Kamis, 19 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KACA GANDA ZEPPELIN G3 YANG MINIMALIS
 
23 Mei 2017


(Jakarta – haltebus.com) Banyak jalan menuju Roma, pepatah lama yang sangat terkenal untuk menggambarkan bagaimana kita bisa menggapai harapan. Secara harfiah, mengandung arti walau tujuannya sama, cara dan jalan menuju tujuan yang sama bisa berbeda. Seperti yang dilakukan oleh Karoseri Gunung Mas, tak mau ketinggalan tren bus di Indonesia, mereka pun mengembangkan desain kaca ganda yang berbeda dari desain-desain yang sudah ada.

“Kami membuatnya dalam versi 3,65 meter dan desain eksterior dan interior Zeppelin G3 ya hasil kreasi kami berbasis rancang bangun yang kami miliki,” ujar Inot Hermawan dari tim desain produksi Karoseri Gunung Mas kepada haltebus.com Sabtu (20/5/17).

Peluncuran model kaca ganda Karoseri Gunung Mas dilakukan di Indonesia Bus and Truck Exhibition (IIBT) 2017 yang berlngsung pada 27 Maret – 1 April 2017 lalu. Kemunculannya menambah pilihan pengusaha bus untuk model armada yang bisa mereka pilih. Maklumlah, tidak sedikit dari pengusaha bus yang selalu menginginkan agar tampilan busnya berbeda dari bus-bus perusahaan lain.



Inot dan tim desainer Karoseri Gunung Mas tak kehilangan akal untuk membuat desain baru. Karoseri Gunung Mas tergolong produktif untuk pengembangan desain baru, meski pada Zeppelin G2 (baca Gyga 2) mirip dengan karoseri asal Malang. Nah, kini mereka hadir dengan desain berbeda yang ada di pasaran. “Kami mengacu pada model Eropa tetapi kami kembangkan sendiri agar produksinya lebih mudah. Contohnya di pilar B, kaca sampingnya ternyata belum tersedia untuk ukuran yang kami inginkan, ya kami coba ambil keputusan yang pas agar desain gak melenceng,” katanya.



Kaca ganda yang ditampilkan Karoseri Gunung Mas sungguh mengecoh pandangan kita. Jika di karoseri lain ketinggian bus kaca ganda mencapai 3,7 meter, bus buatan Madiun itu hanya 3,65 meter saja. Alasannya, Karoseri Gunung Mas menggunakan Hino R260 untuk basis Zeppelin G3 nya. “Kami gak berani melanggar ketentuan, karena uji landasan Hino R260 maksimal tingginya 3,65 meter,” ujar Inot lagi.

Yang menarik dari kaca ganda Zeppelin G3 adalah fender pembatas kata atas dan bawa di kaca depan. Terbilang sangat tipis untuk ukuran fender bus dengan kaca ganda. Pemilihan ukuran ini ditempuh Inot untuk mengakali agar pandangan penumpang tak terhalang. Jika ditarik garis lurus, posisi batas kaca depan diletakkan sedikit di bawah sekat pembatas penumpang dan kru bus. Pembatas yang tak terlalu lebar juga tidak terlalu mengganggu pemandangan.

Lampu depan Zeppelin G3 sama sekali baru. Desainnya mengikuti tren saat ini yang dihiasi LED. Namun begitu, lengkung pada garis wajahnya tak banyak berubah. Dalam pengamatan haltebus.com, ukuran kaca depan secara keseluruhan tidaklah berubah dari kebanyakan bus. “Ukuran kaca secara keseluruhan memang sama dengan kaca bus standar, kami membuatnya lebih menarik dengan dua potong kaca ini,” kata Inot membenarkan.

Ada dua varian Zeppelin G3, yakni dengan kaca ganda dan kaca konvensional atau satu kaca. Bus berkaca ganda diproyeksikan untuk varian tertinggi atau luks. Dari semua desain eksterior Zeppelin G3 yang paling terlihat berubah ada di sisi belakang, perubahan menyolok. Inot mengambil basis dari Irizar i8. Ada sedikit perubahan pada penempatan lampu kecil, model lampu belakang, garis krom dan bumper. D sisi samping belakang, di kaca terakhir juga garis lengkung Irizar i8 sangat terasa.

Di sisi interior, Inot mencoba menonjolkan kabin penumpang dengan tata lampu yang menarik. Mulai dari tangga hingga langit-langit kabin penumpang. Warna cahaya putih terang dan biru temaram dipilih agar penerangan bisa berfungsi maksimal di saat penumpang terjaga maupun tidur dalam perjalanan. Ada juga lampu di berwarna-warni yang ditanam di lantai. Bagasi kabin juga dibuat tertutup untuk versi Zeppelin G3 luks. “Kami menggunakan mekanisme pembuka bagasi atas tanpa pegas dari Blum. Masih percobaan sih, sepertinya bagus,” ujarnya.



Langkah Karoseri Gunung Mas tergolong maju, selama tiga tahun berturut-turut selalu hadir di pameran IIBT. Dan tahun ini mereka mendapat hasil yang cukup memuaskan. Tak kurang dari 20 pesanan bus Zeppelin G3 berhasil didapat. Untuk bus dengan versi luks, pemilik bus harus merogoh kocek tak kurang dari Rp. 600 jutaan, sedangkan untuk bus standard masih berada di bawahnya. Laris-manis selama pameran membuat Karoseri Gunung Mas terus bersemangat. Kepada haltebus.com Inot berbisik, “Tunggu kami sedang mempersiapkan bodi khusus chassis premium 3-axle.” (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013