Jumat, 18 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS TINGKAT AKAP JARAK JAUH DI WONOGIRI BERTAMBAH
 
13 Maret 2017


(Jakarta – haltebus.com) Satu per satu armada-armada baru mulai mengisi Jakarta – Solo – Wonogiri. PT. Anugerah Mas (Agramas) kembali membuat rute Jakarta – Solo – Wonogiri menjadi perhatian pelaku usaha dan pengguna transportasi bus di Indonesia. Mereka meresmikan dua unit bus tingkat AKAP jarak jauh pertamanya di Alun-alun-kota Wonogiri, Sabtu (11/3/17).

Menurut Direktur Utama PT. Agramas, David Ariawan, kehadiran armada baru mereka bisa mendorong kemajuan transportasi bus di Indonesia. “Kami ingin meningkatkan pelayanan untuk pengguna transportasi bus di Indonesia. Masyarakat di Wonogiri ini merantau ke Jakarta dan kembali ke kampong halaman sekarang sudah makin nyaman,” kata dia dalam sambutannya saat peresmian.

David berharap kehadiran bus tingkat AKAP di Wonogiri juga bisa ikut mendorong perekonomian Wonogiri dan pengembangan wisata serta penambahan kunjungan masyarakat ke daerah itu. dia menegaskan, meski ada operator bus lain yang juga mengoperasikan bus tingkat AKAP jarak jauh di rute yang sama, Jakarta – Solo – Wonogiri, bukan berarti mereka saling bersaing. “Kami saling mendoronglah untuk kemajuan transportasi di negeri ini,” ujar dia.



PT. Agramas mengoperasikan dua unit Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 bersumbu tiga. Kedua bus itu menjadi bus tingkat pertama Mercedes-Benz di Pulau Jawa yang menempuh rute terjauh, lebih dari 550 Km sekali perjalanan. Untuk soal kenyamanan dan keamanan, fitur-fitur yang tertanam dalam chassis Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 tergolong tinggi. Dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS), Transmisi otomatis ZF, retarder, suspensi udara, disc-brake dan pengontrol mesin elektris, chassis yang dilepas ke pasaran Rp. 1,5 – 1,6 miliar off the road menempati posisi tertinggi diantara varian bus yang dijual Mercedes-Benz Indonesia.

Kehadiran dua unit bus tingkat dengan chassis premium ini, tentu menambah kebanggaan masyarakat Wonogiri. Saat peresmian beroperasinya kedua bus itu di alun alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Asisten Setda Wonogiri Bambang Haryadi memecah kendi sebagai tanda peluncuran. Dia berharap kehadiran kedua bus baru PT. Agramas bisa menambah kemajuan di daerahnya.

Perusahaan bus yang pemiliknya masih bertalian keluarga dengan pemilik PO. Giri Indah dan PO. SUN Motor itu dikenal akrab dengan masyarakat Wonogiri. Mereka kerap menggelar hiburan rakyat untuk pelanggannya di acara-acara tertentu setiap tahunnya. Nah, saat peluncuran armada baru pun, tak ketinggalan pentas Reog dan kesenian daerah seperti campur sari mewarnai acara syukuran yang juga ditandai denga santunan anak yatim-piatu.

Atraksi lainnya yang tak kalah menarik ditunjukkan oleh Trisno Widiyanto dari tim All Ride Time. Pria yang akrab disapa Kotek itu mempertontonkan aksi free style BMX Bike. Kotek yang asli Slogohimo dengan lihai menunjukkan kebolehannya bersepeda di sekitar panggung utama, melompati orang serta beberapa trik free style yang menarik. Dia menjadi salah satu ikon Wonogiri karena sederet prestasinya di ajang lomba sepeda beragam kelas baik di dalam maupun luar negeri.

Strategi mendekatkan diri pada masyarakat Wonogiri membuat bus AKAP yang beroperasi mulai tahun 2011 ini lekat di hati pelanggannya. Menurut staf operasional bus malam PT. Agramas Utut Saptio Wibowo, berdasarkan grafik penumpang yang mereka dapatkan selama operasional armada bus malam, untuk tujuan Jabodetabek – Solo – Wonogiri, permintaan untuk kelas Eksekutif cukup tinggi. “Ada masukan dari pelanggan kami untuk penambahan armada kelas Eksekutif, nah pengadaan armada bus tingkat ini sekaligus kami ingin menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan pelayanan,” ujar Utut.




Kedua bus tingkat AKAP itu, kata Utut, untuk melengkapi armada yang sudah berjalan saat ini. Dia mengungkapkan, seiring dengan pembangunan jalan tol Trans Jawa yang sudah mencapai Pejagan, waktu perjalanan mulai terpangkas signifikan. Waktu tempuh bus dan kereta api yang hanya terpaut satu-dua jam membuat penumpang bus khususnya untuk kelas Eksekutif juga mulai meningkat.

Dia memperkirakan, saat jalan tol sudah menghubungkan kawasan Jabodetabek dengan Solo peluang bersaing dengan kereta api semakin tinggi. “Kalau dilihat kan tarifnya hampir sama tetapi kelasnya berbeda, kalau naik bus bisa dapat kelas Eksekutif plus servis makan sementara di kereta api mungkin kelas ekonomi atau bisnis tapi tak dapat makan,” kata Utut.



Namun Utut menyayangkan, saat banyak perusahaan bus mulai berbenah memperbaiki pelayanan, pemerintah memiliki kebijakan lain yang kurang menguntungkan. Keputusan menjadikan Terminal Pulogebang sebagai terminal sentral, kata dia, amat berpengaruh mengurangi jumlah penumpang mereka. Menurut dia, tidak sedikit pelanggan PT. Agramas yang beralih ke angkutan jenis minibus travel dengan alasan di tempat tujuan tidak perlu naik-turun bus lagi untuk sampai di rumah. (naskah : mai/foto : mai/dok. PT. Agramas)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013