Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS TINGKAT BARU YANG BISA MEMBUAT TERLELAP
 
08 Desember 2016


(Jakarta – haltebus.com) Pilihan operator bus untuk membuat bus tingkat kini bertambah. Tahun 2016 ini, setelah Highlander dari Karoseri New Armada diperkenalkan di triwulan pertama, giliran Karoseri Rahayu Santosa meluncurkan produk bus tingkatnya. Produk Karoseri Rahayu Santosa itu menjadi produk bus tingkat keempat, setelah Karoseri Nusantara Gemilang, Karoseri Adiputro dan Karoseri New Armada membuat bus tingkat. “Sebagai salah satu karoseri yang sudah lama berkecimpung membuat bus, kami ingin menunjukkan kemampuan kami membuat bus tingkat juga,” kata Manager Marketing Karoseri Rahayu Santosa, Chrystianto Sutardy, saat ujicoba bersama media massa, Senin (14/11/16).

Karoseri yang berdiri sejak tahun 1970-an di Bogor ini, tergelitik membuat bus tingkat sejak tahun 2015 lalu. Di tahun 2015 pula mereka sudah membuat bus High Deck berkaca kada depan ganda yang kini sedang populer di kalangan operator bus. Menurut Chrystianto, pengembangan bus tingkat yang diberi nama Jetliner Double Decker itu dibangun di atas chassis Mercedes-Benz O 500 R-2542 dan dimulai sekitar bulan Maret-April 2016.

Bus milik PT. Pelita Paradep Trans itu, menjadi bus tingkat pertama yang mereka buat. Jika ditengok memakan waktu cukup lama untuk membuat sebuah bus, karena mereka ingin memastikan produknya terjaga kualitasnya. “Ini adalah pengembangan produk, kami ya sedikit harap-harap cemas juga hasilnya. Sejauh ini kami puas dengan bus tingkat pertama kami, tapi tentu akan terus kami perbaiki dan perbaiki terus sebagai bentuk pengembangan produk,” ujar Chrystianto.



Interior bus mengusung konsep baru dengan penataan cahaya yang cukup menarik. Di beberapa titik, lampu LED ditata posisinya sehingga bisa menerangi area sekitarnya dengan cantik. di sisi tangga misalnya, penempatan lampu di sisi bawah anak tangga dipadu dengan lampu yang ditanam pada pegangan yang ada di sisi kiri. Sayangnya, masih ada kekurangannya, yakni kerapian dari pengerjaan penempatan lampu.

Bagasi kabin penumpang di lantai atas juga dibuat tertutup. Jetliner Double Decker ini cocok untuk perjalanan jarak pendek dan menengah, karena ruang bagasinya tidak seluas bus-bus jarak jauh single deck. Ruang bagasi bus tingkat yang ada pada umumnya di Indonesia hanya ada di atas roda belakang, tidak cukup menampung tas seluruh penumpang.

 
 

Bus dengan kapasitas 59 kursi di dek atas dan bawah itu cukup nyaman dinaiki. Kursi Hai yang lebar dan bersayap di bagian sandaran kepala, memudahkan penumpang terlelap. Terbukti sebagian besar awak media yang ikut, tertidur selama lebih dari separuh perjalanan dari Nanggewer ke Sentul yang memutar di Cimanggis. “Bus nya gak bising, suspensinya empuk dan bikin kita mudah terlelap,” ujar Ekawan Raharja dari metrotvnews.com.

Secara tampilan, versi bertingkat dari Jetliner masih mempertahankan tampilan Jetliner single deck. Lampu bagian depan dan belakang sama. Begitu pula kontur bagian belakang yang juga mempertahankan versi satu lantainya. Hanya kontur di bagian lampu depan sedikit saja perubahannya, namun tidak signifikan dan terlihat sama dengan versi sebelumnya. Ada satu fitur di eksterior yang tergolong baru untuk bus tingkat di negeri ini. Karoseri Rahayu Santosa memasang penahan dahan di sisi kiri dan kanan kaca bagian atas. "Supaya ranting pohon gak langsung mengenai kaca depan di atas itu," kata Chyrstianto menjelaskan.




Dari sisi samping, tidak ada asesoris menonjol. Garis kontur kaca samping cukup sederhana dan menjadi garis penghubung antara lantai satu dengan lantai dua, mulai pintu depan hingga kursi di deret ke dua dari depam di lantai atas. Desain keseluruhan membuat tampilan bus terlihat ramping dan tinggi, tanpa meninggal kesan elegan dan mewah. Sepanjang perjalanan roadtest dengan awak media massa, tak sedikit pengendara maupun orang yang melihat berusaha mengambil gambar bus berkelir hijau cerah itu.

