Rabu, 14 April 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MEMBUKTIKAN JANJI PO. GUNUNG HARTA
 
17 Januari 2017


(Malang – haltebus.com) Saat mengoperasikan bus ber-kapasitas besar di triwulan terakhir 2015 lalu, Direktur PT. Gunung Harta Transport Solusi, I Gede Yoyok mengungkapkan optimism-nya. Pengoperasian bus itu untuk memberikan pelayanan baru pada masyarakat di Jawa Timur, selain bus yang nyaman, mereka menambahkannya dengan waktu tempuh yang bisa diandalkan. “Sampai Malang lebih cepat waktu tibanya dibandingkan moda kereta api,” katanya saat itu.

Penasaran dengan statement itu, haltebus.com mencoba perjalanan bersama PO. Gunung Harta menuju Malang. Sejak akhir 2015, operator bus yang memiliki basis di Malang itu sudah mengoperasikan bus-bus Scania K360IB/4x2 Opticruise, Mercedes-Benz O 500 R-1836 dan terakhir, November lalu resmi menjalankan dua unit Mercedes-Benz OC 500 RF-2542. Bus-bus berkapasitas besar itu sangat diandalkan Yoyok untuk rute jarak jauh.

Perjalanan perdana bersama PO. Gunung Harta armada Mercedes-Benz O 500 RF-2542 dimulai dari perwakilan perusahaan itu di Pasar Rebo. Berangkat jam 15.30, bus bertubuh bongsor ini menjadi armada kedua yang berangkat dari Pasar Rebo. Bus pertama, Mercedes-Benz O 500 R-1836 berangkat 30 menit lebih awal.

Di dalam kabin, kursi berbalut bahan kulit sintetis hitam dengan aksen garis berwarna hijau muda sangat menarik. Setiap kursi penumpang dilengkapi dengan LCD yang terkoneksi dengan penyimpan data video dan audio yang sudah diprogram sebelumnya oleh PO. Gunung Harta.

Penumpang bisa memilih hiburan apakah menonton film atau cukup mendengarkan beragam lagu-lagu yang ada. Syaratnya satu, harus membawa earphone/headset sendiri untuk menikmati sarana hiburan itu. “Filmnya bagus-bagus nih,” kata Rubayyi yang matanya tak lepas dari LCD saat berbincang dengan haltebus.com.

Sebagian besar penumpang juga menikmati hiburan sepanjang perjalanan. Sudiro misalnya, penumpangnya yang naik dari Ciawi itu mengaku baru pertama kali naik bus PO. Gunung Harta. Di luar dugaannya, dia mendapat armada baru. “Baru pertama kali naik, eh busnya ada tiga bannya, biasanya kan cuma dua. Hiburannya lumayan bagus, film-filmnya menarik juga,” ujarnya.

Perjalanan bersama bus dengan tenaga 422 HP yang juga dilengkapi suspensi udara itu sangat nyaman. Kecepatan tertinggi di jalan tol selepas RM. Taman Sari di tempat peristirahatan Km. 102 Tol Cipali menembus lebih 120 km/jam. Alhasil dalam kurun waktu satu jam bus sudah sampai di ujung tol.

Sayangnya menjelang gerbang tol keluar Brebes Timur, pengemudi mengurangi kenyamanan penumpang. Asap rokok yang dihisapnya tercium hingga kursi tempat haltebus.com duduk. Meski sudah diingatkan haltebus.com saat itu juga, dalam beberapa kesempatan asap rokok tercium berulang-ulang selama perjalanan.

Jarum jam menunjukkan angka 24.00 saat bus memasuki kota Semarang. Waktu tempuh yang relative sama di tahun 1990-an saat Jakarta – Surabaya bisa ditempuh dalam 14 jam. Perjalanan Semarang – Surabaya sangat lancar. Benar saja, sebelum jam 6.00 bus sudah memasuki Terminal Purabaya, Surabaya. Janji I Gede Yoyok armadanya untuk jurusan Jakarta – Malang lebih dulu sampai sebelum kereta api tidak meleset. Jam 7.30 bus sudah masuk Gapuran kota Malang dan mendarat di Terminal Arjosari tak lebih dari 15 menit kemudian. “Keandalan bus berkapasitas besar memang tak diragukan untuk bisa mencapai target kami,” begitu dia menjelaskan.



Dalam proyeksi PO. Gunung Harta, untuk melayani rute-rute jarak jauh, bus-bus berkapasitas besar akan menjadi andalan mereka. Mengapa? Karena waktu tempuh dan kenyamanan di perjalanan menjadi nilai jual mereka ke pelanggan. Setidaknya hal ini diakui oleh Fathur, mahasiswa Universitas Pakuan yang menjadi pelanggan PO. Gunung Harta, “Sejak pertama bus ini buka (rute) Bogor – Malang saya selalu naik ini kalau ke Malang. Soalnya busnya enak, cepat dan kita gak perlu ke Jakarta dulu seperti kalau mau naik kereta api.”(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013