Minggu, 20 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TIGA TITIK YANG MENDATANGKAN SENSASI DI BUS TINGKAT AKAP
 
02 Maret 2017


(Jakarta – haltebus.com) Saat lima unit bus tingkat mulai beroperasi lagi di Jakarta tahun 2014, perhatian warga Jakarta langsung tertuju pada bus-bus itu. Tidak sedikit dari warga ibukota kemudian melambungkan ingatannya ke tahun 1990-an, saat-saat terakhir bus kota tingkat terlihat di jalan-jalan protokol. Tiga tahun lalu, bus kota tingkat yang dilengkapi pendingin ruangan (AC) terlihat sangat mewah. Maklumlah, bus-bus tingkat yang pernah beredar dahulu hanya bermodalkan jendela untuk mendinginkan suhu dalam kabin penumpang.

Tren bus tingkat ini, mulai merambah untuk rute antar kota antar provinsi di. Diawali dengan beroperasinya bus tingkat di rute Banda Aceh – Medan oleh PO. Sempati Star di tahun 2015. Kini, tren itu mulai merambah di pulau Jawa. Dua operator bus, PO. Efesiensi dan PO. Putera Mulya sama-sama mengoperasikan bus tingkat untuk Antar Kota Antar Provinsi di Jawa.

Jika PO. Efensiensi mengoperasikan satu unit Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 untuk rute Purwokerto – Yogya, PO. Putera Mulya mengoperasikan dua unit Scania K410IB/6x2*4 Opticruise untuk rute Jakarta – Solo – Wonogiri.

Bagaimana sensasi perjalanan bersama bus yang tinggi itu? haltebus.com mendapat kesempatan untuk merasakan beberapa kali perjalanan bersama bus PO. Putera Mulya yang memiliki tinggi tak lebih dari 4,2 meter ini. Ada beberapa titik di dalam bus, baik di kabin atas maupun kabin bawah, yang menawarkan sensasi berbeda.



Titik pertama dimulai dari yang ternyaman. Titik ini ada di kabin bawah, bukan hanya kursinya yang memang mewah karena dilengkapi sandaran kursi elektrik, audio-video on demand, aura di dalam kabin bawah membuat orang mudah tertidur pulas. Entah karena di area bawah hanya ada enam kursi atau dimensi kabin yang membuat penumpang malas berdiri atau karena posisi duduknya sejajar seperti halnya kita naik mobil pribadi.

Titik kedua ada di tengah hingga belakang kabin bagian atas. Bisa dirasakan untuk penumpang yang duduk di kursi deret ke-lima sampai ke-sebelas. Penumpang yang duduk di area ini tak akan merasakan duduk di lantai dua. Rasanya tak jauh berbeda dengan naik bus satu lantai. Hiburan audio-video on demand yang disediakan PO. Putera Mulya di kabin atas bisa dinikmati dengan santai.

Nah untuk titik ketiga, hanya dikhususkan untuk orang-orang yang memiliki nyali. Adanya di area depan bus bagian atas. Adrenalin kita bisa berpacu bersamaan pedal gas, pedal rem dan retarder yang dimainkan pengemudi saat bus harus mendahului. Untuk rute bus Wonogiri-Solo-Jakarta tidak terlalu banyak dirasakan, mengingat sebagian besar ruas jalan sudah terpisah separator untuk dua arah berlawanan.



Beruntung haltebus.com sempat merasakan beberapa ruas jalan tak berseparator. Selama mencoba bus di seputar Solo-Wonogiri dan ke Jakarta. Siapapun yang duduk di bagian depan di dek atas merasakan sensasi melihat halangan di depan bus lebih dulu dibandingkan pengemudi yang ada di atas. Karena posisinya lebih tinggi, otomatis jarak pandang ke depan bisa lebih jauh. Secara reflek, beberapa kali haltebus.com sempat mengetuk-ngetuk lantai saat bus mencoba menyalib beberapa kendaraan, sementara di depan sudah terlihat ada iring-iringan kendaraan.

Duduk di bagian depan juga menjadi favorit penumpang bus. Empat tempat duduk paling depan yang paling banyak dipilih penumpang, yang penasaran bagaimana rasanya baik bus tingkat AKAP. Dalam halaman resmi PT. Putera Mulya Sejahtera di media sosial, beberapa penumpang bus mempostingkan pengalamannya naik bus tingkat.