Tenaga 422 HP yang dihasilkan mesin OM457hLA dari Mercedes-Benz lebih dari cukup untuk bisa membuat Jetliner Double Decker nyaman ditumpangi. Bus sempat dipacu hingga kecepatan 100-120 km/jam saat berada di Jalan Tol Jagorawi. Pada kecepatan tinggi, kehandalan bodi Jetliner Double Decker cukup terasa. Kabin terasa kedap di atas maupun bawah, tidak ada gejala limbung serta penumpang cukup nyaman karena tak terasa bus dipacu dalam kecepatan tinggi. Chrystianto mengaku harus beradaptasi dengan posisi duduk di bagian bawah, sebab belum terbiasa naik bus pada kecepatan tinggi dengan posisi duduk nyaris sejajar dengan mobil.

Selama ujicoba di Sentul, saat melalui jalan berpolisi tidur, menanjak/menurun panjang maupun menanjak/menurun panjang dan curam tak ada masalah yang berarti. Bahkan saat bus harus bergerak dari posisi berhenti di tanjakan, Zainal sang pengemudi bus, sangat nyaman menjalankan busnya. Maklumlah untuk versi Mercedes-Benz O 500 RF-2542 yang dibeli PT. Pelita Paradep Trans, sudah dilengkapi transmisi otomatis ZF Astronic.



Transmisi otomatis yang terpasang pada bus bertenaga besar dan fitur-fitur terbaru seperti Anti-lock Braking System (ABS), Acceleration Slip Regulation (ASR), Electronic Brake System (EBS), Electronic Stability Programme (ESP) dan Retarder membuat mengemudikan tak ubahnya seperti mengemudikan sedan. “Busnya enak dikendarai, kalau bus sudah canggih, ya seperti ini, pengemudi sangat terbantu, gak cepat capek mengemudikannya,” begitu Zainal menyebutkan.

Uji kualitas sebenarnya Jetliner Double Decker ini terjadi saat bus dibawa oleh kru PT. Pelita Paradep Trans dari Bogor ke Medan. Dari video yang beredar di media sosial, ada rekaman video dari salah seorang penggemar bus di Riau, yang menggambarkan aksi menyalib Jetliner Double Decker yang menarik. Meski tidak patut dicontoh, aksi menyalib yang tergolong membahayakan itu menunjukkan bus bermanuver seperti layaknya bus single deck atau berlantai satu. Manuver yang dilakukan si pengemudi tidak menunjukkan layaknya dia sedang mengemudikan bus berlantai dua. Dalam video itu, walau bus menyalib dengan sudut sangat pas-pasan dalam bermanuver, bus sama sekali tidak terlihat limbung.

Boby Paradep, Direktur PT. Pelita Paradep Trans mengungkapkan, bus tingkat yang dibeli perusahaannya akan melayani rute Medan/Kualanamu ke Pematangsiantar. Bus dengan tiket Rp. 55 ribu ini menjadi transportasi yang tergolong mewah di jalur Medan – Pematangsiantar. Sebelumnya, PT. Pelita Paradep Trans juga sudah mengoperasikan dua unit Mercedes-Benz O 500 RF-2542 model Jetliner versi High Deck untuk rute yang sama. “Kami ingin menghadirkan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan kami. Bus-bus yang ada sekarang ini sudah bagus-bagus, tidak ada salahnya kami juga menghadirkan bus mewah untuk pelanggan kami,” ujar Boby.

Dalam catatan haltebus.com, Bus milik PT. Pelita Paradep Trans menjadi bus tingkat ke-tujuh yang beroperasi di seputar kota Medan dan melayani rute antar kota antar provinsi dan antar kota dalam provinsi. Sebelumnya ada juga bus tingkat yang dioperasikan PT. Bintang Sempati. Kota Medan cukup menjadi ikon di kalangan pelaku usaha transportasi bus. Medan menjadi kota pertama yang dilayani bus bertingkat milik swasta untuk antar kota, mengikuti Jakarta yang hingga kini sudah memiliki 19 unit bus tingkat yang dikelola PT. Transjakarta untuk bus wisata kota. Di Medan pula yang operator busnya banyak menghadirkan chassis bus premium, selain kota Makassar. Tak seperti operator di Jawa, operator-operator bus di Medan dan Makassar tergolong cepat memperbaharui armadanya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013