Rabu, 28 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DIBALIK MULUSNYA LORENA 01
 
17 Maret 2017


(Jakarta – haltebus.com) Penampilannya tak asing bagi yang pernah mengalami masa keemasan transportasi bus. Wajahnya cembung, penuh dengan lengkungan, sangat khas. Banyak yang menyebutnya dengan torpedo, kapsul dan benda-benda sejenis yang memang mirip dengan penampilannya. Model bus semacam ini memang sangat terkenal di tahun 1990-an. Ini adalah bodi kedua Lorena 001 yang sejatinya lahir di tahun 1973.

“Saya senang bus ini dipamerkan, supaya generasi sekarang ini mengetahui bus-bus jaman dahulu seperti apa bentuknya,” begitu kata pendiri PT. Ekasari Lorena yang mengibarkan bendera PO. Lorena, G.T. Soerbakti di sela-sela Pameran Indonesia International Bus and Truck 2016 lalu.

GT. Soerbakti mendirikan perusahaan bus Lorena pada tahun 1970, bus Mercedes-Benz OF-1113 yang dipamerkan pada IIBT 2016 lalu adalah bus pertama yang dioperasikannya untuk rute Bogor – Jakarta. Bus itu, sudah tidak dioperasikan untuk rute reguler. Namun, Lorena 01 menjadi monumen bersejarah bagi PO. Lorena, yang kini lebih banyak beristirahat di pool utama PT. Ekasari Lorena di Tajur, Bogor.

Bus berkelir putih-hijau tua dengan stripping oranye-kuning itu sangat terawat. Bodi mulus, ban pun tak ada beda dengan bus lainnya dan interiornya bisa membawa siapapun kealam tahun 1990-an. Kain pelapis interior yang serba hijau, mengingatkan kita ke era dimana transportasi bus menjadi pilihan masyarakat bepergian keluar kota. PO. Lorena memilih warna hijau untuk pelapis interior, sebagai warna yang menjadi ciri khas mereka.



Sepintas dari luar bus seperti bus bumel non-AC karena adanya kaca geser di bagian atas kaca samping di sisi kiri dan kanan. Begitu kita masuk ke dalam bus, louver AC tersedia di plafon di atas tempat duduk penumpang. Ketika mulai merambah ke sejumlah kota di Jawa dan Sumatera di tahun 1980-1990-an, pendingin ruangan menjadi standar utama pelayanan untuk armada PO. Lorena.

Saat menengok bus kebanggaannya di pameran IIBT 2016 lalu, GT. Soerbakti beserta istri serta putrinya Ekasari Lorena dan suami menyempatkan masuk ke dalam bus. Mereka sangat senang atas apresiasi yang diberikan untuk bus Lorena 001, dengan adanya Pameran Bus Klasik dan Unik.

Bus Lorena 001 memang hampir tidak pernah banyak diketahui orang, karena menjadi klangenan keluarga Soerbakti. Untuk pertama kalinya, setelah direhab ulang di Karoseri Rahayu Santosa lebih dari 15 tahun lalu bus itu menampakkan dirinya. Bahkan bus itu dibawa ke arena pameran di JIExpo Kemayoran dengan dikendarai pengemudi yang masih familiar dengan bus di era 1970-1980an, Sutarman. “Alhamdulillah lancar dari Bogor ke Jakarta. Tadi dikawal mekanik juga,” kata dia tak lama setelah bus sampai di lokasi pameran.

Selama pameran IIBT 2016, Lorena 001 banyak menarik perhatian. Tak hanya difoto, tak sedikit pengunjung yang mencuri-curi kesempatan melompati pembatas untuk membuka pintu dan naik ke dalam bus. Mereka penasaran dengan kursi yang masih lengkap di dalam bus sangat nyaman diduduki. Apalagi kaca yang lebar membuat penumpang leluasa memandang keluar maupun ke dalam kabin.

Sejumlah awak media yang meliput kegiatan pameran juga tertarik dengan bus itu. Salah satu artikel yang dimuat di kompas.com menarik perhatian pembacanya. “Informasi dari redaktur, artikelnya jadi yang paling banyak dilihat di hari pemuatannya,” bisik jurnalis yang menulis artikelnya.

Dalam Pameran Indonesia Classic n Unique Bus 2017, bus Lorena 001 siap tampil kembali untuk mendukung edukasi transportasi bus kepada masyarakat. Transportasi bus ikut mengukir sejarah perkembangan masyarakat dari masa ke masa. Sejak kemerdekaan transportasi bus setia mengantarkan masyarakat Indonesia bepergian, sejauh aspal yang menghubungkan kota-kota di Indonesia.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013