Jumat, 18 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MENIKMATI SEJARAH KOTA NAIK BUS TUA
 
24 Maret 2017


(Jakarta – haltebus.com) Kota Pangkalpinang terang benderang, Minggu (19/2/17). Cuaca cerah dengan langit biru dihiasi awan putih menambah keindahan. Dua unit bus kayu Perusahaan Oto-oto Warga Negara Indonesia Sungailiat (POWNIS) pagi itu siap bertugas mengantar pengunjung Museum Timah Indonesia berkeliling kota. Bus kayu dengan ornamen dan hiasan yang khas menjadi sarana transportasi yang unik yang dimanfaatkan oleh Museum Timah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang menarik wisatawan.

Kedua bus itu diresmikan oleh Direktur Utama PT. Timah (Persero) Tbk, Mochtar Riza Pahlevi akhir Januari lalu. Semangatnya, PT. Timah (Persero) Tbk ingin mendorong pengembangan potensi pariwisata di Pulau Bangka. “Kami berharap kehadiran kembali POWNIS menjadi daya tarik wisata tersendiri, karena mobil ini memiliki keunikan, keindahan dan nilai sejarah angkutan di Pulau Bangka," ujarnya saat peresmian seperti dikutip dari antaranews.com.

Penasaran dengan bus kayu Bangka, haltebus.com mencoba mengikuti rute bus POWNIS yang legendaris di pulau itu. Beragam lokasi bersejarah yang tersebar di sudut-sudut kota Pangkalpinang menjadi tujuan wisata keliling kota. Selama perjalanan, ada satu pemandu yang siap menceritakan apa dan bagaimana bangunan bersejarah kota Pangkalpinang di masa lalu.



Cerita-cerita di balik peninggalan sejarah selalu menarik dibaca dan didengarkan. Dengan mengunjungi peninggalan bersejarah pengetahuan kita akan bertambah tentang peradaban masyarakat dan cerita masa lalu di suatu daerah. Di kompleks perumahan PT. Timah (Persero) Tbk, misalnya terdapat gudang air yang menjadi penampungan air bersih warga kota Pangkalpinang di masa pemerintahan Belanda. Bangunannya masih terlihat kokoh dan terawat dengan baik.

“Ini menara air pertama di Pangkalpinang, dulu digunakan untuk memasok kebutuhan air bersih seluruh kota. Lokasi ini dipilih karena menjadi titik tertinggi di kota ini,” kata Reiharnadi pemandu wisata yang tak lain Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pangkalpinang.



Bus POWNIS membawa penumpangnya melewati bangunan-bangunan di masa penjajahan Belanda. Mulai lingkungan perumahan, sekolah, taman, tempat kongkow tak ketinggalan kompleks pemakaman khusus warga Belanda atau warga asing di Jl. Hormen Maddati, Melintang, Rangkui yang disebut makam Kerkhof.

Di tengah kota Pangkalpinang, ada bangunan tempat tinggal pejabat Residen Belanda yang kini berubah menjadi kediaman Walikota Pangkalpinang. Di depannya ada alu-alun kota yang sangat akrab dengan kegiatan warga. Bergeser ke arah timur dari kediaman Walikota, tepat dipertigaan, ada Gereja Maranatha, gereja tertua di kota itu yang dibangun pada tahun 1927.



Bus POWNIS memiliki rute yang menarik, selain menyinggahi titik-titik perkembangan kota dengan segala fasilitas dan lekat dengan pemerintahan Belanda di masa lalu, ada juga rute rumah ibadah. Gereja Maranatha menjadi rumah ibadah tertua untuk masyarakat Kristen Pangkalpinang. Rumah ibadah tertua adalah Klenteng Kwan Tie Miaw yang dipercaya dibangun pada 1841. Bus juga melewati Masjid Jamik yang dibangun pada 1936.

Menjelajah kota Pangkalpinang dan titik-titik bersejarah bersama bus kayu POWNIS terasa pas. Penumpang diajak mengenali sejarah sambil ditemani transportasi yang lekat dengan jaman dahulu. Bus kayu yang ada di kota Pangkalpinang kini menjadi atraksi wisata yang unik. Setiap hari Sabtu dan Minggu bus akan melayani pengunjung Museum Timah Indonesia dan mengajak keliling kota secara gratis.

Dalam rangka mendukung promosi wisata Pangkalpinang, pekan lalu Direktur Utama PT. Timah (Persero) Tbk, Mochtar Riza Pahlevi menyatakan kesiapannya untuk mengikutsertakan bus POWNIS di ajang Indonesia Classic n Unique Bus 2017. Dia berharap kegiatan ini bisa ikut mempromosikan wisata Pangkalpinang. Pemerintah Bangka-Belitung saat ini tengah mendorong kota dan kabupaten di daerahnya untuk menggali potensi wisata. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013