Rabu, 28 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS YANG POPULER DISEBUT BUS BANTENG
 
19 Maret 2017



(Jakarta – haltebus.com) Badannya kotak, perpaduan antara sudut lancip dengan sudut yang membulat membuatnya tak muda orang bosan melihatnya. Di pertengahan dasawarsa 1900-an, bodi OH-306 dan OH-306 Prima dari Mercedes-Benz Indonesia menjadi favorit perusahaan bus di masanya. Berbagai instansi pemerintah juga banyak yang membelinya, baik sebagai bus jemputan karyawan hingga melayani eksekutif perusahaan. Tak terkecuali bus yang satu ini, sempat mengabdi melayani anggota DPR hingga tahun 2016 lalu. Hampir 25 tahun umurnya setia menemani anggota DPR untuk kunjungan ke berbagai daerah.

Bus yang sempat bergonta-ganti warna sejak awal dibeli itu sangat terawat. Semua kelengkapan orisinal bus masih menempel. Jok beludru abu-abu, plafon senada dan louver AC yang khas persis seperti di masa edarnya dahulu. Sudah tergolong langka untuk bus dengan model sejenis.

Dalam catatan haltebus.com ada empat unit yang masih beredar, setidaknya hingga tahun 2016, dalam kondisi relatif orisinil. Setiap bus yang tersisa itu memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, dari sisi eksterior cirri khasnya masih lekat dengan bus di era 1990-an. Jika diamati lebih jauh di bagian dalam ada keunikan yang menarik dicermati dari masing-masing unit yang tersisa.

Bus banteng berwarna coklat keemasan, misalnya, memiliki ciri khas bus di tahun 1990-an. Pendingin ruangan atau AC bus diletakkan di bagasi. meski diletakkan di bawah bus, mesin AC juga tak kalah dengan bus baru. Bagasi tempat pendingin ruangan bus berlabel Thermo King itu juga sangat apik. Fan dan mesin AC yang bercat hijau sangat terawat, boleh dibilang bersih dari tumpukan debu. Di bagian ekseterior kondisi lampu dan semua aksesorisnya masih pada tempatnya dan belum berganti rupa.



Nah Banteng DPR lain lagi. Ada dua unit yang akhirnya dilelang di sekitar akhir tahun 2015 atau awal 2016 lalu. Ada tiga bus DPR yang klasik yang popular di jamannya, dua unit model Banteng dan satu unit lainnya Starliner. “Sebenarnya saya mendapat lelangan dari Setjen DPR itu ketiga-tiganya, tetapi saying hanya merawat yang paling orisinil. Sejak pertama tahu ada ketiga bus itu saya sudah bertekad, ketiganya harus bisa saya dapatkan,” kata Aris Irwanto penggemar bus yang juga menekuni jual-beli bus.

Satu bus Banteng yang berpindah garasi ke Cinere, tempat Aris merawat bus-busnya, sebetulnya masih full orisinil luar dalam. Kondisi interior juga sama. Namun, demi menyegarkan tampilan luar-dalam, dia mengubah interior bus yang berlapis beludru dan menata ulang semua kursinya. Beberapa kursi di dalam bus diturunkan dan diganti sofa. Pelapis kursi beludru diganti dengan bahan sintetis. “Supaya mudah perawatannya, tampilannya terlihat beda. Kursi-kursinya masih asli kok, cuma pelapis luarnya yang diganti,” kata Aris.



Aris juga mengubah cat bus yang berwarna asli kombinasi hitam, ungu tua, merah jambu dan putih itu dengan warna bus Banteng yang popular di masanya, yakni putih. Agar lebih menonjolkan identitas busnya, di bagian dinding kiri dan kanan agak ke belakang, Aris menghiasinya dengan gambar Banteng dalam posisi menanduk. Gambar ini pula yang membuatnya populer di kalangan penggemar bus sehingga kerap menjadi obyek foto mereka.

Selain bus Banteng milik Aris, ada lagi bus Banteng yang berkelir putih. Bus milik salah seorang pengusaha di Jakarta ini tak kalah terawatnya. Jika Aris merombak bagian dalam, maka bus Banteng putih yang satu ini dijaga keaslian interiornya. Sang pemilik, Bambang T sangat senang dengan semua produk Mercedes-Benz, dia begitu senangnya dengan bus yang dibuat German Motor Manufacturing, Divisi Body Builder Mercedes-Benz Indonesia saat itu. “Saya pernah (bekerja) di Wanaherang dulu, jadi saya paham betul kualitas bus GMM ini,” katanya saat mengikuti Reuni Bus Klasik tahun 2011 silam.

 

Pria yang akrab disapa Ongky, bukan pengusaha bus ataupun berkecimpung di bidang usaha yang terkait dengan bus. Namun, kegemarannya terhadap bus membuat siapapun yang mengenalnya menggelengkan kepala. Tidak jarang bus kesayangannya terlihat parker di garasi rumahnya di bilangan Jakarta Selatan.

Mercedes-Benz Indonesia mengeluarkan bus Banteng setelah masa edar seri OH306 kotak berkaca lebar yang mulai diproduksi awal 1980-an berakhir produksinya. Bus model Banteng menjadi pembungkus chassis Mercedes-Benz OH-1113. Kepercayaan masyarakat pada produk Mercedes-Benz membuat bus Banteng ini cukup popular menghiasi dunia transportasi bus di Indonesia. Meski beberapa karoseri bus saat itu memiliki model tersendiri, tidak sedikit pula dari mereka yang membuat bus dengan basis model Banteng versi masing-masing karoseri. Ada karoseri Rahayu Santosa, Laksana, juga New Armada. Periode tahun 1990-an menjadi masa keemasan transportasi bus, beragam model bus diproduksi dari berbagai karoseri.


 

Salah satu dari keempat bus Banteng yang tersisa akan tampil di Pameran Indonesia Classic N Unique Bus 2017. Pameran yang diselenggarakan atas kerjasama www.haltebus.com dan PT. GEM Indonesia itu mengusung tema Timeline of Indonesia Transportation. Bus Banteng akan mewakili  bus yang pernah populer di tahun 1990-an. (naskah : mai/foto : mai/dok.Reuni Bus Klasik/Firman F)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013