Jumat, 18 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TAK TERASA, SUDAH 10 TAHUN PENGGEMAR BUS INDONESIA BERKOMUNITAS
 
26 April 2017


(Jakarta – haltebus.com) Areal parkir Taman Buah Mekar Sari, Cileungsi, Bogor, Minggu (23/4/17) pagi riuh rendah dengan bunyi klakson bus telotet. Satu dua bus saling berbalas membunyikan klaksonnya. Memasuki tengah hari suara bunyi klakson itu semakin riuh rendah. Tidak kurang dari 10 unit bus berperang klakson telolet meramaikan Jambore Nasional penggemar bus yang tergabung dalam Bismania Community.

Ada 35 – 40 unit bus yang membawa rombongan anggota Bismania Community dari Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Bali. Dari beberapa Provinsi itu masih ada beberapa wilayah lagi, sebutlah di Jawa Barat ada Sukabumi-Cianjur, Cikampek-Karawang-Purwakarta, Bandung dan Bogor, belum lagi wilayah seputar Bekasi dan Depok. Di Banten ada yang dating dari Serang dan Tangerang. Dari Jawa Tengah ada wilayah Banyumas dan Kedu Selatan, Pekalongan, Salatiga, Jepara, Semarang dan Solo. Dari Jawa Timur ada Surabaya, Malang, Tapal Kuda, juga perwakilan dari Madura.

Kemeriahan Jambore Nasional di Taman Buah Mekar Sari ini adalah kemeriahan Jambore Bismania Community ke delapan sejak penggemar bus memutuskan membentuk wadah Bismania Community di Tahun 2007. Perjalanan Jambore Nasional Bismania Community dibentangkan dalam spanduk di pintu masuk areal Jambore.



“Meski sudah berdiri pada tahun 2007, tetapi kepengurusan resmi baru terbentuk pada tahun 2009. Logo Bismania Community juga didaftarkan hak ciptanya, dan mas Arief Setiawan juga sudah mendaftarkan Bismania Community sebagai organisasi. Jadi logo Bismania Community tidak bisa dipakai sembarangan,” kata Pembina Bismania Community Harsono saat membuka Jambore yang diikuti sekitar 1.400 – 1.500 peserta itu.

Rangakaian Jambore diisi beragam kegiatan menarik. Tidak hanya bersenang-senang dan berkumpul, tetapi ada juga sesi bertukar informasi. Ketua umum Bismania Community, Arief Setiawan mengungkapkan, yang terpenting dalam Jambore yang digelar setiap tahun adalah menjaga kekompakan. “Kita sudah berjalan sejauh ini, dari Jambore ke Jambore semoga teman-teman bisa menjaga kekompakan dan persaudaraan. Kali ini Jakarta Raya mendapat kesempatan menjadi panitia, tahun depan Korda Sumatera yang menjadi tuan rumah,” ujar dia.

Mantan Ketua Umum Bismania Community, Wahyudi Irianto dalam sesi bertukar informasi berharap, anggota dan pengurus Bismania Community baik pengurus pusat maupun daerah bisa mengembangkan komunikasi. Menurut dia, hubungan baik antara Bismania Community dengan perusahaan bus, karoseri, pabrikan bus, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu dikembangkan. “Kita perlu membuka lobi agar Bismania Community bisa dikenal dan tidak sekedar berperan sebagai penggemar bus,” katanya.

Mengorganisir acara yang diikuti lebih dari seribu orang memang tak mudah. Butuh perencanaan yang matang dan kekompakan tim panitia. Pemilihan tempat juga ikut menentukan kelancaran acara. Lokasi seperti Taman Buah Mekar Sari yang memiliki lahan parkir yang luas sangat penting mengingat hampir semua peserta datang secara rombongan dan menggunakan bus. “Kami memohon maaf jika selama penerimaan dan Jambore ini ada kekurangan. Kami berusaha untuk membuat teman-teman peserta Jambore nyaman selama mengikuti acara,” begitu kata Ketua Panitia Novy Pratama, yang akrab disapa Rian Koneng.

Ketua Korda Jakarta Raya, Wawan Purwanto pun terlihat ikut menggerakkan rekan-rekannya yang menjadi panitia Jambore. Panitia yang seluruhnya adalah anggota Bismania Community Jakarta Raya itu sudah rapi dalam koordinasi dan mengelola acara. Pemandu Acara, Temmy dan Wulan pun tak ketinggalan tampil layaknya pemandu acara professional. “Ya begini mas, sebisa yang kami lakukan. Masih banyak kekurangan,” ujar Wawan kepada haltebus.com.

 

Dari Jambore ke Jambore selalu ada cerita. Dan di setiap Jambore, panitia belajar untuk mengorganisir acara dengan peserta seribuan orang. Wajar jika Arief Setiawan sengaja menekankan pentingnya menjaga kekompakan. Sebab, dalam berkomunitas semua anggota Bismania Community bersifat sukarela dan tanpa paksaan.

Keberadaan entitas bernama Bismania Community yang bisa bertahan hingga 10 tahun sejak pertama kali berkumpul bukanlah hal yang mudah. Kesadaran untuk menjaga kekompakan menjadi pembelajaran yang sangat penting di antara ribuan anggota Bismania Community yang tersebar di berbagai daerah dengan beragam latar belakang. “Salam Sejatinipun Seduluran (Sejatinya kita bersaudara),” kata Arief mengingatkan anggota Bismania Community. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013