Rabu, 28 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SERUPA TAPI TAK SATU GENERASI
 
20 Mei 2017


(Jakarta – haltebus.com) Sepuluh unit bus
Vintage Series PT. Transjakarta beroperasi Kamis (27/4/17) lalu. Penambahan armada bus Vintage Series itu melengkapi dua unit yang sudah beroperasi sebelumnya. Bus-bus dengan cat yang disamakan dengan bus edisi lama itu.

Salah satu model cat dengan edisi bus lampau adalah bus reguler PPD di era 1990-an. Di masa itu bus buatan Volgren dan German Motor Manufacturing berbahan aluminium cukup populer. Ada bus reguler rute 11,12, 41, 45, 700, hingga 213 yang masih bertahan hingga tahun 2016 lalu. Kini tampilan bus lebih segar dengan basis Mercedes-Benz OH-1626 bersuspensi udara dan dilengkapi transmisi otomatis Allison T230 yang dibungkus Bodi Cityline-2 Karoseri Laksana.

“Sepuluh unit bus Vintage baru ini akan beroperasi di rute Blok M-Kota (Koridor I),” ujar Direktur Utama Budi Kaliwono di Jakarta, Kamis (27/4).



Kini PT. Transjakarta memiliki 12 unit bus Vintage Series yang beroperasi di Koridor 1, Blok-M – Kota. Interior semua bus Vintage Series disamakan. Namun begitu, interiornya tak sama dengan bus-bus Transjakarta pada umumnya.

Berbalut bahan pelapis berwarna coklat, kursi bus Transjakarta Vintage Series terbaru itu menjanjikan kenyamanan. Busanya tebal, baik di sisi sandaran maupun tempat duduknya. Sandarannya menyatu di untuk setiap informasi dua penumpang. Ada pegangan tangan persis bus-bus kota di tahun 1960-an hingga 1990-an.



Jarak antara kursi juga diperhatikan oleh PT. Transjakarta. Masih ada ruang yang cukup untuk kaki penumpang saat dalam posisi duduk. Kapasitasnya angkutnya 65-70 orang. Lengkapnya, Budi Kaliwono ingin mengajak masyarakat Jakarta naik bus lagi, khususnya bagi yang pernah merasakan bus kota di masa lalu. Bedanya, kini bus-bus di Jakarta sudah berubah lebih nyaman.

Bus Vintage Series juga menjadi penanda sejarah transportasi di DKI Jakarta, sehingga bisa mengingatkan masyarakat. “Bisa bernostalgia maupun menjadi sarana edukasi bagi masyarakat,” katanya menjelaskan.

Terobosan-terobosan baru PT. Transjakarta dengan memunculkan ikon-ikon bus yang menarik demi mengajak masyarakat Jakarta kembali naik angkutan bus sebagai sarana bepergian. Inovasi ini menjadi andalan dalam membentuk citra baru bus yang bersih, aman dan nyaman di satu sisi tetapi tak meninggalkan unsur edukasi di sisi lain.

Langkah yang sama untuk melestarikan bus sebagai penanda sejarah di Jakarta juga dilakukan Perum PPD. Mulai tahun 2016, saat bus-bus bantuan Kementerian Perhubungan diluncurkan. Di bawah kepemimpinan Direktur Utamanya, Pande Putu Yasa, PPD yang mulai berbenah tidak melupakan bus-bus yang telah berjasa di Ibukota Jakarta.

Ada tiga unit bus yang tergolong klasik yang dilestarikan. Masing-masing bus mewakili generasinya, yang masih tersisa. Maklum, ada ketentuan agar bus yang sudah tak beroperasi dan digantikan oleh bus peremajaan harus dipotong/scrap. “Saya sengaja merehab, membangun kembali bus-bus kami seperti Superior Coach tahun 1970, juga ada Mercedes-Benz OF-1113 kotak tahun 1980-an dan terakhir bodi alumunium Volgren dari tahun 1990-an,” kata Pande Putu Yasa.




Menurut Putu, panggilan akrab pria kelahiran Bali itu, pihaknya ingin agar warga Jakarta mengenal sejarah transportasi di kotanya. Dia menilai, bus-bus yang dipertahankan oleh PPD memiliki arti sejarah dan sangat melekat diingatan masyarakat.

Dalam Pameran perdana Indonesia Classic N Unqiue Bus 2017 akhir Maret lalu, kedua bus Jakarta versi lama dan baru juga ditampilkan. Satu model dua generasi. Walaupun bus Volgren dalam versi Patas AC namun corak warnanya tak jauh berbeda. Putu dengan bersemangat mengungkapkan, “Seluruh kursinya kami rehab, kursi aslinya kami perbaharui, diganti busa dan pelapisnya. Plafon juga kami perbaharui.”




Tak salah pilihan PT. Transjakarta menghadirkan bus-bus yang memiliki nilai sejarah dan kenangan. Nyatanya, sepanjang pameran bus klasik dan unik di PRJ itu tak sedikit yang berfoto bersama dua bus berbeda generasi itu. Bahkan pada pameran tahun 2016, banyak yang mengenal bus Volgren dengan sebutan “bus 213”, merujuk pada nomor rute PPD regular 213 yang dilayani bus model ini selama 25 tahun. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013