Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS FUSO YANG MASIH TERSISA DARI 54 TAHUN SILAM
 
20 April 2017


(Jakarta – haltebus.com) Keberadaan alat transportasi bus di Indonesia di masa awal kemerdekaan tak terlepas dari politik bebas aktif yang mencerminkan gerakan Non-Blok yang diperjuangkan duet kepemimpinan Soekarno-Hatta. Di tahun 1950-an hingga tahun 1960-an beragam model bus dari berbagai Negara hadir di negeri ini sebagai bagian dari pembangunan nasional. Sebut saja ZIL, GAZ, Ikarus dan Robur dari Eropa Timur, ada pula Chevrolet, Ford dan Dodge dari Amerika Serikat, ada pula Mercedes-Benz, Austin dan Volkswagen dari Eropa Barat. Tak ketinggalan Mitsibishi Fuso, Nissan dan Toyota juga mewarnai jalan-jalan di sejumlah kota di Indonesia.

Adalah Mitsubishi Fuso seri MR400 yang berhasil diselamatkan Judi Setawan Hambali, pendiri Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam. Bus yang diperkirakan dibuat dari tahun 1964-1967 itu diperolehnya dari kenalan yang mengakrabi bus-bus tua yang sudah tidak dirawat pemiliknya. “Saya dapatnya gak sengaja. Kebetulan ada teman yang sering keluar masuk garasi untuk menderek kendaraan tua. Begitu dia narik bus ini, saya ditawarkan sampai akhirnya pindah ke garasi saya,” ujar Judi mengenang pertama kali memiliki bus berkelir biru ini.

Berdasarkan informasi yang disebutkan kanachango.web.fc2.com, situs berbahasa Jepang, bus seri MR400 diproduksi dalam beragam varian. Ada yang diproduksi periode 1960-1961 dengan dapur pacu Fuso DB31 bertenaga 121kW (165PS) dengan model MR480 dan MAR480. Ada juga yang menyandang mesin Fuso DB34 bertenaga 162kW (220PS) dengan model MR470 dan MAR470.



Sementara yang diproduksi tahun 1964-1967, meski menyandang dua mesin berbeda yakni 6DB1 dan 6DBT output tenaga yang dikeluarkan sama dengan yang diproduksi sebelumnya. Mesin 6DB1 menghasilkan 121kW (165PS), sementara 6DBT menghasilkan 162kW (220PS). Dari sinilah, bus milik Judi S. Hambali mulai bisa teridentifikasi berdasarkan kategori yang ditulis di situs itu.

Dalam keluarga seri ini ada varian model non suspensi udara mulai MR510, MR480, MR490, MR470, MR420 dan MR440. Sedangkan untuk model bersuspensi udara ada MAR480, MAR490, MAR470, MAR420 dan MAR440. Sementara berdasarkan urutan tersebut, perbedaan jarak sumbu roda (wheelbase) mulai 4,25 meter, 4,53 meter, 5 meter, 5,4 meter, 5,7 meter dan 6,27 meter. Sementara variasi panjang total bus tipe MR400 ini mulai 9 meter hingga 11 meter. Tinggi bus 3 meter dan lebar 2,49 meter.

Jika menilik kategori di atas dan apa yang bisa dilihat pada bus Fuso milik Judi S. Hambali maka, bus yang sudah berlabel Sumber Alam itu mirip dengan tipe MR470. Mesin yang disandang 6DB1, panjang keseluruhan 10 meter dan wheelbase 5,4 meter. Salah seorang mekanik kepercayaan Judi, Suharno, mengaku tak banyak mengalami kendala berarti saat membawa bus itu dari Kutoarjo ke Jakarta untuk dipamerkan di Indonesia Classic N Unique Bus 2017. “Kami bawanya gak ngoyo mas, pelan-pelan saja. Dari Kutoarjo berangkatnya Jumat, sampai Pondok Ungu (pool PO. Sumber Alam) Minggu subuh,” ujarnya.



Menurut Suharno, untuk ukuran bus yang berumur 50 tahun, Fuso MR470 itu sangat prima. Meski begitu, dia dan rekannya yang mengemudikan bus sejauh 400-an Km tak berani mengendarainya seperti bus-bus pada umumnya. “Daripada trouble di jalan lebih baik kami menahan diri,” kata dia mengungkapkan alasannya.

Selama pameran, 29 Maret – 1 April, bus ini menjadi salah satu bus yang banyak dijadikan latar belakang foto oleh pengunjung. Kondisinya yang mulus, tak ada penyok, warna biru yang jarang ada, juga paku-paku penambat aluminium pelapis rangka bodi menjadi daya tarik tersendiri.

“Bus Sumber Alam (yang) di rivet-rivet itu buatan mana mas?,” tanya Andi Widodo dari Karoseri Tri Sakti, Magelang kepada haltebus.com. Saat dijawab, “Buatan Fuso Jepang dari tahun 1960-an.” Dia langsung merespon, “Asli buatan Jepang? Hebat sudah hampir 60 tahun masih utuh,” katanya dengan nada tak percaya.

Judi mengaku tak mengetahui banyak tentang bus miliknya ini. Dia hanya mengetahui bahwa busnya pernah bertugas di TNI-AU. Jika dicermati betul, pada dinding bus ada tulisan AKABRI yang tertimpa cat lebih baru. Bisa jadi, semasa berdinas di TNI-AU bus Fuso MR470 digunakan sebagai angkutan kadet-kadet (kini disebut Karbol Udara) TNI-AU.

Transportasi bus sudah menjadi bagian hidup pria paruh baya ini. Mewarisi darah pebisnis transportasi bus dari neneknya, Judi telah bertahan 42 tahun menegakkan bendera PO. Sumber Alam. Dia bahkan menyimpan satu-satunya peninggalan neneknya yang berharga. Ijin trayek dari tahun 1937! Saat neneknya memulai bisnis transportasi bus. Dia berharap dengan merawat bus-bus tua, sejarah transportasi bus di tanah air tidak dilupakan masyarakat. (naskah : mai/foto : mai/kanachango.web.fc2.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013