Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
CANGGIHNYA TAWARAN SCANIA UNTUK TRANSJAKARTA
 
18 April 2017


(Jakarta – haltebus.com) Teknologi bus tergolong baru mulai masuk ke Indonesia. PT. United Tractor, agen pemegang Scania di Indonesia memaparkan kecanggihan yang tengah mereka ujicoba di armada bus PT. Transjakarta. Fitur-fitur terbaru yang juga sudah diaplikasikan di banyak Negara di dunia yang ditawarkan Scania, Swedia. “Kami menyediakan Scania Fleet Management untuk memberikan gambaran terkait operasional bus,” kata Sales Engineer PT. United Tractors, Tbk, Mohamad As’at saat memaparkan produk Scania K250UB/4x2 di Jakarta, Rabu (12/4/17).

Fitur Scania Fleet Management menjadi fitur standar yang disiapkan Scania untuk mendukung pengoperasian seluruh kendaraan komersial, baik bus maupun truk, yang mereka produksi. Fitur ini memungkinkan operator mendapatkan gambaran teknis selama kendaraan beroperasi, sehingga pemilik kendaraan bisa mendapatkan data, informasi serta memantau langsung kondisi kendaraan. Modul Scania Fleet Management yang ditawarkan PT. United Tractors, Tbk adalah C200.

Menurut As’at Scania Fleet Management ini bisa merekam data dan melaporkannya dalam laporan mingguan. Laporan ini sangat bermanfaat untuk memantau kinerja pengemudi dan performa bus sehingga manajemen operator bus bisa mencari titik yang tepat untuk mencapai efisiensi operasional.



“Pada produk Scania ada fitur On-board Driver Coaching, perilaku pengemudi bisa diketahui melalui fitur yang sudah berbahasa Indonesia ini. Kemampuan pengemudi mengantisipasi lalu-lintas juga ikut dinilai. Bagaimana perilaku pengeremannya juga bisa diketahui. Pada akhirnya pengemudi selalu didorong untuk memperbaiki cara mengemudi, sehingga konsumsi BBM bisa menjadi irit dan kendaraan juga awet,” ujar As’at menjelaskan.

Fitur lain yang mendukung kinerja Scania Fleet Management adalah vehicle tracking. Tanpa menambah alat lain, operator bus bisa memantau kondisi dan posisi kendaraan dengan akurat secara real time. Fitur terbaru yang didukung vehicle tracking yang tengah diujicoba PT. United Tractors, Tbk untuk PT. Transjakarta adalah passanger counting. Saat ini fitur yang disiapkan masih berstatus purwarupa/prototype, namun efektifitasnya sangat ditunggu untuk mendukung operasional PT. Transjakarta.



“Kami sedang menghitung penumpang yang naik dan turun dari bus. Dengan fitur ini jalur mana yang ramai penumpang dan kapan jumlah penumpang puncak di saat operasional bisa diketahui,” kata As’at menjelaskan.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT. Transjakarta Budi Kaliwono membenarkan ujicoba ini. Menurut dia, pihaknya masih terus mengupayakan optimalisasi operasional bus-bus Transjakarta. Dia mengungkapkan, salah satu kunci operasional armada bus adalah perhitungan penumpang yang real-time. “Apa yang disampaikan pak As’at untuk masalah penumpang naik dan turun memang sedang kami cermati. Kami ingin tahu, dimana jalur terpadat, kapan waktu-waktu puncak kepadatan dan kapan longgarnya sangat kami butuhkan data-datanya. Dengan begitu kami bisa mengatur bus yang beroperasi dalam satu harinya,” ujar Budi.




Fitur perekaman penumpang seperti ini, lanjut Budi, tak hanya mereka lakukan pada armada bus semata. Sistem tap-in (menempelkan kartu saat masuk halte) dan tap-out (menempelkan kartu saat keluar halte) untuk penumpang bus Transjakarta, menurut Budi, sudah diberlakukan. Dia berharap perekaman penumpang bisa berjalan sehingga pengembangan rute ada operasional armada bus Transjakarta bisa menjangkau pelanggan seluas-luasnya. Tahun 2017, PT. Transjakarta menargetkan 185 juta pelanggan.

Budi mengungkapkan, bus-bus Transjakarta yang mereka operasikan saat ini sudah memiliki fitur-fitur yang canggih. Selain dilengkapi suspensi udara, transmisi otomatis, juga dilengkapi fitur-fitur pengereman yang tak kalah lengkapnya dengan sedan. Dia berharap bus-bus yang dioperasikan PT. Transjakarta bisa menarik minat warga sebagai pilihan utama beraktifitas sehari-hari.

Tahun ini, Budi berharap ada 300 unit bus low entry siap beroperasi. Ada 150 unit bus Scania K250UB/4x2 yang dipesan PT. Transjakarta. Jika dihitung, PT. United Tractors, Tbk sudah melayani pemesanan setidaknya 201 unit bus dari perusahaan milik pemprov DKI Jakarta itu. Dalam catatan haltebus.com, di atas kertas, populasi bus Scania di Transjakarta sendiri sudah lebih 300 unit bus yang terdiri dari bus gandeng, bus maxi dan bus low entry. Sementara dalam catatan PT. United Tractors, Tbk, selama tahun 2016 Indonesia tercatat sebagai Negara ke-7 di dunia yang banyak membeli bus Scania, dengan catatan 316 unit bus. Angka ini melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun 2015 yang hanya membukukan 116 unit bus. (naskah : mai/foto : mai/dok. haltebus.com/istimewa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013