Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS TUA BISA JADI ATRAKSI WISATA SEJARAH YANG MENARIK
 
04 April 2017


(Jakarta – haltebus.com) Kota Pangkalpinang mengembangkan pola baru mengelola pariwisata dan sejarah. Bersama PT. Timah pemerintah kota itu mengoperasikan bus tua sebagai bus city tour yang mengantarkan wisatawan berkeliling kota menikmati lokasi-lokasi bersejarah. “Awalnya kami mengadakan travel mart di Pangkalpinang, dari situlah kami memulai untuk menggiatkan pariwisata di Pangkalpinang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang, Akhmad Elvian di sela-sela Pameran Indonesia Classic N Unique Bus (InCUBUS) 2017, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/3/17).

Elvian mengungkapkan, potensi wisata sejarah di kota Pangkalpinang cukup menarik untuk wisatawan. Menurut dia, beberapa peninggalan sejarah di kota itu cukup variatif. Ada peninggalan sejarah saat masa pemerintahan Inggris, Belanda, budaya Tionghoa yang masuk sejak 1700-an dan budaya melayu. Dia mengungkapkan, ada 41 titik sejarah yang menarik untuk dijual sebagai obyek wisata.

Bak gayung bersambut, rencana Pemerintah Kota Pangkalpinang bertemu dengan program pemberdayaan masyarakat PT. Timah (Persero) Tbk. Sekretaris Museum Timah Indonesia, Hikmat Slamet, mengungkapkan tahun 2016 lalu, Direktur Utama PT. Timah (Persero), Tbk M. Riza Pahlevi, memiliki ide menghidupkan kembali bus kayu di Bangka. “Pak Dirut dalam satu kunjungan ke Pulau Kondur di Riau sangat terkesan dengan kendaraan kayu, begitu beliau tahu di Bangka ada bus kayu beliau sangat antusias,” kata Hikmat.

Menurut Hikmat mereka kemudian meluncurkan bus kayu itu Januari lalu sebagai bus wisata keliling kota Pangkalpinang. Dari 41 titik lokasi bersejarah yang ada, PT. Timah (persero), Tbk baru melayani 15 titik. Waktu tempuh keliling kota Pangkalpinang sekitar 45 menit. Beberapa titik yang dikunjungi diantaranya, rumah Kapiten Lay Nam Sen, Rumah Residen Belanda, Gereja Maranatha, kawasan pemukiman Belanda dan Masjid Jami’.

Bus yang beroperasi Sabtu-Minggu ini bisa mengangkut 25 orang sekali perjalanan, dalam satu hari ada dua perjalanan. Jika dihitung sebulan, kata Hikmat, ada delapan perjalanan. Namun di luar itu, ada juga perjalanan keliling kota untuk wisatawan dalam dan luar negeri. “Alhamdulillah selama tiga bulan beroperasi bus kami sudah mengangkut sedikitnya 2 ribu penumpang,” katanya.

Hikmat mengungkapkan, dalam operasionalnya, PT. Timah (Persero), Tbk bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kota Pangkalpinang. Staf Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga bersama Himpunan Pramuwisata Pangkalpinang terlibat sebagai pemandu dalam setiap perjalanan. Menurut Hikmat, perusahaannya mendorong pemberdayaan masyarakat Bangka yang kini tengah menggenjot sektor wisata sebagai sumber pendapatan daerah baru.

Akhmad Elvian menambahkan, anak-anak muda perlu juga diperkenalkan dengan museum dan sejarah kota Pangkalpinang. Karena itu dia menginisiasi sahabat museum untuk pemuda yang diberi nama Friend of Museum Community. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang, lanjut dia, mengajak anak-anak muda untuk ikut mempromosikan sejarah kota Pangkalpinang pada khususnya lewat keterlibatan mereka menjadi pemandu di dalam bus POWNIS.



Inisiatif PT. Timah (Persero) Tbk menghidupkan kembali bus POWNIS, kata Elvian, sangat diapresiasi pemerintah Kota Pangkalpinang. Wisata sejarah kota menjadi sangat pas jika yang mengantar wisatawan berkeliling kota adalah sarana transportasi yang bisa menimbulkan kenangan masa lalu. Minimal, wisatawan bisa terbawa dalam suasana masa lalu dalam sebuah bus yang terbuat dari kayu.

Sementara itu, Project Coordinator InCUBUS 2017, A.M.Fikri mengatakan, kembalinya POWNIS di Kota Pangkalpinang menjadi fenomena menarik. Sambil menikmati wisata sejarah, wisatawan juga bisa menikmati bus yang pernah identik dengan bagian sejarah kota itu. “Bus POWNIS yang hidup kembali ini menjadi contoh menarik sinergi yang dilakukan pemerintah daerah dengan perusahaan. Selain itu POWNIS juga bisa menjadi contoh bahwa bus tua bisa dipergunakan untuk mengenalkan sejarah sambil bernostalgia,” katanya. (naskah : mai/foto : mai/tfk)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013