Jumat, 18 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS BARU DENGAN TAMPILAN JADUL ALA TRANSJAKARTA
 
04 April 2017


(Jakarta – haltebus.com) Tampilannya masih segar. Bau khas bahan interior yang baru di kabin penumpang juga masih terasa. Modelnya bus nya pun juga masih baru. Namun, ada satu yang pasti akan membuat banyak orang melirik ke arahnya. “Kami membuat bus Transjakarta Vintage untuk mengajak orang kembali ke masa lalu, nostalgia naik bus. Hanya bedanya dengan bus dahulu, bus yang sekarang sudah ber-AC dan ber-air suspension (suspensi udara). Kami hadirkan demi kenyamanan pelanggan,” kata Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono kepada haltebus.com, Selasa (21/3/17).

Bus berkelir biru tua dengan stripping oranye di bagian bawah dinding samping kiri dan kanan pasti bisa mengembalikan ingatan siapapun yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya hingga tahun 1990-an awal. Stripping oranye yang khas itu melekat pada bus Mercedes-Benz OF-1113 milik Perum Pengangkutan Djakarta yang mulai dirakit di pusat perakitan Mercedes-Benz di Wanaherang.

Dalam laman archieve photo Daimler Grup, tersimpan foto bus berkelir dasar biru dengan stirpping oranye yang tengah diproduksi di Wanaherang. Keterangan yang menyertai dua foto arsip itu menyebutkan tanggal 9 September 1982. Foto itu juga dilengkapi informasi produksi pertama German Motor Manufacturing (GMM) untuk merakit dan membuat kendaraan komersial di Indonesia. Selama dekade 1980-an, stripping oranye menjadi warna yang melekat di mata warga Jakarta yang saat itu sangat mudah mengakses bus kota.



Suasana tahun 1980-an ingin dihadirkan oleh Budi Kaliwono bersama PT. Transjakarta. Dalam pengadaan bus Mercedes-Benz OH-1626, bus Vintage gelombang kedua. Budi memesan 10 unit bus dengan tema khusus. Untuk menambah kenyamanan, transmisi Allison T280R enam percepatan yang dilengkapi retarder.

“Di eksetrior bus kami buat mendekati bus pada periode waktu tahun 1980-an, biru tua dan oranye itu membekas sekali, dulu saya kuliah di Grogol sering naik busnya. Kalau untuk interior kami buat custom,” kata Budi lagi.

Tema bus Vintage yang diangkat oleh PT. Transjakarta cukup unik. Ada bus yang dicat seperti bus di tahun 1960-1970 an, yakni dua unit pertama diluncurkan tahun lalu oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. haltebus.com mendapat kesempatan untuk melihat bus-bus Vintage tersebut.



Nah, interior bus meniru bus yang banyak ditemui di antara tahun 1960 – 1980-an. Satu kursi untuk dua penumpang, tanpa batas. Ciri khas lain, ada gagang yang bisa menjadi tempat berpegangan untuk penumpang saat dalam keadaan berdiri. Budi Kaliwono mengembangkan kreasinya untuk mewujudkan agar bus Transjakarta terlihat menarik, akrab di masa masyarakat sehingga mereka mau naik bus. Dia sengaja meminta Karoseri Laksana untuk membuat kursi seperti yang ditemui pada bus lawas.



Permintaan itu menjadi tantangan baru bagi Karoseri Laksana. Mau tak mau, kreasi itu harus bisa dipenuhi. “Awalnya kami juga bingung karena kursinya bukanlah standard bus kami. Kami membuat sendiri kursinya khusus untuk PT. Transjakarta,” kata Direktur Finance Karoseri Laksana Alvin Arman kepada haltebus.com awal Februari lalu di Ungaran.

Dua di antara yang baru selesai dibuat di Karoseri Laksana itu akan meramaikan Indonesia Classic n Unique Bus 2017. Di ajang pameran yang sama, penyelenggara INCUBUS 2017 juga mengundang Perum PPD yang strippingnya diaplikasikan pada bus Vintage tersebut. (naskah : mai/foto : mai/daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013