Kamis, 19 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PELAYANAN UNTUK PELANGGAN YANG NYARIS TAK BERBATAS
 
22 November 2016


(Pacitan – haltebus.com) Wonogiri terkenal sebagai salah satu penjuru transportasi bus di Indonesia. Salah satu kota dengan banyak tujuan ke berbagai daerah di luar Jawa Tengah ini di tahun 1990-an mudah diidentifikasi dengan kelas pelayanan yang ditawarkan oleh operator bus. Ketatnya persaingan, membuat perusahaan bus di sana mencari cara yang efektif untuk menjalin hubungan dengan pelanggannya.

“Alhamdulillah, tahun ini sudah kali yang kelima kami bekerja sama dengan Gajah Mulia Sejahtera Lovers menggelar acara silaturahmi dan jalan-jalan,” ujar Amir Syarifudin penanggungjawab operasional PO. Gajah Mulia Sejahtera Cibitung, kepada haltebus.com di Pacitan, Sabtu (12/11/16).

Bersama GMS Lovers manajemen PO. GMS yang bermarkas di Ngadirojo itu menggelar acara jalan-jalan ke Pacitan pada 11 – 13 November 2016. Menurut Amir, kerja sama yang baik selama ini membuat pihaknya mengapresiasi keberadaan GMS Lovers, komunitas penggemar GMS. Semua anggota GMS Lover adalah penggemar bus, secara khusus mereka senang dengan armada bus GMS. Ada yang senang karena sering menaiki busnya atau berasal dari Wonogiri, ada yang senang dengan tampilan bus, ada yang senang interior dan kenyamanan bagian dalamnya, serta ada yang sekedar senang berkumpul, walau bukan pelanggan tetap.



Pada kesempatan pertama, GMS Lover bertandang ke markas GMS di Ngadirojo, Wonogiri dan mengunjungi obyek wisata di seputar Wonogiri. Perjalanan berikutnya, Gunung Kidul-Yogya, Jepara, Tawangmangu, dan Pacitan. Walau peserta hanya satu bus yang berisi tak lebih dari 35 orang, namun panjangnya perjalanan menuju salah Pacitan bisa mengakrabkan mereka.

Peserta naik dari beberapa titik, mulai pemberangkatan dari Pondok Pinang, Jakarta hingga bus berkapasitas 34 itu penuh selepas Baturetno, Wonogiri. Di sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita, mulai bertukar kabar, diskusi kecil soal bus hingga saling meledek satu sama lain.

Acara mereka juga cukup sederhana, berwisata di pantai Soge dan pantai Teleng, Pacitan. Sayangnya musim hujan menghambat mereka menikmati pantai Soge, karena setibanya di sana kedatangan rombongan disambut gerimis. Apalagi, hujan di sepanjang perjalanan juga membuat perjalanan sedikit lambat dan tiba di Soge sudah pukul 17.00. Namun, keadaan itu tak mengurangi semangat mereka berkumpul dan bersenang-senang.

Menurut pembina GMS Lovers, Rijalul Huda, kegiatan yang mereka adakan hanya sebatas kumpul bersama dan menikmati perjalanan bersama bus tercinta. Tak sedikit dari mereka yang ikut, terlihat akrab dengan kru dan karyawan PO. Gajah Mulia Sejahtera di beberapa titik persinggahan selama perjalanan. “Biasanya sih seperti ini acaranya bebas, ngobrol sana-sini, menikmati perjalanan. Gak ada yang spesial,” kata dia.

Lain Rijalul Huda, lain pula pendapat peserta, kegiatan Meet and Geet GMS Lovers semacam ini sangat spesial. Hanya dengan membayar Rp. 380 ribu mereka menikmati perjalanan dua malam pergi-pulang Jakarta-Pacitan-Jakarta, lengkap dengan makan dan minum sepanjang perjalanan. “Saya baru pertama kali ikut acara kopdar GMS Lovers, biasanya kita ketemu hanya di media sosial. Dengan ongkos segitu dapatnya seperti ini, menurut saya mewahlah. Lain panitianya, saya salut sama panitia bisa menyediakan semuanya,” kata Rizal salah seorang peserta yang tinggal di Balaraja.

Selama menginap di Araya homestay, mereka juga tak mengeluh. Satu kamar diisi tiga orang bahkan lebih pun mereka jalani dengan senyum lebar. Senam pagi keesokan harinya juga dilakoni dengan semangat. “Saya sih senang aja mas, jarang-jarang seperti ini, yang penting kebersamaan,” ujar Rizky peserta yang lain.



Amir mengungkapkan, acara yang menjadi agenda rutin manajemen PO. GMS dan GMS Lovers ini menjadi sarana silaturahhim antara pihak manajemen dan pelanggan. Menurut dia, keberadaan penggemar bus yang menggemari bus mereka sangat terasa manfaatnya. Apalagi, kata dia, sebagian besar anggota GMS Lovers juga pelanggan PO. GMS. “Di era informasi yang serba cepat seperti sekarang ini kami sangat terbantu dengan keberadaan GMS Lovers, mereka menjadi partner kami dalam menjalankan usaha. Bersama mereka kami bisa berdiskusi dan saling bertukar informasi sehingga kami bisa selalu memberikan yang terbaik untuk pelanggan,” katanya.

Selama mengelola PO. GMS, Amir mengaku menerapkan asas kekeluargaan baik kepada kru bus, manajemen maupun pelanggan. Menurut dia, dengan prinsip kekeluargaan ini relasi antara pelanggan dan PO GMS hampir tak berjarak. Di tengah persaingan usaha jasa transportasi yang ketat, Amir ingin membangun komunikasi antara pelanggan dengan mereka. Karena itu, mereka memfasilitasi komunitas penggemar bus Gajah Mulya Sejahtera. GMS Lovers sebagai mitra mereka, kata dia, bisa menjadi jembatan komunikasi dan hubungan dengan pelanggan yang lebih luas.

Keakraban antara pelanggan sangat dibutuhkan untuk meraih kepercayaan. Dalam bisnis jasa transportasi, kepercayaan menjadi modal utama meraih pelanggan. Amir sadar, tanpa pelanggan setia mereka tak bisa bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. “Yang terpenting memang pelanggan percaya dengan pelayanan kami. Misalnya, ada pelanggan yang menitipkan keluarganya ke tujuan A, kami bisa memastikan, yang bersangkutan aman sampai di tempat tujuan. Ini prinsip kami,” kata Amir sambil tersenyum. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013