Minggu, 25 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MELONGOK ISI VICOLUX PO. PUTRA JAYA
 
13 Februari 2017


(Bogor – haltebus.com) Inovasi pelayanan di antara operator bus di Sulawesi semakin menarik seiring dengan hadirnya Scania K410IB/6x2*4 Opticruise milik PO. Putra Jaya. Tak hanya dari sisi besarnya kapasitas chassis, yang terbesar dari pabrikan Swedia, tetapi juga dari sisi layanan kelas yang dihadirkan. Direktur Utama PO. Putra Jaya, Vicky Hosea menyatakan, pelayanan untuk pelanggan menjadi prioritas utamanya, yang membuat perusahaannya menghadirkan bus terbaik di Sulawesi. “Kami investasi bus ini karena ada permintaan dari pelanggan kami. Semoga kehadirannya sesuai harapan,” kata dia di sela-sela road test bersama sejumlah awak media, di Bogor, Rabu (8/2/17).

Investasi Vicky tak main-main, dia merogoh kocek Rp. 3,5 miliar untuk bus yang diberi label Vicolux, yang diambil dari Vicky-Oliva Luxury (nama Vicky dan istrinya). Kelasnya berbeda dari yang ada selama ini. Tiga kelas berbeda dalam satu bus, yang setiap kelasnya mewakili kenyamanan yang dijanjikan oleh Vicky sebagai yang terbaik. Menurut Vicky bus ini melayani rute Makassar – Palopo dengan jarak 350 Km dan waktu tempuhnya tujuh jam.

Ada kelas apa saja dalam bus Vicolux? Kalo diurut dari depan ada tiga kursi di barisan terdepan yang disebut kelas VIP. Di kelas ini kursinya dilengkapi sandaran kursi elektrik. Ada alat pemijat kaki, sayangnya saat tes jalan, alat pemijatnya belum terpasang.



Di bagian tengah bus ada kelas Bisnis dengan 18 kursi penumpang. Kelas Bisnis menjadi kelas terbanyak untuk jumlah penumpangnya. Sekilas terlihat biasa untuk ukuran bus mewah, namun siapapun yang duduk bisa merasakan keistimewaan di kelas bisnis. Busa kursi lebih tebal dari kursi bus kebanyakan, begitu juga di sandaran kaki. Kelebihan lain adalah jarak antar bangku yang sangat leluasa, biarpun kaki selonjor dan sandaran kaki pada posisi rata, tetap ada jarak dengan kursi di depannya.

Nah yang termewah kelas Luxury. Hanya ada tempat untuk empat penumpang di kelas yang posisinya di bagian belakang bus. Setiap penumpang di kelas Luxury bisa merebahkan badan. Ada hiburan di setiap ruang berupa LCD yang dilengkapi Audio-Video on Demand. Bantal dan guling juga siap menemani istirahat selama perjalanan. Penumpang di kelas ini wajib memahami situasi di sekelilingnya, terutama cara membuka pintu pembatas dengan dua kelas lainnya.



Kemewahan bus tak selamanya mewah dalam fasilitas. Fokus pada kenyamanan penumpang, membuat PO. Putra Jaya tak menyediakan fasilitas hiburan yang mewah, kecuali di kelas Luxury. Di kelas VIP dan Bisnis, penumpang dihibur dengan dua LCD TV yang dipasang di langit-langit bus, tak seperti kebanyakan bus di Jawa yang mulai memanjakan penumpangnya dengan LCD di setiap kursi penumpang.

Keandalan chassis Scania K410IB/6x2*4 Opticruise bertenaga 410 HP itu sangat menopang Vicolux agar penumpang bisa beristirahat dengan nyaman. Selama perjalanan tes jalan, meski bus dipacu 80 km/jam tidak terasa. Berkat fitur suspensi udara yang mumpuni. Masih ada pula fitur-fitur lain seperti Downhill Speed Control, Hill Hold, Retarder, Anti-lock Braking System, Electronic Braking System dan Automatic Slack Adjuster.


 

Vicky menjanjikan, Vicolux terbaru ini akan menjadi bus yang mengutamakan pelayanan. Menurut dia, awak bus yang bertugas di bus itu memiliki perhatian yang lebih untuk pelanggannya. PO. Putra Jaya juga menjadi pengguna yang pertama di Sulawesi untuk armada bus Scania K410IB/6x2*4 Opticruise dan model bus S-Liner dari Karoseri Rahayu Santosa. Nilai tambah tersendiri yang ditawarkan Vicky kepada pelanggannya. “Saya dulu juga sering naik bus Makassar – Palopo. Berangkat dari pengguna jasa transportasi bus, saya banyak belajar bagaimana jika posisi saya ada di pelanggan yang kecewa. Karena itu kami akan responsif terhadap keluhan pelanggan,” kata dia.

Apa yang disampaikan Vicky menjadi gambaran tipikal penumpang/pelanggan untuk rute Palopo – Makassar PP. Menurut Vicky, kebanyakan pelanggannya ke Makassar atau ke Palopo untuk kepentingan bisnis. Karena itu mereka butuh kenyamanan dan istirahat yang cukup selama perjalanan tujuh jam. “Mereka berani bayar mahal asalkan mereka mendapat kenyamanan yang sesuai,” ujar Oliva, istri Vicky menambahkan.

 

Meski sudah menyediakan bus yang tergolong mewah ini, Vicky belum mau menjelaskan detil berapa rupiah yang harus dikeluarkan penumpang untuk menebus tiketnya. “Harga termahal di kisaran 450 – 500 ribu, mungkin. Masih kami hitung-hitung,” kata dia lagi.

Sulawesi Selatan sebagai pintu masuk, sering menjadi barometer perkembangan pembangunan di wilayah Indonesia Timur. Kompetisi antar operator untuk menghadirkan bus-bus dengan pelayanan terbaik tergolong ketat di sana. Ada beberapa rute yang dipenuhi bus-bus dengan pelayanan terbaiknya. Rute Makassar – Toraja, Makassar – Palopo, Makassar – Masamba, hingga Makassar – Sorowako.

Bus-bus untuk non-Ekonomi di bahkan melebihi kelas non-Ekonomi di Pulau Jawa. Tak sedikit yang menyediakan kursi dengan sandaran elektrik, juga busa kursi yang tebal dan jarak antar kursi yang lega. Kehadiran bus bersumbu tiga (3-axle) milik PO. Putra Jaya, bisa memicu kompetisi antar operator untuk menghadirkan bus bersumbu tiga. Kompetisi itu tentu sangat menguntungkan penumpang, semakin ketat kompetisi antar operator, semakin nyaman bus yang siap menemani perjalanan masyarakat. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013