Senin, 23 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SERBA DUA DI ANTARA KERAJAAN SWEDIA
 
02 Juni 2017


(Jakarta – haltebus.com) Tiga hari di awal pekan lalu menjadi hari-hari yang sibuk bagi kedutaan besar Swedia di Jakarta. Raja Carl IXV Gustaf dan Ratu Silvia Sommerlath berkunjung beberapa hari ke Indonesia. Beberapa kota disinggahi, mulai Jakarta, Bogor dan Bandung. Tak ketinggalan pula PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN) dan dua pabrikan bus asal Swedia, Scania dan Volvo ikut mempersiapkan diri menyambut rombongan penting kerajaan Swedia itu.

Tiga armada PO. SAN dipersiapkan, satu Volvo B7R dan dua Scania K360IB/4x2 Opticruise. Dua unit bus diberistiker dengan tema #IniSwedia di sekujurbodinya, yakni Volvo B7R dan salah satu Scania K360IB/4x2 Opticruise. Dua armada ini bertugas melayani rombongan yang menyertai kunjungan kenegaraan selama di Jakarta. Selain bus-bus PO. SAN ada satu unit bus kota Scania K250UB/4x2 dan satu unit bus kota Volvo B11R-370/6x2 yang akan dioperasikan untuk Transjakarta juga ikut serta.

PO. SAN mempersiapkan seluruh armadanya berbodi S-Liner (Jetliner versi PO. SAN) dari Karoseri Rahayu Santosa. Sementara untuk bus kota yang bertugas melayani rombongan disiapkan bus-bus buatan Karoseri Laksana.



Komisaris Utama PT. SAN Putera Sejahtera, Hasanuddin Adnan mengungkapkan, pihaknya menyiapkan kedua varian armadanya untuk mendukung kelancaran kunjungan tamu negara. Ini bukan pengalaman pertama PO. SAN melayani tamu VVIP. Beberapa tahun lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dua kali menggunakan armada PO. SAN di Padang dan Bengkulu. “Kami senang dan bangga bisa dipercaya melayani tamu VVIP maupun rombongannya,” kata dia.

Wajar Hasanuddin berbangga, mengingat PO. SAN bukanlah bus yang berbasis di Jakarta, melainkan Bengkulu. Keheranan akan keterlibatan bus dari Bengkulu untuk mendukung kegiatan tamu Negara, diungkapkan Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri yang membawahi diplomasi dan kerjasama di negara-negara Eropa Timur dan Tengah, Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji.

“Busnya kok plat BD? Dari mana ya?,” begitu dia bertanya. Saat dijawab bahwa busnya dari Bengkulu. Lalu dia melontarkan pertanyaan berikutnya, “Maksudnya bagaimana?.” Dia yang ditemani seorang staf akhirnya menganggukkan kepala, begitu mengetahui kantor pusat PO. SAN ada di Bengkulu.

Hasanuddin termasuk yang beruntung. PO. SAN menjadi salah satu perusahaan bus yang melayani rute reguler yang menjadi pelanggan dua pabrikan bus asal Swedia. Sejak beberapa tahun lalu dia mengoperasikan bus Volvo dan Scania sehingga dipilih untuk kegiatan kenegaraan itu. Bahkan, untuk Volvo, tipe B7R yang dioperasikan PO. SAN sudah melayani pelanggan antara tahun 2003 - 2005 di rute Pekanbaru – Solo. “Saya selalu membeli chassis bus yang cocok dengan medan yang kami lalui. Dulu kami senang dengan spesifikasi yang ditawarkan Volvo, kini seiring dengan perkembangan teknologi, Scania cukup mumpuni dioperasikan di rute-rute kami,” ujar dia.



Adapun untuk dua unit bus kota yang digunakan, Alvin Arman dari Karoseri Laksana mengaku senang. Dua unit bus dibuat Karoseri Laksana dijadikan salah satu sarana untuk menunjukkan keunggulan produk Swedia. Karoseri yang berkantor di Semarang itu, selama tiga tahun terakhir memang banyak mendapat pesanan bus kota, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Transjakarta. “Kebetulan satu unit bus Volvo yang terbaru sudah selesai, jadi sudah bisa dikirim ke Jakarta,” ujarnya sepekan sebelum kunjungan tamu negara dari Swedia.

Selama beberapa tahun ini, hubungan Indonesia dan Swedia di bidang transportasi dan teknologi menjadi perhatian pemerintah Swedia. Sebelum kunjungan Raja dan Ratu Kerajaan Swedia ini, Menteri Perdagangan Ann Linde juga berkunjung Oktober tahun lalu. Isu yang dibahas Ann Linde beberapa di antaranya, terkait dengan teknologi, transportasi serta traffic management system.



Salah satu delegasi bisnis yang ikut dalam rombongan saat bertemu dengan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, adalah Mattias Larsson, Chief Financial Officer Kapsch. Perusahan ini memiliki bisnis yang berbasis teknologi untuk kualitas hidup yang lebih baik. Bersama mitranya di Indonesia, Kapsch juga tengah menunggu perkembangan lebih lanjut proyek kawasan pembatasan lalu-lintas melalui Electronic Road Pricing di Jakarta.

“Walikota Bandung, Ridwan Kamil memiliki visi menjadikan Bandung sebagai Smart City. Ini menjadi titik pembicaraan yang baik untuk anda semua dalam menjajaki peluang bisnis,” kata Anders Wickberg, Komisioner Perdagangan Kedutaan Swedia, yang memimpin rombongan Delegasi Bisnis Swedia, saat bus Scania K360IB PO. SAN yang dikemudikan Sutono memasuki kota Bandung.



Salah satu anggota rombongan yang ikut dalam bus adalah Chief Operational Officer PT. Indo Truck Utama, Eka Lovyan. Perusahaan ini menjadi dealer kendaraan komersial dan alat berat Volvo di Indonesia. Eka mengungkapkan, mulai tahun ini Volvo tengah mempersiapkan beberapa langkah untuk masuk kembali ke pasar bus di Indonesia. Sebagai permulaan, mereka tengah mempersiapkan armada bus untuk memenuhi kebutuhan Transjakarta.

Seperti diketahui, PT. Steady Safe sudah memesan 128 unit bus B11R-370/6x2 dan ditargetkan bisa beroperasi tahun ini. “Kami juga menyiapkan bus 3-axle untuk bus antar kota antar provinsi, ada juga chassis terbaru bus low entry untuk Indonesia,” ujar Eka bersemangat.



Perhatian pemerintah Swedia untuk kebutuhan transportasi di Indonesia memunculkan titik terang bagi gairah bisnis transportasi bus. Dua pabrikan, dua karoseri dan dua operator bus menjadi etalase utama Swedia saat kunjungan Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia Sommerlath.


T.B.H Witjaksono Adji juga tertarik mendalami keseriusan Scania dalam menanamkan investasinya di Indonesia. Sesaat sebelum kembali ke Jakarta, di depan gerbang ITB, Bandung, dia menyempatkan diri berdiskusi dengan Anindya Mada Mahendra, staf PT. United Tractors, Tbk. Dia banyak bertanya tentang perkembangan bisnis Scania.



Dia mengundang tim PT. United Tractors, Tbk selaku Agen Pemegang Merk Scania berkunjung ke kantornya di Jl. Pejambon. Director of Scania Indonesia Representative Office Claes Nyqvist yang mengetahui informasi ini oun langsung berkomentar, “Saya harus bertemu dengan dia (T.B.H WitjaksonoAdji) segera.” (naskah: mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013