Rabu, 12 Agustus 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TOLOK UKUR BARU MENILAI PELAYANAN TRANSPORTASI BUS
 
13 Desember 2016


(Jakarta – haltebus.com) Kementerian Perhubungan memulai tradisi baru untuk memacu peningkatan kualitas pelayanan pada transportasi bus. Sejak pekan lalu, mereka resmi meluncurkan program pemeringkatan operator bus di seluruh Indonesia. Tahap pertama, 13 perusahaan dipilih dan dianugerahi peringkat pelayanan yang ditandai dengan sertifikat Bintang Satu sampai Bintang Lima, Kamis (8/12/16).

Program pemeringkatan itu adalah bagian dari rangkaian program perbaikan transportasi bus yang dinamai Bus Berkeselamatan dan Nyaman. Rangkaian program ini diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Silang Monas, Sabtu (24/9/16).

“Semoga dengan kegiatan pemberian sertifikat rating perusahaan angkutan umum ini, dapat memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh perusahaan angkutan untuk meningkatkan keselamatan, kinerja, dan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat serta menjadi pelopor dalam pembinaan angkutan umum di Indonesia,” demikian Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar, dalam rilisnya seperti dikutip dari liputan6.com, Kamis (8/12/2016).

Perusahaan bus apa saja yang menerima sertifikat peringkat pelayanan ini? Dari kategori bus antar kota ada sembilan operator bus. detik.com menulis, untuk penerima peringkat Bintang Lima ada PT. Sinar Jaya Megah Langgeng (penilaian 81,43%) dan Perum DAMRI (penilaian 81,43%).

Sementara untuk peringkat Bintang Empat ada PT. Gunung Harta Transport Solusi (penilaian 79,63%), PT. Bintang Sempati (penilaian 79,53%), PT. Majulancar Prima (penilaian 79,52%), PT. SAN Putra Sejahtera (penilaian 75,62%). Di peringkat Bintang Tiga ada PT. Efisiensi Transport (penilaian 75,53%), PT. Anugrah Mas (Agra Mas) (penilaian 71,2%), dan PT. Harapan Jaya (penilaian 70,15%)

Untuk kategori operator bus dalam kota ada Perum PPD (penilaian 77,85%) dan PT.
Transportasi Jakarta (TransJakarta) (penilaian 76,52%) yang mendapat Bintang Empat. Di kategori angkutan pariwisata peringkat Bintang Lima diraih Big Bird (penilaian 87,53%) dan Eagle High (penilaian 77,75%).

Lembaga pemeringkat pelayanan operator bus dipercayakan Ditjen Perhubungan Darat Kemehub pada Markplus Inc. Sebagai tim penilai, mereka melakukan penilaian terhadap 13 operator bus. Saat program Bus Pelopor Keselamatan dan Kenyamanan diluncurkan, ada sembilan perusahaan bus yang berpartisipasi. Saat penilaian, operator yang ikut dalam penilaian bertambah.

Sebelumnya, September lalu tercatat ada PT. Sinar Jaya Megah Langgeng, PT. Big Bird Pusaka, PT. SAN Putra Sejahtera, PT. Anugrah Mas (Agramas), PT. Majulancar Prima, PT. Gunung Harta Transport Solution, PT. Efesiensi, PT. Bintang Sempati, DAMRI dan PPD.

Pemeringkatan operator bus yang dinilai dalam program ini menyangkut aspek kualitas keselamatan kendaraan, kenyamanan proses yang dirasakan penumpang, keramahan SDM, dan kepengusahaan angkutan. Dari aspek keselamatan armada, operator bus harus selalu memastikan armadanya dalam standar keselamatan yang telah ditentukan.

Nah, dari aspek kenyamanan, semua operator dinilai dari pelayanan seperti apa yang diterima pelanggan. Pelayanan ini sejak pelanggan membeli tiket hingga sampai di tempat tujuan. Proses pelayanan yang dirasakan pelanggan juga menghasilkan penilaian lain, yakni, keramahan SDM dalam melayani pengguna jasa transportasi. Sedangkan dari kepengusahaan angkutan, aspek yang dinilai adalah sistem yang digunakan operator dalam menjalankan bisnis seperti kegiatan penjualan dan pembelian tiket.‎

Kemenhub berharap pemeringkatan operator bus bisa menjadi tolok ukur untuk peningkatan kualitas pelayanan operator. Menurut Pudji Hartanto, salah satu masalah yang dihadapi Kemenhub dalam mengelola angkutan bus adalah menurunnya jumlah pengguna bus umum. “Kami meniru usaha di bidang perhotelan? seperti bintang lima,” ujar Pudji seperti dikutip dari kompas.com.

Dia mengungkapkan, hal itu terjadi akibat rendahnya kualitas pelayanan dari operator bus di Indonesia. Selama ini, belum ada standardisasi yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur menilai operator. Selain itu informasi untuk masyarakat dalam memilih operator yang aman dan nyaman masih belum menyebar.

I Gede Yoyok, dari PT. Gunung Harta Transport Solusi mengaku senang mendapat penilaian dari tim Markplus Inc. Menurut dia, penilaian dilakukan secara independen dan pihak operator tidak diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri dan tidak mengetahui apa saja yang dinilai.Hari ini ditelpon, besoknya tim sudah tiba dan menilai berdasarkan idikator yang mereka miliki, kata dia.

Yoyok mengungkapkan, adanya pemeringkatan ini bisa mendorong masyarakat untuk mau naik bus dan mengurangi bepergian jarak jauh dengan kendaraan pribadi. Adanya perbaikan jalan dan penambahan jalan tol juga diharapkan Yoyok bisa menjadi nilai tambah untuk pelayanan transportasi bus. Dia tak bisa menyembunyikan kebanggaannya, bahwa armada busnya mendapat predikat Bintang Empat. Maklumlah, selama dua tahun terakhir PT. Gunung Harta Transport Solusi memperbaharui armadanya dan memilih bus-bus bertenaga besar untuk melayani rute Jakarta/Bogor-Surabaya-Malang-Blitar. (naskah : mai-dari berbagai sumber/foto : mai/istimewa/dok. kemenhub)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013