Senin, 21 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
VARIAN BARU KAROSERI ADIPUTRO HADIR DI PENGHUJUNG TAHUN
 
29 Desember 2016


(Jakarta – haltebus.com) Varian demi varian meluncur dari dapur PT. Adiputro Wirasejati, Malang. Setelah memperkenalkan bus tanpa kotak AC di bagian atap, dua bulan terakhir Karoseri Adiputro mulai melepas varian baru bus dengan tinggi 3,7 – 3,8 meter untuk model yang sama dengan Super High Deck. “Kami membuat bus yang tingginya sama dengan varian High Deck kami, tetapi kami membuatnya dalam versi kaca depan ganda,” kata David Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro, dalam sebuah perbincangan dengan haltebus.com Jumat (25/11/16).

Sejak diperkenalkan tahun lalu, varian Super High Deck dari Karoseri Adiputro laris bak kacang goreng. Tak hanya pemilik dan penyewa bus, bus varian ini juga menjadi buruan penggemar bus yang senang memotret bus di berbagai tempat. Menurut David, varian baru ini menjawab keraguan bahwa bus berkaca ganda yang tengah menjadi tren saat ini, tidak bisa diaplikasikan di chassis tertentu.

Tak beberapa setelah varian Super High Deck diperkenalkan, salah seorang petinggi di Mercedes-Benz Indonesia, sempat berbisik kepada haltebus.com, “Ada hitungan center of gravity pada panduan pembuatan bodi bus yang dikeluarkan Mercedes-Benz Global, dalam perhitungan kami, tidak bisa untuk chassis 15-16 ton.” Alhasil tak ada bodi SHD yang dibangun di atas Mercedes-Benz OH-1526 dan OH-1626.

Hino Indonesia juga mengakui, faktor ketinggian lantai juga perlu dikaji lebih jauh. Head of Product Planning Division PT. HMSI Prasetyo Adi Yudho Maret 2016 menyungkapkan, pihaknya baru merekomendasikan penggunaan bodi tinggi di atas chassis RK8JSKA-NHJ (R-260). Sementara untuk chassis RK8JSKA-SJJ (RN-285) masih belum direkomendasikan. Menurut dia, Hino Indonesia memantau pembuatan bodi berlantai tinggi untuk chassis Hino R-260. “Memang untuk yang RN-285 karena posisi suspensi udara di bawah chassis, kami melihat belum bisa diaplikasikan untuk bodi bus tinggi,” kata dia.

Nah kini keraguan itu sirna. unit pertama yang dibangun di atas varian High Deck itu adalah Mercedes-Benz OH-1626 milik dua unit bus milik PO. Kerub Pariwisata, satu unit PT. Semanta Mulia Transport, selesai dua hari berikutnya. “Biar mudah membedakan variannya kami sebut High Deck Double Glass (HDD), karena kami juga pernah membuat varian High Deck untuk model sebelumnya,” kata David lagi.

Rentang varian bus berkaca ganda yang diproduksi Karoseri Adiputro bertambah. Setelah Super High Deck (SHD), Super Double Deck (SDD) kini juga ada yang ketinggiannya lebih moderat. Direktur PT.Semanta Mulia Transport, Randy Lionardy, menyambut baik varian baru yang ditawarkan Karoseri Adiputro. Menurut dia, tidak bias dipungkiri, produk karoseri yang satu ini cukup banyak peminatnya. “Dengan adanya varian high deck, kan armada Mercedes-Benz kami bisa mengikuti tren,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, M. Dede Mansyur dari PO. Kerub Pariwisata menambahkan, walaupun hanya menurunkan ketinggian lantai, tampilan bus tidak kehilangan auranya. Semua terlihat sama. “Kalau saya menyebutnya SHD tanggung, secara prinsip gak ada sih yang berubah hanya ketinggiannya saja,” kata dia diiringi derai tawa.

Pernyataan Dede dengan istilah SHD tanggung mengacu kepada mindset awal yang sudah terbentuk pada produk Adiputro berkaca ganda. Sebagian besar masyarakat yang mengikuti perkembangan transportasi bus memahami bus berkaca ganda dari Adiputro disebutnya sebagai Super High Deck (SHD). Varian SHD memang dikenal jangkung di antara bus-bus yang dibangun karoseri lain di atas chassis yang sejenis misalnya. Namun, kini dengan hadirnya High Deck Double Glass (HDD) ketinggiannya nyaris sama dengan bus-bus yang diproduksi karoseri lain.



Sejak Agustus lalu, David mengaku tengah mempersiap varian HDD ini. Permintaan bus berkaca ganda, diakuinya menjadi pendorong untuk membuat varian baru yang diharapkan bias menyerap keinginan pasar. Dia mengatakan, sebagai pemimpin pasar bus di Indonesia, pihaknya tentu ingin terus mempertahankan posisi. “Kami memang bukan yang pertama memulai tren kaca ganda, tetapi kami yang mempopulerkan tren ini,” ujarnya menutup pembicaraan. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013