Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PARADIGMA BUS DI JAKARTA MULAI BERUBAH
 
04 November 2016


(Jakarta – haltebus.com) Populasi bus kota di Jakarta yang dikelola PT. Transjakarta tidak hanya akan bertambah dari sisi jumlah, melainkan juga inovasi dan teknologi yang digunakannya. Tahun ini dipastikan produk pabrikan Eropa mulai mengisi kebutuhan bus-bus Transjakarta. “Kami akan menambah 300 unit bus, direncanakan mulai pertengahan tahun depan sudah bisa beroperasi,” kata Direktur Utama PT. Transjakarta Budi Kaliwono, saat peresmian 116 unit bus baru Transjakarta di Balaikota, (20/10/16).

Dua pabrikan asal Eropa, Mercedes-Benz dan Scania siap memasok masing-masing 150 unit bus dengan tipe low deck/low entry untuk PT. Transjakarta. Badan Usaha Milik Pemprov DKI Jakarta yang bertanggungjawab atas pengelolaan bus-bus kota itu juga memberikan syarat, bus-bus yang akan dioperasikan harus menggunakan transmisi otomatis. Syarat ini sebenarnya bukanlah hal yang baru pada operasional Transjakarta, selama kurun empat tahun terakhir pengadaan bus bertransmisi otomatis sudah dilakukan. Namun, Budi Kaliwono menegaskan, persyaratan itu menjadi wajib untuk pengadaan berikutnya.

Bus-bus bertransmisi otomatis yang masih beroperasi di Transjakarta untuk bus gandeng ada Zhongtong dan Yutong menggunakan Allison, Inobus dan Komodo dengan Voith, Ankai dengan ZF. Bus-bus single dari Ankai juga menggunakan transmisi otomatis ZF. Satu-satunya pengadaan yang bus-busnya tak menggunakan transmisi otomatis adalah hibah 30 unit bus dari beberapa pengusaha yang sempat tertunda-tunda pengoperasiannya.




Dalam diksusi kecil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Dirut PT. Transjakarta Budi Kaliwono dan Managing Director of Marketing, Sales and After Sales of Commercial Vehicle Departement Mercedes-Benz Indonesia, Ralf Kraemer sempat disinggung masalah transmisi otomatis ini. Saat meninjau bus-bus yang siap dioperasikan di Monas, Budi Kaliwono menyampaikan kepada Basuki bahwa untuk pertama kalinya PT. Transjakarta meminta Mercedes-Benz Indonesia mengaplikasikan transmisi otomatis pada produk busnya. “Pak Ralf ini sudah kita minta untuk mengubah spesifikasi bus yang kita butuhkan dari manual ke transmisi otomatis dan dia setuju,” katanya Budi.

Basuki yang mendapat laporan seperti itu tentu saja sangat senang, sebab sejak tahun 1960-an bus Mercedes-Benz sudah hadir di Jakarta. “Kami ingin Mercedes-Benz juga hadir lagi di Jakarta, kami ingin menghadirkan bus-bus terbaik dunia di sini,” katanya dalam bahasa Inggris.

Ralf yang diajak berdiskusi hanya menyatakan siap mendukung program Pemprov DKI Jakarta. Dia berjanji akan memberikan yang terbaik yang mereka bisa berikan. Sayangnya saat haltebus.com ingin menggali lebih jauh terkait pengadaan bus Transjakarta itu, Ralf hanya berujar, “Sejauh ini tidak ada komentar dari Mercedes-Benz, kami hanya berusaha mengikuti PT. Transjakarta.”

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh haltebus.com, Mercedes-Benz Indonesia menghadirkan 150 unit chassis bus berlantai rendah Mercedes-Benz O 500 U-1726. Bus-bus ini diproyeksikan sejak beberapa tahun lalu untuk mengisi kebutuhan bus Transjakarta. Beberapa unit gelombang pertama sudah siap dioperasikan untuk bus-bus bandara.

Lain halnya Mercedes-Benz, markas besar Scania di Swedia mengirimkan keterangan resmi tentang pengadaan 150 unit bus berlantai rendah untuk PT. Transjakarta. Dalam siaran pers yang diterima haltebus.com Kamis (3/11/16), Scania menyatakan, bersama mitra mereka, PT. United Tractors, Tbk, mereka menyiapkan segala keperluan dukungan teknis untuk Transjakarta. PT. United Tractor, Tbk dalam keterangan resminya, menyatakan bus yang dipesan PT. Transjakarta adalah Scania K250UB/4x2. Pemesanan 150 unit chassis bus Scania berlantai rendah menyusul 110 unit pemesanan bus 3-axle, serta 108 unit bus gandeng bermesin diesel berbahan bakar gas berstandar Euro 6 yang sudah beroperasi di Jakarta.

Mereka mengklaim bahwa Scania penyuplai besar bus untuk sistem Bus Rapid Transit di berbagai belahan dunia. “Kami yakin bahwa sistem yang ada pada bus menawarkan solusi biaya-efektif tercepat dan paling mudah dicapai untuk meningkatkan mobilitas perkotaan dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Sistem BRT Jakarta bisa menjadi model untuk banyak kota-kota berkembang lainnya,” ujar Karin Rådström, Head of Buses and Coaches Scania dalam keterangan resminya.

Kini PT. Transjakarta memiliki banyak pilihan pabrikan yang siap mendukung pengadaan bus dalam jumlah besar dengan ketentuan bus bertransmisi otomatis. Sebelum Mercedes-Benz menyatakan kesiapannya mengkonversi bus berbahan bakar solar dari transmisi manual ke transmisi otomatis, Hino juga sudah kesiapannya. Di kategori bus single ini mereka memproduksi bus berbahan bakar gas dengan transmisi otomatis. Hino RK1JSNL-RHJ CNG atau disebut RK CNG sejak November 2015 sudah siap diproduksi dan dilengkapi transmisi ZF Ecolife.

Setidaknya untuk bus-bus single baik berlantai tinggi, berlantai rendah maupun bus tingkat, baik bersumbu dua maupun bersumbu tiga (maxi), empat pabrikan sudah siap memasok ada Mercedes-Benz, Scania, MAN dan Hino. Budi Kaliwono dan jajaran Transjakarta sekarang sudah bisa bernafas sedikit lega, satu per satu kebutuhan bus Transjakarta bisa diselesaikan, minimal dengan menentukan spesifikasi yang mereka butuhkan. “Pengadaan bus itu memang tidak mudah dan membutuhkan waktu, tetapi inilah yang tercepat yang bisa kami lakukan,” kata Budi terkait pengadaan 300 unit bus baru yang mereka pesan. (naskah : mai/foto : mai/dok. haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013