Sabtu, 25 November 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS TINGKAT JADI TREN MASA DEPAN
 
30 Januari 2017


(Wonogiri - haltebus.com)
Bus Tingkat Antar Kota Antar Provinsi akan menjadi tren baru transportasi bus di masa mendatang. Menurut Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia, Ir. Muslih Zainal Asikin ada kebutuhan di masyarakat yang menginginkan kenyamanan transportasi. Hal itu diungkapkannya di sela-sela Tes Jalan Bus Tingkat AKAP bersama Kementerian Perhubungan bersama pemangku kepentingan, Jumat (27/1/17) di Wonogiri.


Dalam ujicoba bus tingkat AKAP ini, tim Kemenhub mengajak Polri, pengurus pusat MTI, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) serta perwakilan pengguna transportasi bus. Kemenhub mencari masukan dari berbagai pihak terkait operasional bus tingkat AKAP. Muslih yang ikut berangkat dari Terminal Terpadu Pulogebang mengungkapkan, memaklumi kegiatan Kemenhub untuk tes jalan bus tingkat AKAP karena bus semacam ini masih tergolong baru di Indonesia.

Dia mengaku merasakan kenyamanan bus selama perjalanan 12 jam. “Ketika ada inovasi dari penyedia jasa transportasi dan ada masyarakat yang mampu membayar demi kenyamanan, saya kira di masa mendatang peluang di segmen bus tingkat AKAP ini bisa berkembang menjadi tren,” ujarnya.



Muslih menambahkan, ketika jalan tol sudah menghubungkan Jakarta - Solo perjalanan dengan bus semakin nyaman. Dia berharap kenyamanan itu bisa menjadi nilai tambah bagi transportasi bus. “Nanti kalo ada jalan tol Jakarta-Solo dengan bus seperti ini, kecepatan 100 Km/jam masih nyaman, saya yakin sekarang belum terasa, begitu ada succes story pasti yang lain ikut,” ujar dia.

Bus yang dimaksud oleh Muslih adalah bus berkapasitas besar dengan isi silinder di atas 8.000 cc yang mampu berjalan 100 km/jam secara konstan. Di Indonesia sendiri sudah ada tiga pabrikan yang menyediakan chassis bus berkapasitas besar yang bisa diaplikasikan untuk bus tingkat. Pabrikan Scania sudah memasarkan K410IB/6x2*4 yang ditopang mesin Scania DC13, 13 liter yang menghasilkan 410 HP. Sementara Pabrikan Mercedes-Benz menggunakan mesin Mercedes-Benz OM457LA berkapasitas 12 liter dengan tenaga 422 HP. Sementara ada pula MAN R37 yang didukung mesin MAN-D2676 LOH10 berkapasitas 12,4 liter yang menyemburkan tenaga 460 HP.

Bus tingkat AKAP, menurut Muslih, tak akan sama dengan bus-bus single deck/berlantai satu pada umumnya. Dia menilai bus tipe ini sangat cocok untuk segmen masyarakat yang khusus, yang belum pernah atau jarang naik bus. “Ini bukan saingan antar operator, tetapi bagaimana menarik penumpang baru yang mencari kenyamanan,” katanya serius.


Pendapat Muslih cukup beralasan. Investasi yang ditanamkan operator bus tingkat AKAP juga tergolong tidak sedikit. Satu unit bus tingkat, yang terdiri dari chassis dan bodi saja sudah menghabiskan biaya sedikitnya Rp. 2,5 miliar. Jika diperhitungkan segala keperluan mulai dari interior dan kelas yang akan disasar operator bus sampai akhirnya beroperasi di jalan raya, perlu tambahan biaya minimal Rp. 200-300 juta. Agar bisa menutup investasi yang dikeluarkan, operator bus harus memperhitungkan dengan cermat pemasukannya.



 
Sementara itu, pimpinan PT. Putera Mulya Sejahtera Kurnia Lesani Adnan mengaku sengaja membuat bus tingkat untuk meningkatkan pelayanan perusahaannya pada masyarakat. Operator bus tingkat AKAP jarak jauh pertama di Pulau Jawa itu mengoperasikan busnya untuk rute Jakarta-Solo-Wonogiri, berjarak tempuh 571 Km. ada dua kelas di dalam satu bus dengan label Putera Mulya ini, Elegant Class bertarif Rp. 325 ribu dan First Executive Class bertarif Rp. 225 ribu.

Sani, sapaan akrab Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan, pihaknya sengaja menyediakan bus yang nyaman untuk menarik minat masyarakat yang belum atau tidak pernah naik bus bepergian ke Solo dan Wonogiri. “Kami ingin memberikan dorongan baru untuk usaha transportasi bus, bahwa bus yang ada sudah seperti ini. Kami menyediakan dua kelas yang unik di atas dan di bawah dengan bangku yang dilengkapi sarana hiburan di setiap bangku,” katanya.

Inovasi ini pun disambut positif tim Korlantas Mabes Polri yang ikut dalam rombongan. Kabag Audit Keamanan dan Keselamatan Korlantas, AKBP Hendra Gunawan menyambut baik adanya bus yang nyaman untuk jarak jauh. Sebagai petugas yang terbiasa fokus mengurusi keamanan di jalan raya, dia berharap bus yang nyaman bisa semakin diminati masyarakat. “Kalau masyarakat menjadikan bus semacam ini sebagai sarana transportasi antar kota kan kemacetan semakin berkurang, otomatis angka kecelakaan juga bisa menurun,” katanya.

Tren bus tingkat AKAP sudah dimulai sejak tahun 2015. Kehadiran bus tingkat AKAP menjadi perhatian luas masyarakat saat PT. Putera Mulya Sejahtera mengoperasikan dua unit bus tingkatnya. Pihak Kemenhub ingin mendapatkan masukan lebih jauh terkait operasional bus tingkat di Indonesia. Berdasarkan masukan dari perserta tes jalan yang ikut merasakan perjalanan selama 12 jam, bus tingkat layak dioperasikan di Indonesia. Namun, operasional bus juga harus disesuaikan dengan kelas jalan yang cocok bobot bus yang bongsor ini.

Berdasarkan catatan haltebus.com, lebih dari 20 unit bus tingkat sudah beroperasi untuk bus kota maupun bus AKAP di Indonesia hingga akhir tahun 2016. Informasi lebih jauh yang diperoleh haltebus.com menyebutkan sedikitnya 16 unit lagi akan beroperasi untuk bus AKAP dan bus kota di tahun 2017. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013