Akun Yoen Supriyanto Mbarjo misalnya menulis, “Perjalanan dr Giribelah – Jakarta Pulogebang..jam 9:30 start Giribelah sampai Krisak jam 11:45..menunggu si DD 01 dan akhirnya datang pukul 13:30 di Krisak jadi artis nya PO Wonogiri start Krisak 14 :00 masuk RM Raos Eco pukul 21:30, lanjut perjalanan 22:00 dalam perjalanan si DD01 tidak kalah dengan PO yang lain, berani tancap gas..singkat cerita pukul 05:30 WIB finish Pulogebang, catatan bus nya enak nyaman jadi siapa yang mau mencoba si DD harap bawa headseat dan USB sendiri biar bisa menikmati fasilitasnya si DD dan jangan sungkan untuk bertanya pada crew biar bisa ngopi dan udud (merokok) yang telah disediakan...”

Sementara akun Sumastut dengan nama asli Febiolla Retno Sumastuti menulis, “pernah ikut DD02 Wonogiri-Pondok Pinang…dapat hotseat semua atas bawah…nyaman banget.” Akun Anitashuffah yang mewakili keluarga H. Kasdi yang berangkat dengan 11 orang anggota keluarganya, enam orang duduk di bawah dan lima orang duduk di atas bagian depan, menyebut, “Perjalanannya sangat nyaman, terima kasih kembali dari kami.”

Pelaku usaha di Wonogiri menyambut baik adanya inovasi yang ditempuh PO. Putera Mulya. Beberapa pengusaha bus di Wonogiri juga hadir saat peresmian kedua bus itu di Ngadirojo. Umumnya mereka memberikan apresiasi atas keberanian manajemen PO. Putera Mulya berinvestasi yang dalam perkiraan kasar bisa mencapai Rp. 6 miliar untuk kedua bus itu.

Ketua DPC Organda Wonogiri, Edy Poerwanto mengungkapkan, dari sisi kenyamanan interior kabin bus sudah cukup menunjukkan kenyamanan yang menjanjikan. Namun, dia mengingatkan masalah keselamatan dan keamanan penumpang. “Semakin tinggi bus, yang perlu diperhatikan adalah titik beban bus. Limbung gak? Nah bagaimana jika dalam kondisi penuh? Kan masih ada jalan berliku-liku seperti di Alas Roban?,” ujarnya

Salah satu pimpinan PO. Putera Mulya, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, pihaknya ingin mengawali apa yang disebutnya mengubah paradigm operator bus di Indonesia. Persaingan angkutan bus sebenarnya bukan persaingan antar operator, melainkan persaingan antar moda angkutan lain. Peluang untuk bisa bersaing dengan moda angkutan lain, kata dia, mulai terbuka seiring dengan proyek jalan Tol Trans Jawa yang digenjot pemerintah.



“Coba bayangkan, Jakarta-Semarang ada jalan tol, jaraknya hampir 500 km, dengan bus berkapasitas mesin yang besar, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar lima jam. Nah, dengan kehadiran bus tingkat ini, kami menawarkan pengalaman baru bagi pengguna moda angkutan lain, khususnya dari sisi kenyamanan,” kata dia.

Mesin Scania DC13 107 K01 Euro 3 berkapasitas 13 liter enam segaris yang diusung K410IB/6x2*4 bisa menyemburkan tenaga 410 HP menawarkan sensasi baru. Hanya dengan putaran mesin di kisaran 1.500 Rpm, bus pun bisa berlari di atas 100 km/jam. Berkat berkat Engine Management System yang tertanam pada mesin, tenaga maksimal dapat dihasilkan pada putaran rendah, yakni 2.000 NM pada posisi 1.000-1.350 rpm.

Kinerja mesin saat beroperasi diperhalus dengan geabox/transmisi Scania GR895R, 12 percepatan yang dilengkapi Retarder. Ada fitur Downhill yang berfungsi mengontrol kecepatan pada saat jalan menurun. Ada pula Hillhold yang memudahkan pengemudi menjalankan bus, saat bus dalam kondisi berhenti di jalan menanjak curam.

Fitur keamanannya setara dengan sedan. Ada ABS (Anti-lock Braking System), Electronic Braking System, Automatic Slack Adjuster dan Cruise Control dengan Opticruise Transmission (semi-otomatis). Engine Management juga merekam perjalanan dan perilaku pengemudi. Pengemudi bus sangat dimudahkan dalam tugasnya menjalankan bus. Suspensi udara juga menawarkan kenyamanan peredaman guncangan yang maksimal, melengkapi kenyamanan khas sedan.

“Membawa bus ini kita bisa mengukur kondisi bus dan membantu kita beradaptasi dengan karakter bawaan chassis. Mengemudi gak mudah capek, nyaman, tetapi butuh konsentrasi yang tinggi,” kata Mulyono salah satu pengemudi bus tingkat itu.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013