Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERCEDES-BENZ SIAPKAN 150 UNIT BUS BERLANTAI RENDAH UNTUK PT. TRANSJAKARTA
 
13 April 2017


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Indonesia akhirnya mempublikasi informasi terkait bus berlantai rendah mereka yang akan beredar di Jakarta tahun ini. Mercedes-Benz memasok 150 unit bus berlantai rendah jenis low entry bertenaga 260 HP. “Seperti requirement yang disampaikan PT. Transjakarta bus harus nyaman dan aman untuk mobilitas warga Jakarta. Lantai yang rendah memudahkan penumpang keluar dan masuk,” kata Deputy Director of Sales of Commercial Vehicle Bus Operation Mercedes-Benz Indonesia, Adri Budiman saat pemaparan bus berlantai rendah bersama PT. Transjakarta, di Jakarta (12/4/17).


Bus yang dipublikasikan Mercedes-Benz Indonesia adalah O 500 U-1726. Sebetulnya Mercedes-Benz Indonesia sudah memperkenalkan O 500 U-1726 sejak tahun 2015. Saat itu Direktur Utama PT. Gapura Angkasa Agus Supriyanto menyampaikan ada kebutuhan dari untuk menambah bus-bus apron bandara di Seluruh Indonesia. Mercedes-Benz O 500 U-1726 adalah chassis untuk bus berlantai rendah bisa diaplikasikan di apron bandara dan juga bus kota. Sayangnya saat ketika memperkenalkan bus terbaru mereka, pihak Mercedes-Benz masih menutup rapat informasinya dan menolak berspekulasi.

Kini, dengan pemesanan 150 unit bus dari PT. Transjakarta, Mercedes-Benz Indonesia memaparkan bus yang bisa dibangun sejatinya hingga 12 – 13 meter itu. Adri mengungkapkan, bus yang dirancang dengan lebar 2,5 meter, panjang 12 meter dan tinggi sekitar 3,5 meter itu ditopang mesin OM 906 LA enam silinder 6.374 cc. Bus juga dilengkapi dengan retarder dalam sistem pengereman yang terintegrasi dengan transmisi otomatis ZF Ecolife.



Kemampuan bus ini
untuk menahan beban angkut sebenarnya juga cukup mumpuni, bisa mencapai 18 ton. Namun, Mercedes-Benz Indonesia hanya memproyeksikan O 500 U-1726 untuk Gross Vehicle Weight (GVW) 17 ton dengan panjang sekitar 12 meter. Untuk penggunaan sehari-hari di Amerika Latin, wilayah yang banyak menggunakan chassis tipe ini, dimaksimalkan hanya 16 ton. Satu lagi, bus yang ketinggiannya hanya sejengkal orang dewasa itu juga dilengkapi automatic kneeling (pengatur ketinggian otomatis).

Adri mengungkapkan, mesin tipe OM 906 LA memiliki karakter yang efesien di kelasnya. Torsi yang besar dalam putaran mesin yang rendah. Dengan putaran mesin di kisaran 1200 – 1600 rpm, torsi maksimum yang bisa dihasilkan 950Nm. Dan tenaga maksimum mesin dicapai pada putaran 2000 rpm



Direktur Utama PT. Transjakarta Budi Kaliwono mengaku tertarik mengoperasikan bus berlantai rendah agar menjamin kenyamanan pelanggannya. Posisi bus yang rendah, lantai bagian dalam bus tanpa ada tangga lagi dan ruang gerak yang lapang menjadi salah satu pertimbangan mereka. Menurut Budi, kota-kota besar di dunia banyak menggunakan bus berlantai rendah. “Ini baru pertama kali di Indonesia untuk bus kota, sebelumnya bus ini banyak kita lihat di bandara. Kami ingin akses pelanggan di luar koridor bisa terangkut oleh bus jenis low entry ini,” kata dia bersemangat.

PT. Transjakarta memberi label bus ramah disabilitas untuk bus-bus berlantai rendah miliknya. Budi yakin daya angkut yang ditargetkan tahun ini bisa bertambah seiring dengan pertambahan armada bus mereka. Setidaknya ada 500 – 600 unit yang akan segera terealisir hingga akhir tahun 2017. Dalam perencanaan PT. Transjakarta, ada 300 unit bus berlantai rendah, dan 300 unit bus lainnya adalah bus maxi bersumbu tiga.


  

Dalam kesempatan itu, Budi bahkan dengan antusias mengajak awak media untuk memperhatikan kelebihan dari bus-bus berlantai rendah. Tak ketinggalan pula bus maxi yang akan mereka operasikan dipertunjukkan. Hingga kuartal pertama tahun 2017, PT. Transjakarta sudah memiliki 1.500 armada bus dengan 1.100 diantaranya dioperasikan setiap hari. Ada 83 rute yang mereka layani di seluruh Jakarta termasuk 12 Koridor Utama, Koridor Lintas dan non-BRT.


Pemprov DKI Jakarta merencanakan integrasi seluruh angkutan umum ke dalam jarring transportasi yang dikelola PT. Transjakarta. “Kami berupaya terus untuk menambah armada, namun kendalanya membeli bus tak semudah kita membeli mobil, yang kita beli itu chassis, spesifikasinya kita tentukan, kita buat purwarupanya baru diproduksi massal. Seluruh chassis yang dipesan sebetulnya sudah ada di Indonesia, tinggal menunggu pembuatan bodi bus saja,” ujar Budi mantap. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013