 400 terdiri dari model H, UL dan LE untuk beragam kebutuhan perkotaan dan daerah penyangganya. Ada 13 tipe dari tiga model dasar itu yang dipasarkan Setra saat ini. Masing-masing model memiliki varian berbeda berdasarkan panjang dan kapasitas penumpang yang bisa diangkut dengan asumsi efesiensi yang bisa dicapai pelanggan.

Ketiga basis model itu juga mewakili rentang jarak dan kebutuhan angkutan. Tipe LE dengan bodi terpanjang hingga 14,6 meter misalnya, dibangun dengan tiga sumbu roda dan mampu mengangkut 61 penumpang. Cocok untuk bus perkotaan dengan tinggi lantai hanya 70 mm dan sangat landai untuk pengguna kursi roda. Untuk model UL cenderung cocok melayani daerah penyangga dengan kompartemen penumpang mirip bus Touring Coach atau antar kota dan bagasi tambahan di bawah lantai penumpang. Pintu yang lebar di bagian tengah dan depan memudahkan penumpang keluar masuk karena tangga pertama dibuat rendah. (naskah : mai/foto : daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013