Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KELAS KHUSUS UNTUK PEMBUATAN BUS DARI MERCEDES-BENZ
 
14 Maret 2017


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Indonesia kembali menggelar pelatihan pelatihan rutin untuk meningkatkan kerja sama pembuatan bodi bus. Pelatihan ini, menurut Deputy Director of Commercial Vehicle Bus Sales, Mercedes-Benz Indonesia, Adri Budiman, sebagai cara mengingatkan kembali ketentuan pembuatan bodi bus Mercedes-Benz yang diatur dalam Body Builder Advisory (panduan karoseri). “Prosedur Body Builder Advisory Mercedes-Benz ini bersifat global, sama di semua belahan dunia, kami dan perwakilan seluruh Mercedes-Benz di dunia bertukar informasi untuk menyamakan standar,” kata dia di sela-sela pelatihan, di Pusat Pelatian Mercedes-Benz Indonesia di Ciputat, Senin (13/3/17).

Adri menegaskan, kali ini pelatihan juga melibatkan tim dari dealer sebagai kepanjangan tangan Mercedes-Benz Indonesia baik ke pelanggan maupun ke karoseri. Sementara, dari karoseri hadir perwakilan tim engineering dan produksi dari karoseri yang sudah ditetapkan sebagai mitra Mercedes-Benz Indonesia. Ada Karoseri Adiputro, Karoseri Rahayu Santosa, Karoseri New Armada, Karoseri Laksana, Karoseri Trisakti, Karoseri Nusantara Gemilang, Karoseri Morodadi, Karoseri Tentrem, Karoseri Piala Mas dan Karoseri Restu Ibu Pusaka.

Menurut Adri ada proses dan alur untuk menjaga standar bodi bus Mercedes-Benz untuk setiap karoseri yang menjadi mitra. Tujuannya, kata dia, untuk memastikan bahwa produk bus yang sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi baik. “Setiap mitra kami mendapat akses ke aplikasi body builder Mercedes-Benz global. Dalam aplikasi itu, karoseri hanya tinggal menyontek ketentuannya secara gratis, jadi mereka dimudahkan,” kata Adri.



Sementara itu Body Builder Advisory Manager Mercedes Benz Indonesia, M. Thoyib menegaskan, pemerintah sudah memperketat aturan tentang pembuatan bodi bus untuk alasan keselamatan. Kementerian Perhubungan beserta jajarannya, kata dia, akan mengecek surat ijin yang diajukan dan langsung melakukan uji petik atas ijin yang mereka terbitkan. “Sebaiknya untuk masalah perijinan ini kita sama-sama patuhi, nah Body Builder Advisory bisa jadi acuan kita,” ujarnya.

Dari sisi purna jual, Commercial Vehicle Warranty and Service Manager dari Divisi After Sales Service Mercedes-Benz Indonesia, Rochmat Ali Ismail mengajak karoseri untuk berkerja sama dalam mempertahankan kualitas produk. Tidak hanya untuk Mercedes-Benz semata, tetapi juga karoseri dan dealer. Dia mengungkapkan, Pre-Delivery Inspection (PDI) harus dilakukan, minimal di tempat terdekat di dengan karoseri. “Kami berharap dealer bisa melakukan PDI khususnya untuk O 500 R-1836 atau OC 500 RF-2542, misalnya untuk alignment ban, aktivasi fitur Electronic Stability Program dan pengecekan Antilock Braking System dan fungsi-fungsi lainnya,” ujar dia.

Ali mengingatkan, jika bus belum di cek melalui proses PDI sementara sudah melalui jarak tempuhnya yang jauh, berpotensi mendatangkan protes dari pelanggan. Jika bus tak sesuai performa atau mengalami masalah di jalan maka Mercedes-Benz yang akan diprotes. “Apalagi di jaman sekarang banyak paparazzi, dan biasanya langsung di upload ke internet, dampaknya bisa merugikan kita bersama, terutama Mercedes-Benz sebagai pemilik brand, karena orang taunya ya Mercedes-Benz,” kata dia lagi.

Dalam kesempatan itu, Adri Budiman menambahkan, standarisasi yang ditetapkan Mercedes-Benz untuk bosi bus bisa menjadi acuan karoseri dalam mengembangkan produknya. Dia mengaku tengah menata diri agar mereka bisa fokus dalam melayani pelanggan. Bersama dealer dan karoseri, dia berharap kerja sama ini berdampak kepada kepuasan pelanggan. “Kementerian Perhubungan pernah tertarik pada prosedur standar pada Body Builder Advisory Mercedes-Benz, kami sedang mempertimbangkan dan menanyakan kepada Mercedes-Benz di Jerman apakah kami bisa diijinkan memberikan akses aplikasi itu untuk pemerintah,” katanya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013