Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PPD TERLAHIR KEMBALI : TRANSJAKARTA VINTAGE SERIES BERTAMBAH
 
15 Februari 2017


(Jakarta – haltebus.com) Warga Jakarta bisa menikmati bus-bus Transjakarta dengan beragam warna dan rasa. Dua unit bus Transjakarta Vintage Series (seri sejarah) diperkenalkan PT. Transjakarta pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama Selasa (14/2/17) pagi. Bersama Direktur Utama PT. Transjakarta, Basuki langsung mencoba bus yang baru datang Sabtu lalu.

“Ini enak lho kursinya empuk. Luas juga, aku yang tinggi saja lututnya masih bisa merasakan luas,” ujarnya kepada sejumlah pewarta, seperti dikutip dari wartakota.tribunnews.com.

Dua unit bus Mercedes-Benz OH-1626 itu bagian dari 10 unit bus yang dibeli PT. Transjakarta dan tampilannya disamakan dengan bus PPD yang beroperasi mulai tahun 1970-an hingga 1990-an. Dua unit yang diperkenalkan itu mengambil corak warna bus PPD tahun 1980 biru kusam dengan body list oranye dan tahun 1990-an warna dasar putih dengan body list biru yang di kombinasi warna oranye.

Bus gelombang kedua ini bagian dari program PT. Transjakarta untuk membawa warga Jakarta ke masa lalu dimana angkutan bus pernah menjadi andalan utama bepergian keliling kota. Setidaknya hingga tahun 1990, dimana bus-bus kota masih banyak ditemui di jalan ibukota.

Basuki naik bus salah satu dari dua unit bus Vintage series yang diperkenalkan dari halte Transjakarta Penjaringan. Suasana hujan pagi itu tak membuatnya ikut sendiri. Sebaliknya, dia terlihat bersemangat dan senang dengan tampilan bus Transjakarta yang berbeda. Apalagi busnya dilengkapi dengan klakson yang menjadi tren lima bulan terakhir. Telolet! “Ada teloletnya juga lho ini. Coba, om telolet om!” teriak Ahok sambil mengacungkan tangan kirinya ke pengemudi yang duduk di balik kemudi.

Tak seperti bus sebelumnya kapasitas angkut bus ini juga sedikit berkurang. Direktur Utama PT. Transjakarta Budi Kaliwono menyebut, kapasitas bus dengan transmisi otomatis itu maksimal hanya 75 penumpang. “Kami akan coba pakai di koridor I, VI, IX,” kata Budi seperti dikutip detik.com.

Meski kapasitas bus berkurang, Basuki tak keberatan dengan konsep bus Vintage ini. “Enggak apa-apa kami kurangin kapasitasnya, yang penting nyampe. Nanti akan masuk sampai perumahan-perumahan. Jadi nanti pasti orang menghindar beli mobil. Ngapain beli mobil kalau naik bus enak,” kata Gubernur yang akrab disapa Ahok.

Bus Vintage Series kali ini dibuat di Karoseri Laksana, Ungaran. Direktur Keuangan Karoseri Laksana, Alvin Arman, mengaku senang bisa dipercaya PT. Transjakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sepekan sebelum penyerahan ke PT. Transjakarta, Alvin mengungkapkan, pihaknya harus meluangkan perhatian ekstra agar bus replika bus di tahun 1980-an dan 1990-an itu bisa terwujud. Tantangan terbesar mereka adalah pada cat bus yang warnanya sulit ditemui saat ini. “Kami sempat salah mencatat busnya, akhirnya kami cat ulang sesuai yang diinginkan,” ujar dia.

Kesulitan lain yang cukup menyita perhatian, tim desain dan produksi Karoseri Laksana mempersiapkan kursi yang mereka buat khusus yang menyerupai kursi bus di masa lalu. Bentuk kursi yang ada di dalam bus Vintage Series memang kembali ke tahun 1970-1980-an awal. Kursi bus dibuat menyatu setiap dua tempat duduk. Besi melintang yang memanjang dan khas, sebagai pegangan tangan penumpang saat mau duduk ataupun pada saat berdiri.

Ibarat pepatah : Patah tumbuh, Hilang berganti. Bus-bus kota Jakarta yang tersingkir karena usia rupanya tak sepenuhnya hilang. PT. Transjakarta mengembalikan tampilan bus-bus klasik itu dalam kemasan baru yang modern. Setiap warga Jakarta yang besar dan hidup di Jakarta di tahun 1970-1990-an tentunya akan mudah mengenalinya dari warna cat yang melekat. Namun tampilannya kini dalam nuansa yang unik dan khas. “Ada musik tahun 1870-1980-an juga yang menemani penumpang bus Vintage Series ini,” kata Budi Kaliwono saat menjelaskan konsep bus Vintage Series tahun lalu. (naskah mai/foto : dok. Karoseri Laksana/kompas.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013