Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KAROSERI TENTREM : AVANTE HANYA UNTUK CHASSIS DENGAN SUSPENSI UDARA
 
04 Januari 2017


(Malang – haltebus.com) Tahun 2016 menjadi tahun dimulainya kompetisi model bus berkaca ganda dari karoser-karoseri di Indonesia. Nyaris semua level karoseri yang ada di Pulau Jawa membuat bus dengan tampilan mirip bus tingkat, jika dilihat dari depan. Tak terkecuali karoseri Tentrem, yang menjadi karoseri keempat yang menambah etalase model bus berkaca depan ganda dengan model Avante. “Kami ingin menjawab keinginan pasar dengan model kaca ganda yang kami kembangkan sendiri,” kata Yohan Wahyudi dari Karoseri Tentrem, kepada haltebus.com di kantornya, Kamis (24/11/15).

Yohan sudah mengamati pasar bus berkaca ganda saat bus tingkat mulai dibuat oleh salah satu karoseri di Jawa Tengah tahun 2014. Saat bus berlantai satu dengan kaca ganda bermunculan di tahun 2015, Karoseri Tentrem juga tak ketinggalan. Selama setahun, Yohan dan tim desain engeneering-nya mengutak-atik tampilan dan menyusun karakter yang cocok untuk model kaca depan ganda khas Karoseri Tentrem.

Eksperimen Yohan dimulai pada dua chassis Mercedes-Benz OH-1526 triwulan ketiga 2016. Seiring proses pengembanganny, PO. Harapan Jaya tertarik membuat bus berkaca ganda di Karoseri Tentrem, salah satu pembuat bus langganan mereka. September lalu, untuk pertama kalinya model Avante mengaspal untuk PO. Harapan Jaya di atas chassis Scania K360IB/4x2 Opticruise.



Apa karakter Avante? Yohan menyebutkan, model barunya ini dikhususkan untuk bus premium yang menjanjikan bagasi yang lapang. Adapun dimensi bus, panjang 12 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi total 3,9 meter. “Kami yakin sepanjang menggunakan suspensi udara, dengan ketinggian bus 3,9 meter manuver bus masih aman. Dan kami hanya membuat Avante di atas chassis bersuspensi udara,” kata dia.

Bagaimana nasib prototype Avante di atas chassis Mercedes-Benz OH-1526, tetap dilanjutkan dan berpindah tangan ke PO. Maju Lancar. Yohan memberanikan diri memodifikasi chassis Mercedes-Benz OH-1526 dengan mengaplikasikan suspensi udara hasil rancangan Karoseri Tentrem.

Lalu bagaimana dengan ketentuan Mercedes-Benz yang tak merekomendasikan chassis bus dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 15 – 16 ton buatan mereka dibuatkan bodi di atas 3,7 meter? Yohan mengungkapkan, secara tertulis tidak ada ketentuan atas larangan membuat bodi 3,9 meter. Selain itu, dia menegaskan, yang ditekankan pabrikan asal Jerman itu hanya titik gravitasi diperhatikan agar kesimbangan kendaraan tercapai. Tidak ada angka tertentu untuk titik berat yang direkomendasikan pabrikan, hanya sekedar pertimbangan yang harus diperhatikan saja.

Selama haltebus.com berkunjung ke Karoseri Tentrem, Yohan mengajak menguji Avante yang dibangun di atas chassis Mercedes-Benz OH-1526 itu. Kesan bus yang tinggi sangat terasa ketika memasuki kabin penumpang, lantai kabin tinggi dan lebih banyak anak tangga. Interior dengan basis warna kursi hijau diikuti dengan langit-langit yang didominasi krem dan plafon di atas penumpang yang juga dikombinasikan hijau. “Desain interior di bagian langit-langit semuanya baru, hanya warna krem yang kami pertahankan sebagai warna dasar standar langit-langit yang menjadi ciri khas interior Karoseri Tentrem,” kata Yohan.

Pengemudi juga dibuat nyaman dengan tambahan louver AC di bagian penutup sambungan di sisi bagian dalam. Tambahan embusan angin dingin itu diperlukan karena di sisi pengemudi dan asisten pengemudi sebagian besar langsung terpapar sinar matahari.

Sepanjang perjalanan, bus bergoyang halus, khas bus bersuspensi udara. Tidak terasa ada goyangan aneh, alias limbung selama perjalanan 20-30 menit itu. Bahkan Mukhlis, pengemudi bus dari Karoseri Tentrem yang baru pertama ikut mencoba Avante berkomentar, “Enak bawa bus ini, gak enek (ada) goyangan, biasane nek bus dhuwur (biasanya kalau bus tinggi) agak limbung, iki (ini) kok gak yo? Mantap rasane (rasanya).”

Meski Karoseri Tentrem mencoba mengikuti pasar bus dengan tren berkaca, tidak satu sisi pun yang mirip dengan karoseri-karoseri lain di Indonesia. Sebaliknya, Avante cukup unik. Bagian kaca depan dibuat seperti sudut yang bertemu di sambungan kaca. Baik kaca atas maupun kaca bawah dibuat miring dan lengkung. Kaca di bagian bawah tidak tegak pada umumnya, melainkan miring beberapa derajat ke arah dalam.

Desain Avante berubah total dari seri Scorpion yang sudah dipasarkan sebelumnya. Jika pada edisi Scorpion didominasi sudut yang lancip, pada Avante hanya tersisa di bagian belakang saja yang mirip Scorpion, yakni di bagian atas. Secara keseluruhan Adi Prasetyo dari PO. Maju Lancar puas dengan rancangan karoseri Tentrem ini. “Saya mencoba untuk mengemudikannya di antara Ngawi-Sragen yang berkelok-kelok, bus stabil, mantap, bawa busnya juga nyaman tidak limbung,” katanya.



Adi mengaku tertarik dengan kontur bodi Avante yang menarik dan aerodinamis. Dia meyakini, bentuk kaca depan yang tak sepenuhnya rata membantu bodi bus yang bongsor membelah angin. Bentuk desain utuh bus Avante juga menarik, tak kalah dari bodi-bodi yang dibuat karoseri lain.

Pria asli Wonosari, Yogyakarta itu mengaku sengaja mengikuti tren bus berkaca ganda yang tengah menjadi perhatian kalangan pelaku usaha tranportasi bus. Namun dia ingin sesuatu yang berbeda. “Kebetulan Avante ini kan juga masih jarang, hitungannya kami ikut mengawali Avante, jadi tentu mearik perhatian orang, mas,” ujar dia sambil tersenyum. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013